This I write down several comments which have come by this blog. I removed it by purpose because I decided to change the direction of my writing. Maybe next time I can rewrite the articles which induced those comments.
#1
BIANCONERO said...
hello!
i'm italian your blog is beautiful
i have got a blog:
www.superjuventus.blogspot.com
you go in my blog and you write a comment
by
#2
Vika-Didiet said...
hmm.. ehem... ehem... terima kasih sekali karena nama saya tercantum dalam ceritamu ... hehehehehe...
October 20, 2006
#3
Vika-Didiet said...
eh alamat blog vika teh di:
siphikathea.blogspot.com
makasih
October 20, 2006
#4
Widhie said...
Harus mulai dari mana ya? : ) Saya agak sedikit bingung harus membahasakannya seperti apa. Uhm… saya tahu! Saya hanya akan berusaha jujur dan tulus saja. Alhamdulillah, saya sudah membaca tulisan Kak Ilham dari mulai “Kecil, Mengejutkan, dan Manis” hingga “musibah Indonesia”. Satu kata yang kiranya cukup menggambarkan: Bagus! Saya seperti melihat sisi seorang Ilham yang lain. Seseorang yang terbuka untuk berbagi pemikiran dengan orang lain dengan bahasa puitis yang cukup mengejutkan (untuk saya pribadi). Mungkin selama ini saya masih memandang seseorang masih dengan satu kacamata saja. Most of the time, I still judge a book by its cover and I’m still trying to avoid doing that too often.
Saya suka cara Kak Ilham membahasakan apa yang dirasakan dan apa yang melintas dalam pikiran. Semua terasa manis, menginspirasi, dan jujur. Saya setuju dengan pemikiran Kak Ilham terutama tentang bagaimana suatu musibah yang menimpa kita itu merupakan salah satu bentuk perhatian Allah SWT pada kita. Yup, dengan berpikir demikian kita berbesar hati untuk menerima apa yang ditimpakan pada kita karena kita akan selalu merasa bahwa, ya, memang selalu ada maksud dan akhir yang manis untuk semua itu.
Khusus untuk “kecil, mengejutkan, dan manis”, membuat saya teringat pada tulisan seorang teman di blog-nya yang berjudul “(Selalu) Ada yang Memperhatikan Kita.” Pada intinya, ia memiliki maksud yang sama dengan apa yang Kak Ilham coba sampaikan, bahwa kita memang seringkali tak sadar bahwa ternyata ada orang-orang yang memperhatikan kita lho di luar sana. Mungkin kebanyakan dari mereka tak berani untuk berkata karena memang tak kenal, misalnya. Tapi, sebentuk perhatian kecil seperti yang Kak Ilham ceritakan tentu akan membuat kita makin sadar bahwa sebentuk perhatian itu harus diteruskan! Pernah nonton “Pay It Forward”? Di film itu dikisahkan tentang seorang anak yang punya proyek sekolah untuk menularkan kebaikan pada orang, di mana orang yang telah menerima kebaikan itu harus memberikan kebaikan bagi orang lain hingga tercipta sebuah rantai kebaikan gitu. Dunia pasti akan lebih menyenagkan jika semua orang berpikir demikian.
Hmm…. Satu lagi, Kak Ilham cukup moody juga yah? : )
October 20, 2006