<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637</id><updated>2012-01-29T17:47:41.094+07:00</updated><category term='Movie Review'/><category term='My Curiosity'/><category term='No Label'/><category term='[Sunflower]Arsip'/><category term='Book Review'/><category term='Today&apos;s Inspiration'/><category term='Contemplation'/><category term='Chronicle'/><category term='Discovery'/><title type='text'>Muhammad Ilham</title><subtitle type='html'>Samudera tempat imajinasi, mimpi, dan cerita kehidupan bermuara</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>126</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5391441365485895741</id><published>2011-01-05T16:38:00.000+07:00</published><updated>2011-01-05T16:38:55.830+07:00</updated><title type='text'>Manisnya Duka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya kehilangan ayah lebih dari dua tahun yang lalu. Buat saya, ini adalah peristiwa paling besar yang terjadi dalam hidup saya sampai saat ini. Saya cuma bisa mengucapkan kalimat tarji' dan kemudian terdiam lama saat mendengar berita kepergian beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menangis saat itu, tetapi terus terang saya sangat bingung. Beliau adalah dunia saya. Tempat saya belajar banyak hal tentang hidup. Saat itu saya merasa sama sekali tidak siap kehilangan beliau. Saya masih sangat membutuhkan beliau. Sangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya bahwa saya tidak akan pernah belajar lagi kepada ayah saya. Namun, saya keliru. Kepergiannya membuat saya malah belajar lebih banyak kepada beliau. Dan kali ini saya mau berbagi salah satunya kepada teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari setelah kepergian beliau, saya duduk termangu di depan rumah menunggu pesanan bakso. Tiba-tiba datang seorang pria muda yang saya kenali sebagai penduduk kampung saya. Dia duduk di samping saya dan memesan bakso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sama, Ham!" Apa maksudnya orang tersebut bicara seperti itu kepada saya. Saya tidak ingat namanya dan dia menyapa saya dengan demikian akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, kita sama sekarang. Sama-sama tidak punya bapak." Kurang ajar, orang ini membuat saya kesal. Saya benar-benar tidak mengerti maksud orang ini. Ini bukan masanya untuk bercanda dalam suasana duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tahu, kemarin-kemarin saya sempat ketemu bapakmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, saat subuh dan saya masih dalam kondisi baru bangun tidur di pinggir jalan karena saya mabuk malamnya. Bapakmu mengajak saya untuk ikut sholat subuh di masjid." Saya pikir ini adalah perkara yang sangat aneh, mengajak seorang pria yang masih dalam pengaruh alkohol untuk ikut sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bilang, 'iya nanti saja, Pak.' Bapakmu baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;What a life&lt;/i&gt;, saat saya percaya tidak akan dapat belajar dari ayah, justru beliau mengajarkan hal-hal yang lebih besar setelah beliau pergi. Bukan dari lisan beliau, melainkan melalaui cerita-cerita yang sampai kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar bahwa cerita-cerita itu akan tetap menjadi rahasia Allah jika ayah saya tidak pergi. Saat itu saya merasa Allah sangat baik. Dia dengan sangat manis mengajarkan saya dan tidak ada cara yang lebih sempurna dengan cara seperti yang telah Dia tetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih berduka, tetapi saya merasa bersyukur. Saya percaya ayah saya telah menyempurnakan apa yang menjadi tanggung jawabnya ketika di dunia. Dan saat itu, saya merasa kebaikan-kebaikan dari Allah begitu sempurna saat duka justru menghampiri. Kedukaan hanyalah salah satu cara Allah untuk mengajarkan hikmah kepada manusia. Alhamdulillah....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5391441365485895741?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5391441365485895741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5391441365485895741' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5391441365485895741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5391441365485895741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2011/01/manisnya-duka.html' title='Manisnya Duka'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7420531270772001857</id><published>2010-12-23T12:47:00.001+07:00</published><updated>2010-12-23T12:48:18.241+07:00</updated><title type='text'>Makna Akhir Tahun</title><content type='html'>Apa yang saya rasakan menjelang akhir tahun? Hmmm.... bosan! Dan saya tidak menyukainya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang merasa iri dengan orang-orang yang belum menuntaskan pekerjaannya dan mereka menjadi sibuk karenanya. Mungkin ini adalah 'efek bagus' karena melambatkan atau menunda pekerjaan, ya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sesaat, merasa bahwa menjadi disiplin, membereskan segala sesuatu tepat jadwal, di sistem birokratis cuma membuat ruang untuk tidak produktif di akhir tahun. Mungkin sistem ini ini bekerja buat orang-orang yang santai di awal dan mau sibuk di akhir tahun. Tetapi, akhir tahun juga punya makna lain: cuti -sesuatu yang saya belum punya hak untuk itu-. Cuti atau tumpukan tanggung jawab? Hmmm.... pilihan yang sulit! Atau malah mudah? Tak tahulah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya sudah boleh libur....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7420531270772001857?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7420531270772001857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7420531270772001857' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7420531270772001857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7420531270772001857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/12/makna-akhir-tahun.html' title='Makna Akhir Tahun'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-6440294339208365241</id><published>2010-12-22T14:18:00.000+07:00</published><updated>2010-12-22T14:18:11.062+07:00</updated><title type='text'>Mesin Imajinasi</title><content type='html'>Dari sekian banyak kenangan tak terakses yang terkubur entah di mana dalam otak saya, dongeng-dongeng ayah saya adalah di antaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lupa kisah apa saja yang beliau bagikan kepada anak-anaknya. Saya lupa berapa ribu malam untuk menghapus rasa dahaga kami tentang alam fantasi. Apa yang beliau sampaikan membuat kisah seribu satu malam terlihat sangat biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bercerita hampir setiap malam, terutama ketika padam listrik. Dan dahulu, hampir setiap malam memang padam listrik. Waktu malam adalah waktu terbaik buat kami. Dan padamnya listrik membuat malam-malam kami benar-benar sempurna, suasana menjadi dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita beliau membawa kami menembus batas imajinasi. Kami masuk ke ruang-ruang pertempuran, mengulik 'hati sanubari' seorang hantu, mendengar cengkerama Pencipta dengan malaikatNya, menjadi peserta dalam rapat-rapat rahasia para perampok, menembus ke dalam sungai dengan air berwarna biru, bertandang ke kerajaan langit bersama bidadarinya, menyaksikan konser-konser binatang purba, menembus masa-masa yang tak tersebutkan dalam sejarah, dan bertualang di berbagai petualangan nan seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dongeng itu begitu menawan, membuat saya merasa menjadi orang paling beruntung.&lt;br /&gt;Namun hal yang paling saya sukuri adalah tentang waktu yang dicurahkan beliau. Saya sadari kini, betapa sedikit orang-orang yang saya temui tidak memiliki waktu-waktu semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh saya rindu berbaring merubungi tubuh ayah bersama adik-adik. Itu adalah saat-saat bersejarah menumpangi mesin impian yang dibuat ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjanji, pada saatnya saya akan menjadi pencipta mesin imajinasi seperti beliau. InsyaAllah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-6440294339208365241?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/6440294339208365241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=6440294339208365241' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6440294339208365241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6440294339208365241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/12/mesin-imajinasi.html' title='Mesin Imajinasi'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5846076549481121871</id><published>2010-12-21T18:32:00.000+07:00</published><updated>2010-12-21T18:32:06.175+07:00</updated><title type='text'>Bibi</title><content type='html'>Saya beruntung mengetahui sekelumit rahasia adik perempuan ibu saya yang terkecil. Darinya saya belajar tentang bagaimana sepatutnya bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara finansial diri bibi saya memang tak seberapa. Tetapi beliau sangat tahu bagaimana mengajarkan putra-putrinya untuk bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tidak ada lauk, beliau sengaja melambatkan memasak, menunggu rasa lapar yang diyakininya akan membumbui makanan yang akan dihidangkan bagi anak-anaknya. Ya, hanya nasi dan garam, serta sedikit kecap. Dan selalu, putra-putrinya selalu memuji masakan beliau sebagai masakan paling lezat sedunia. Beliau telah menutupi ruang bagi anak-anaknya untuk kufur nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kesulitannya, beliau tidak pernah bercerita pada satupun saudaranya, atau tetangganya. Buatnya pantang untuk menyusahkan orang lain. Sebaliknya beliau selalu berusaha membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tidak segan untuk menjamu tamu yang hadir, walau ala kadarnya bahkan cenderung memaksakan diri. Beliau menjadi pendamai ketika orang-orang berselisih. Ternyata sekolah hukumnya berguna walaupun kini hanya menjadi wanita rumah tangga biasa. Ketika seseorang keliru, beliau menasihati secara rahasia demi menjaga harga diri orang tersebut. Pilihan beliau senantiasa dua, jujur atau diam. Dan luar biasa, beliau nyaris tidak pernah terlihat murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa bersyukur bahwa diri saya sempat berada dalam asuhan beliau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5846076549481121871?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5846076549481121871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5846076549481121871' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5846076549481121871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5846076549481121871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/12/bibi.html' title='Bibi'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-103395250611896659</id><published>2010-12-21T17:36:00.000+07:00</published><updated>2010-12-21T17:36:49.507+07:00</updated><title type='text'>Ruang</title><content type='html'>Ada saatnya saya dihadapkan dengan sebuah pilihan. Tetapi bukankah saya punya hak untuk memilih TIDAK?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, bukan karena pilihan yang datang merupakan kejelekan. Baik.... Sangat baik malah. Cuma saya merasa, saya tahu apa yang saya cari: apa yang benar-benar yang saya butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang terbaik itu bukanlah yang tepat untuk saya. Bisa jadi saya salah, tetapi saya tidak menyesal karena sudah memutuskan tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang saya butuhkan cuma ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* untuk sesaat merasa menjadi seorang laki-laki brengsek karena keputusan itu. Tetapi, ya sudahlah ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-103395250611896659?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/103395250611896659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=103395250611896659' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/103395250611896659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/103395250611896659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/12/ruang.html' title='Ruang'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-1955050420762157136</id><published>2010-12-21T09:36:00.001+07:00</published><updated>2010-12-21T09:38:28.104+07:00</updated><title type='text'>Hari-hari terakhir duapuluhtujuh</title><content type='html'>Seseorang dengan duapuluhtujuh-nya sedang berpikir saat ini, dia telah melewati berapa banyak bilangan untuk sampai pada duapuluhtujuh ini. Dan sesaat lagi dia tidak lagi dapat disebut duapuluhtujuh karena dia akan menjelma menjadi duapuluhdelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mencoba mengingat-ingat lagi apa yang telah berlalu. Dan disadarinya telah banyak yang datang dan pergi. Sebagian terekam dengan jelas dan sebagian lagi entah tersimpan di mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dengan duapuluhtujuh-nya kini berharap agar penjelmaannya nanti membawa sebuah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang duapuluhdelapan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-1955050420762157136?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/1955050420762157136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=1955050420762157136' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1955050420762157136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1955050420762157136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/12/hari-hari-terakhir-duapuluhtujuh.html' title='Hari-hari terakhir duapuluhtujuh'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2528197371592121357</id><published>2010-11-19T07:08:00.001+07:00</published><updated>2010-11-19T07:13:30.990+07:00</updated><title type='text'>Hidup dalam Quotation</title><content type='html'>&lt;i&gt;Sepoi-sepoi kalimat surga, membuat semangatku meluap-luap.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Namun tiada lama, aku kembali lelap.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika dipikir-pikir, manusia masa kini hidup dalam &lt;i&gt;quotation&lt;/i&gt;. Semangat bisa menjadi berada pada puncaknya dengan membaca kutipan-kutipan mutiara, menyimak pidato, atau mendengar lirik lagu inspiratif. Kemudian... semua kembali pada kondisi semula. &lt;i&gt;Steady state&lt;/i&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan manusia menjadi pembunuh integritas dari quotation yang ditampilkannya dalam mail signature, jejaring sosial, atau yang tertutur dari lisan. Kalimat-kalimat berharga itu hanya menjadi kumpulan kata-kata semu, dibunuh oleh ketiadaan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya mencoba merenungkan kembali, apakah saya termasuk sang pembunuh itu -seseorang yang hidup dari quotation dengan tindakan-tindakan kosong-?&lt;br /&gt;Mungkin...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2528197371592121357?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2528197371592121357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2528197371592121357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2528197371592121357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2528197371592121357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/11/hidup-dalam-quotation.html' title='Hidup dalam Quotation'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5752510423057609385</id><published>2010-11-16T17:21:00.001+07:00</published><updated>2010-11-18T15:00:59.800+07:00</updated><title type='text'>Dialog Air</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika, seorang laki-laki berjalan menuju sebuah sungai. Dilihatnya air yang mengalir, dan segera saja ia merasa betapa indahnya hidup tanpa beban seperti air yang dipandanginya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Saya ingin hidup sepertimu, wahai air!&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air sungai itu tiba-tiba beriak dan menanggapi perkataan laki-laki itu, "&lt;i&gt;mengapa?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu terkejut, namun segera dijawabnya pertanyaan sang air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Karena engkau mengalir tanpa harus berpikir, hanya mengikuti arus yang membawamu. Tanpa beban!&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Ah..., manusia selalu memandang aku secara keliru. Semena-mena hendak menyandarkan hidupnya layaknya aku, tetapi kalian tidak tahu apa-apa. Atau tepatnya, tidak mau tahu!&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Maksudmu?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Aku adalah tentang kerja keras.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Saya tidak mengerti.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Bukankah sudah kukatakan, manusia tidak pernah mau tahu.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Ceritakanlah kepadaku tentang kesejatian dirimu.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Aku yang kalian lihat begitu lembut sejatinya adalah pekerja keras. Diriku yang terperangkap di dalam bumi, menyusup ke celah-celah terhalus bebatuan dan tanah untuk bisa keluar menjadi mata air. Jika aku tak berjuang, selamanya aku berada di dalam bumi. Dan perjuanganku tanpa sadar menggerus bebatuan. Aku mengubah yang kasar menjadi halus. Yang keras menjadi lunak.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Aku yang kalian lihat sekedar mengalir pada dasarnya tengah memurnikan kembali diriku yang terkotori. Aku melarutkan berbagai sampah yang kalian berikan bagi tubuhku. Terkadang aku mampu, namun lebih sering aku kalah oleh kekalapan kalian mengotoriku. Tetapi aku terus berjuang, bahkan ketika telah sampai ke samudera.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Aku juga merelakan diri untuk bertransformasi. Menjadi uap yang siap diterbangkan oleh angin kemanapun. Atau mampu menjadi sekokoh batu dengan membeku. Transformasiku bukan tanpa makna. Pada akhirnya aku akan kembali menjadi bentuk sejatiku. Tetapi lebih murni.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Mineral yang terbawa olehku tidak membuatku menjadi sesuatu yang berbeda. Di pegunungan, di lembah, di dataran tinggi, di dataran rendah, di laut, aku tetap dikenal sebagai air.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Dan aku berjuang, bukan semata-mata karena diriku sendiri. Aku berjuang untuk selain diriku: tumbuhan, binatang, dan manusia. Aku tetap berjuang bahkan ketika manusia -yang kebutuhannya kuperjuangkan- dengan kejam menyakitiku. Satu-satunya yang tidak mampu kulawan adalah kekerasan hati manusia.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Jadi aku bukan sekedar yang mengalir. Aku adalah simbol dari perjuangan, pembersihan diri, transformasi, kesejatian diri, kedermawanan, dan keikhlasan. Dan untuk menjadi semua hal itu yang kau perlukan adalah kelembutan dan ketenangan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Maka, ketika engkau hendak menyebutkan, 'aku ingin hidupku bagai air yang mengalir,' maka itu adalah janji untuk menjadi seorang pejuang sejati. Itu adalah janji untuk senantiasa berintrospeksi diri. Itu adalah janji untuk senantiasa melakukan perubahan menuju kebaikan. Itu adalah janji untuk menghargai diri sendiri. Itu adalah janji untuk memberi tanpa pamrih. Itu adalah janji untuk menjadi ikhlas. Dan itu adalah janji untuk memperoleh semua hal itu dengan ketenangan tutur, sikap, dan hatimu.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Aku tak menyangka bahwa engkau seperti itu adanya, wahai air! Terima kasih telah membuka mataku tentang kesejatian dirimu.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan air hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5752510423057609385?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5752510423057609385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5752510423057609385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5752510423057609385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5752510423057609385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/11/dialog-air.html' title='Dialog Air'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-405563377711048307</id><published>2010-11-02T15:43:00.000+07:00</published><updated>2010-11-02T15:43:00.197+07:00</updated><title type='text'>Tidak! Terima kasih!</title><content type='html'>&lt;i&gt;I am not about to pursuit points. I am a man of value.&lt;br /&gt;I am sorry, I just cannot take any advantages for something I did not do.&lt;br /&gt;Thank you!!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulit mengelak! Iming-iming, namun sejatinya sebuah bentuk usaha menutupi sikap tidak bertanggungjawab. Mungkin....&lt;br /&gt;Tetapi, maaf, saya di sini bukan karena itu semua. Saya di sini karena sebuah anugerah dari Yang Mahabesar.&lt;br /&gt;Maka, apa pantas saya mengkhianati anugerah itu?! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, terima kasih! Saya hanya akan memberi dengan apa yang sejatinya saya punya.&lt;br /&gt;Buat saya, tidak mengapa berjalan tertatih untuk sesuatu yang lebih baik. Amiin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-405563377711048307?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/405563377711048307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=405563377711048307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/405563377711048307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/405563377711048307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/11/tidak-terima-kasih.html' title='Tidak! Terima kasih!'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-1275642453023607553</id><published>2010-10-22T16:02:00.000+07:00</published><updated>2010-10-22T16:02:19.227+07:00</updated><title type='text'>Senyawa</title><content type='html'>Ada banyak hal yang terjadi belakangan ini. Saya tidak punya cukup kata untuk menjelaskannya. Satu-satunya kata yang terpikir adalah kata 'senyawa'. Senyawa tersebut adalah perpaduan berbagai komposisi, dengan berbagai namanya: kegembiraan, kesedihan, inspirasi, kebingungan, kepuasan, kemarahan, hangat, kebas, .... (terlalu banyak untuk didaftar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyawa itu adalah kehidupan. Dan pilihan untuk menghargai kehidupan, akhirnya membawa saya pada suatu kesimpulan: saya tidak punya pilihan, saya harus menghargai berbagai komposisi senyawa itu. Atau bahkan mencintainya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-1275642453023607553?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/1275642453023607553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=1275642453023607553' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1275642453023607553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1275642453023607553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/10/senyawa.html' title='Senyawa'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2956684179053028344</id><published>2010-09-16T13:35:00.003+07:00</published><updated>2010-09-16T13:36:18.602+07:00</updated><title type='text'>Manusia Lemah</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;manusia lemah,&lt;br /&gt;kapan mau menjadi kuat?&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;*ternyata sudah syawal lagi, hmmm ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2956684179053028344?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2956684179053028344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2956684179053028344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2956684179053028344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2956684179053028344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/09/manusia-lemah.html' title='Manusia Lemah'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-705005645638287582</id><published>2010-09-06T07:10:00.000+07:00</published><updated>2010-09-06T07:10:15.734+07:00</updated><title type='text'>Adzab Terbesar</title><content type='html'>Apa sesungguhnya adzab terbesar di dunia? Saya terkadang memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya, kebimbangan dan keraguan adalah jawaban dari pertanyaan itu. Hal-hal semacam itu yang membuat tidak ikhlas. Hal-hal semacam itu yang membuat tidak tahu bagaimana seharusnya bersikap. Hal-hal semacam itu yang membuat masa bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pertanyaan yang datang kemudian adalah: apakah saya berada dalam adzab itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-705005645638287582?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/705005645638287582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=705005645638287582' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/705005645638287582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/705005645638287582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/09/adzab-terbesar.html' title='Adzab Terbesar'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2962462372634464128</id><published>2010-09-03T08:38:00.000+07:00</published><updated>2010-09-03T08:38:32.534+07:00</updated><title type='text'>Mencari Alasan?!</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Mengapa saya terlahir di dunia? Terlahir dengan menanggung semua beban yang kiat sarat dengan bertambahnya waktu, untuk alasan apa?&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan seperti itu, mungkin mampir ke setiap pikiran manusia. Ada yang terus mencari dan mencari, atau... akhirnya menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling pedih adalah menyerah dengan menjadikan takdir sebagai alasan. Bukankah dengan serta-merta sikap menyerah itu adalah pernyataan yang paling nyata untuk menyalahkan Tuhan. Dan ternyata banyak yang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2962462372634464128?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2962462372634464128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2962462372634464128' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2962462372634464128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2962462372634464128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/09/mencari-alasan.html' title='Mencari Alasan?!'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3598024491687377856</id><published>2010-09-01T11:42:00.002+07:00</published><updated>2010-09-01T11:46:58.197+07:00</updated><title type='text'>(Bukan) Janji</title><content type='html'>Betapa susah menepati janji. Terutama ketika janji itu adalah janji pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, nyaris setahun yang lalu, saya berjanji untuk mengisi blog ini... dan ternyata saya tidak mampu memenuhinya. Sejumlah tulisan lebih sering ditampilkan dalam catatan facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya tidak mau berjanji. Saya cuma ingin kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3598024491687377856?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3598024491687377856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3598024491687377856' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3598024491687377856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3598024491687377856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/09/bukan-janji.html' title='(Bukan) Janji'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-1184597447800072567</id><published>2010-09-01T11:31:00.002+07:00</published><updated>2010-09-01T11:34:17.777+07:00</updated><title type='text'>Kisah Seorang Wanita yang Belajar Berkendara</title><content type='html'>&lt;b&gt;Dari NOTES &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt;:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu baru bisa mengendarai sepeda motor dan mobil di usianya yang  ke-50. Sudah terlalu tua mungkin buat kebanyakan orang. Ada sebuah kisah  yang melatarbelakangi mengapa sang wanita demikian lama belajar  berkendara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu pria yang menjadi pasangannya tak sedikitpun merasa nyaman dengan  usaha wanita itu untuk belajar berkendara sepeda motor ataupun mobil.  Ratusan kali membujuk, sang pria hanya mengajarkan dengan setengah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita menyerah, berpikir positif bahwa sang pria bukan pengajar  yang tepat. Maka wanita itu mulai belajar kepada putra dan putrinya,  juga keponakannya. Dia terus mencoba dan terus mencoba, namun usaha itu  terlihat sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu, tidak terlihat sedikitpun kemajuan. Dia  berpikir, bahwa sang pria tidak rela dengan usahanya, maka ia pun  bertanya pada sang pria pada suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa tidak senang saya bisa sepeda motor atau mobil? Bukankah akan sangat menolong jika seandainya &lt;i&gt;ita&lt;/i&gt; tidak bisa mengantar saya? Bukankah suatu saat &lt;i&gt;ita&lt;/i&gt; bisa sakit?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita sangat sadar bahwa sang pria bukanlah sosok yang &lt;i&gt;over-protective&lt;/i&gt;.  Dia tahu sebab, sepanjang mereka bersama, sang pria telah  mempercayakannya segala urusan-urusannya. Tetapi entah mengapa, tidak  untuk yang satu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau &lt;i&gt;nggomi&lt;/i&gt; bisa, nanti tidak ada yang menemani &lt;i&gt;nahu&lt;/i&gt; ngobrol dalam mobil," jawab sang pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengertilah sang wanita. Bertahun-tahun lamanya, sang pria selalu siap  mengantarkannya. Ketika kantor mereka saling berlawanan arah, sang pria  tetap mengantar dengan senang hati. Bahkan ketika sang pria sakit,  sekuat tenaga ia tetap mengantar sang wanita. Sang pria tak ingin sang  wanita bepergian sendiri yang membuatnya kehilangan kesempatan mendengar  suara wanita itu. Ternyata sang pria membutuhkannya lebih dari sekedar  yang dia kira. Maka sejak saat itu sang wanita mengikhlaskan. Ia haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang senja, sang pria berangkat lebih dahulu menghadap Yang  Kuasa. Sang wanita tersadar, bahwa dirinya pun telah jatuh dalam adiksi  yang hebat akan berbagai diskusi yang mereka lewati, terutama di dalam  mobil. Buatnya, itu adalah momen tak tergantikan. Oleh apapun. Oleh  siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memutuskan untuk kembali belajar berkendara. Hanya dengan satu  alasan.... Agar tidak ada alasan orang lain bisa mengambil posisi sang  pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria-Wanita itu adalah dua orang yang membuat saya ada di dunia. Terimakasih kepada bunda yang telah berbagi cerita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ita&lt;/i&gt; : Anda (kata ganti orang kedua yang ditujukan buat orang yang dihormati, bahasa bima)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;nggomi&lt;/i&gt;: Kamu (kata ganti orang kedua yang ditujukan buat orang yang lebih muda, bahasa bima)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;nahu&lt;/i&gt;: Saya (kata ganti orang pertama ketika ybs berbicara orang yang lebih muda atau lebih rendah posisinya, bahasa bima)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-1184597447800072567?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/1184597447800072567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=1184597447800072567' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1184597447800072567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1184597447800072567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2010/09/kisah-seorang-wanita-yang-belajar.html' title='Kisah Seorang Wanita yang Belajar Berkendara'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-467551259804002762</id><published>2009-12-10T10:21:00.002+07:00</published><updated>2009-12-10T10:27:31.605+07:00</updated><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari NOTES &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hujan menyambut kepulangan saya ke Lombok. Saya menghirup aroma tanah dan rerumputan basah yang bersenyawa dengan udara. Segar. Ah… saya selalu mencintai hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenang masa kecil ketika dahulu di musim hujan, hampir setiap hari saya dan teman-teman bermain hujan. Kami mandi di kali yang airnya sudah sangat coklat membawa humus sehingga mata kami menjadi merah, bibir menjadi jeri, dan jemari menjadi keriput. Atau berkubang lumpur di sawah-sawah. Atau ke kebun-kebun berburu binatang-binatang hujan. Atau sekedar mengguyur badan dengan lebatnya curahan air. Buat kami, ketika itu, hujan adalah kebutuhan primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi saya meyadari satu hal baru tentang hujan. Perjalanan menuju rumah dari bandara mebuat saya melihat hal itu. Saya melihat banyak sekali orang-orang menikmati curahan air yang demikian lebat. Mereka berhujan-hujan. Laki-laki dan perempuan. Dewasa dan anak-anak. Yang bertelanjang dada atau berpakaian lengkap. Di sini, hujan punya makna lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat sekelompok remaja yang berlarian dan sesekali berputar badan. Mereka tengah berdansa dengan titik-titik air. Tidak jauh dari sana, dua orang pria paruh baya berjalan-jalan santai dalam guyuran hujan. Saya melihat bahwa dingin mulai menggigit ujung jari dan bibir mereka, tetapi siapa yang mampu menolak rayuan mesra sang hujan. Anak-anaklah yang paling bergembira. Mereka berlari-larian di atas jalan yang licin menuju sawah-sawah, ladang-ladang, atau tanah lapang. Beberapa orang anak tergelincir, namun mereka segera bangkit melanjutkan keceriaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akhirnya bisa mengingat kembali, bahwa hal ini telah terjadi sejak dahulu ketika kami kanak-kanak. Orang-orang dewasa juga berpartisipasi dalam kegembiraan musim hujan. Dan sungguh kegembiraan itu bukan euphoria atas terbebasnya dari kemarau, sebab di sini air belum pernah menjadi kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tanah ini, berhujan-hujan bukan milik anak-anak semata. Di sini, hujan memiliki daya pikat magisnya yang membuat kala demikian bijaksana mengundurkan waktu sehingga setiap orang berhak menjadi kanak-kanak kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang di sini, hujan adalah kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SyBqGso8NsI/AAAAAAAAAKI/wNB1BI2cn8k/s1600-h/hujan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SyBqGso8NsI/AAAAAAAAAKI/wNB1BI2cn8k/s200/hujan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413443415393973954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-467551259804002762?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/467551259804002762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=467551259804002762' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/467551259804002762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/467551259804002762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/12/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SyBqGso8NsI/AAAAAAAAAKI/wNB1BI2cn8k/s72-c/hujan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3798408569723605984</id><published>2009-12-09T17:23:00.000+07:00</published><updated>2009-12-09T17:24:34.632+07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Bernama Kelahiran</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dari NOTES &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kelahiran seorang anak manusia ke muka bumi adalah sebuah keajaiban. Sekian orang telah menjelaskan dari berbagai macam sisi. Para ilmuwan telah memberi penjelasan nan menakjubkan tentang proses terlahirnya manusia di dunia. Kaum spiritualis menjelaskan bahwa ada ruh ilahiyah yang belum ternoda pada tiap bayi yang lahir. Itu sebabnya mereka begitu murni dan membawa kebahagiaan. Negarawan melihat mereka sebagai masa depan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keajaiban-keajaiban itu adalah perubahan-perubahan yang dibawa bagi para orang tua. Dengan kelahiran seorang anak, seorang pria menjadi lebih tekun mencari nafkah sebab dengan kelahiran itu dia telah menjadi ayah. Atau seorang wanita yang menjelma menjadi manusia super tangguh karena dia telah menyandang predikat ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga punya kisah tentang keajaiban tentang kelahiran ini. Cerita ini saya peroleh di tahun 2003 lalu yang datang menghampiri saya tanpa terduga. Sungguh kedatangan cerita itu pada saya adalah keajaiban juga sebagaimana saya menuliskannya hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya bertemu dengan seorang pengendara taksi dan menginap di rumah beliau beberapa hari. Sungguh beliau adalah orang yang ramah. Istri beliau pun orang yang sangat bersahabat. Dengan seorang putri yang berusia sekitar setahun, saya tahu bahwa ini adalah sebuah keluarga yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika beliau itu tidak menjalankan taksinya, saya berbincang-bincang dengannya. Entah mengapa pembicaraan mengarah pada perjalanan hidup beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya,” kata beliau, ”sudah narik taksi sejak muda, Mas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Pak?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya. Tapi saya dulu nakal, Mas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nakal bagaimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya dulu suka main perempuan. Banyaklah pokoknya. Bahkan sampai saya sudah menikah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok bisa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa, Mas. Apalagi kalau perginya jauh. Kadang memang nggak pulang ke rumah sampai dua-tiga hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooh….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi semua berubah waktu anak saya lahir. Waktu saya tahu yang lahir adalah anak perempuan, saya jadi nggak ingin lagi melakukan hal-hal seperti itu. Syukurlah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah…, hebat ya, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak kok. Tetapi itu, soalnya yang lahir anak perempuan. Mungkin kalau yang lahir laki-laki saya masih seperti dulu, hahahaha….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum. Saya takjub bahwa kelahiran seseorang bisa membawa perubahan bagi orang tuanya sampai sedemikian besarnya. Perubahan sikap dan cara pandang serta keputusan untuk menjadi manusia lebih baik merupakan hal luar biasa yang belum tentu hadir setiap saat atau ke setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya segera tersadar bahwa keajaiban-keajaiban itu adalah karunia Allah. Dia Yang Mahatahu keajaiban-keajaiban apa yang akan hadir dengan kelahiran seorang laki-laki atau perempuan ke muka bumi. Dia Yang Mahasantun dan Mahalembut dalam mencurahkan keajaiban tersebut. Dan keajaiban-keajaiban itu tidak lain adalah hikmah dari peristiwa yang hadir di balik ketetapan-ketetapanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatku yang membaca notes ini, mungkin suatu saat kita perlu bertanya pada orang tua masing-masing. Bertanya tentang keajaiban-keajaiban apa yang hadir dengan kelahiran kita.&lt;br /&gt;Dan mungkin kita akan terkejut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hari ini saya menerima begitu banyak cinta, perhatian, doa. Dan itu sungguh keajaiban-keajaiban lain yang hadir dan menyapa saya. Ya Allah, ingatkan aku untuk bersyukur padamu....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3798408569723605984?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3798408569723605984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3798408569723605984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3798408569723605984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3798408569723605984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/12/keajaiban-bernama-kelahiran.html' title='Keajaiban Bernama Kelahiran'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3701184217602731850</id><published>2009-12-09T17:22:00.000+07:00</published><updated>2009-12-09T17:23:14.678+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Kisah Tentang Kepercayaan dan Pengabaiannya</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dari NOTES &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada sebuah kisah lain yang sangat saya ingat ketika duduk di bangku SMU. Kali ini kisah itu berkaitan dengan tanggung jawab dan menjaga kepercayaan. Kejadian pada tanggal 1 Februari 2001 itu adalah peristiwa paling dikenang saya dan kawan-kawan sekelas karena pada hari itu kami kehilangan hak istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kisahnya dimulai pada awal tahun ajaran, yaitu bulan Juli 2000. Itu adalah kali pertama sekaligus kali terakhir kami memperoleh seorang wali kelas yang memberikan hak istimewa kepada siswanya untuk makan di kelas dan juga berkeliling di dalam ruangan kelas pada saat jam pelajaran. Hak istimewa itu diberikan dengan beberapa syarat: tetap memperhatikan pelajaran, tidak membuat kelas menjadi kotor, dan tidak gaduh di dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hak istimewa itu, seorang kawan mendulang keuntungan dari sisi ekonomi. Dia berjualan keripik pedas yang kelak menjadi makanan favorit kami di kelas. Hanya saja kami tidak benar-benar bertanggung jawab dengan hak istimewa kami tersebut. Maka tragedi 1 Februari, begitu kami menyebut, terjadilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya beritahukan bahwa sekolah kami menerapkan sistem kelas berpindah. Jadi siswa yang berpindah, sementara guru biasanya memegang kelas tertentu. Wali kelas saya biasanya mengajar di kelas Matematika B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 1 Februari 2000 pagi menjelang siang di kelas Matematika B, ketika itu wali kelas kami mengajar kelas 2-5. Tidak seperti biasa, beliau meminta para siswanya untuk membersihkan kolong meja. Beliau menemukan hal yang mengejutkan dan membuat wajah beliau merah padam: kolong meja penuh dengan bungkus plastik keripik pedas. Tahulah beliau, bahwa siswa 3 IPA 4 yang diwalikannya yang bertanggung jawab akanhal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam terakhir hari itu adalah jam Matematika. Kami tidak tahu akan mengahadapi amukan kemarahan dari wali kelas kami. Kami masuk dan segera tahu ada sesuatu yang tidak biasa. Dan benarlah, hari itu kepala kami hanya bisa tertunduk ketika beliau meluapkan kemarahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata bahwa beliau sangat kecewa dengan apa yang telah kami perbuat. Adalah kami diberikan hak disetai dengan kewajiban yang ternyata kami abaikan. Beliau tidak menyangka bahwa hal itu dilakukan oleh siswa kelas unggulan. Beliau kecewa karena ternyata kami tidak bisa dibanggakan keunggulannya adalam menjaga kepercayaan yang diberikan. Maka hari itu keluarlah sebuah ultimatum yang sangat kami kenang, bahkan hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mulai hari ini,” kata wali kelas kami itu, “saya melarang kalian makan di dalam kelas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sejak hari itulah, kami tidak pernah lagi merasakan hak istimewa kami itu lagi. Adapun kelas lain yang diajar beliau, hak istimewa itu tetap berlaku. Sanksi adalah buat pelaku. Imbasnya juga terjadi buat keripik yang dijual teman saya itu. Penjualan yang bersangkutan menurun walau tidak terlalu parah. Bagaimanapun kripiknya telah menjadi favorit kami, sehingga kami tetap membelinya di luar jam pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali mengenang hal itu, saya tersenyum. Saya mendapat pelajaran berharga hari itu. Pelajaran bagaimana memelihara amanah. Ketika suatu kepercayaan dilanggar akan ada dampak yang lebih besar besar yang tidak menyenangkan. Buat diri sendiri, bahkan juga orang lain. Saya percaya bahwa teman-teman saya yang lain juga belajar hal yang luar biasa hari itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3701184217602731850?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3701184217602731850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3701184217602731850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3701184217602731850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3701184217602731850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/12/sebuah-kisah-tentang-kepercayaan-dan.html' title='Sebuah Kisah Tentang Kepercayaan dan Pengabaiannya'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7467067774551566561</id><published>2009-12-09T17:20:00.000+07:00</published><updated>2009-12-09T17:21:50.307+07:00</updated><title type='text'>Tentang Kesalahan dan Amarah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dari NOTES &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada pelajaran lain yang tidak kalah berharga dari kisah yang saya sebutkan dalam notes sebelumnya (Pelajaran Tentang Harga Diri). Mungkin sudah bisa ditebak, hal ini berkaitan dengan menyikapi suatu kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah saya yang sebelumnya tentang penyontekan itu, membuat saya melihat dua sosok bijaksana. Mereka adalah guru kimia dan guru matematika saya. Respon mereka dalam menyikapi kecurangan salah seorang anak didiknya adalah sesuatu yang sangat luar biasa menurut saya. Kemarahan mereka tidak membuat mereka hilang akal. Saya melihat mereka sangat memahami makna mendidik. Merespon suatu kesalahan sepatutnya dalam rangka mendidik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan mulai dari sesuatu yang saya pelajari dari guru kimia saya. Beliau adalah yang menyaksikan kesalahan kami. Buat saya, beliau berhak untuk memberikan hukuman atau menumpahkan kemarahan. Akan tetapi, beliau tidak melakukan hal tersebut dan malah meminta orang lain yang melakukan hal tersebut. Ini permasalahan moral yang perlu mendapat penanganan yang tepat. Beliau bukan tidak mampu melainkan akan lebih baik menyerahkan urusan kami kepada seseorang yang mungkin lebih didengar oleh kami. Beliau ingin mendidik kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran berikutnya adalah dari guru matematika yang juga adalah wali kelas kami. Saya melihat, tanggung jawab beliau sebagai guru, pendidik, dan wali kelas bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Memadukan agar para siswa menjadi seseorang yang pandai sekaligus berakhlak bukan perkara mudah. Dan ketika permasalahan menyontek itu diserahkan kepadanya, beliau masih harus mempertimbangkan bahwa kami adalah seseorang yang sedang memperoleh pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau marah, karena beliau layak untuk marah. Beliau marah, karena beliau menyayangi kami. Beliau marah, tetapi bukan meghakimi orang tertentu. Beliau marah, tetapi tidak mempermalukan. Beliau marah, tetapi dengan proporsi: tegas juga lembut. Beliau marah, tetapi kami belajar sesuatu dari kemarahannya. Beliau marah, karena beliau menyayangi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyadari bahwa ketergelinciran-ketergelinciran diri sendiri dan juga orang lain bisa diwujudkan dalam bermacam respon emosi. Seseorang bisa memilih marah membabi buta. Seseorang bisa memilih untuk mempermalukan orang lain. Seseorang bisa memilih membalas kesalahan orang lain dengan sesuatu yang lebih buruk. Seseorang bisa memilih untuk memberikan respon apapun dealam kemarahannya. Akan tetapi, saya belajar bahwa seseorang juga bisa memilih untuk menyikapi suatu kesalahan dengan memberikan suatu pengajaran. Kesalahan adalah gerbang bagi orang-orang yang mau belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dan memberikan pengajaran atas sebuah kesalahan, siapa yang bersedia melakukan itu? Saya berdoa menjadi salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7467067774551566561?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7467067774551566561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7467067774551566561' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7467067774551566561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7467067774551566561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/12/tentang-kesalahan-dan-amarah.html' title='Tentang Kesalahan dan Amarah'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-6344160355931424882</id><published>2009-12-09T17:19:00.001+07:00</published><updated>2009-12-09T17:20:50.686+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Tentang Harga Diri</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dari NOTES &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya teringat akan suatu pelajaran penting dalam hidup saya beberapa tahun yang lalu. Ketika itu saya masih duduk di bangku SMU. Demikian berpengaruhnya pelajaran itu dalam jiwa saya sehingga pengalaman ketika saya memperoleh pelajaran tersebut selalu menjadi jangkar saya untuk senantiasa mengoreksi diri, apakah saya berada pada track yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya dan teman-teman menghadapi ulangan harian untuk mata pelajaran Kimia. Kami mengerjakan sejumlah soal-soal yang cukup sulit ketika itu. Rupanya, tidak semua orang cukup bersabar untuk mengerjakan soal-soal tersebut. Salah seorang di antara kami menyontek ketika guru kimia kami keluar beberapa saat dari kelas. Ternyata hal itu dilihat oleh guru kimia kami tersebut dari jendela belakang ketika hendak kembali ke kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih memanggil anak tersebut, guru kimia saya memberi tahukan kejadian itu kepada wali kelas kami. Kami tidak tahu bahwa pada hari itu kami akan menghadapi kemarahan terbesar sepanjang sejarah belajar kami di sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam terakhir adalah jam Matematika. Wali kelas kami masuk dengan wajah masam dan kami segera merasakan atmosfer yang berbeda. Benar rupanya, wali kelas kami menumpahkan badai kemarahan kepada kami atas peristiwa penyontekan itu. Beliau bertanya kepada kami, di mana kami meletakkan harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terperangah. Harga diri? Ini adalah suatu kosa kata yang kerap kali saya dengar namun saya tidak benar-benar paham akan artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata, ”Apa yang kalian lakukan ini sama dengan menjual harga diri kalian layaknya barang dagangan di pasar Kebon Roek sana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sepatutnya kalian menggantungkan kejujuran kalian setinggi bintang di langit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau senantiasa memakai kata kalian kepada kami walaupun pelaku penyontekan itu hanya satu orang. Buat beliau, ini bukan tentang satu orang tersebut. Ini adalah tentang KAMI. Beliau merasa kecewa atas ketidakjujuran kami. Beliau merasa sedih atas sikap kami yang tidak bisa memberikan yang terbaik buat diri sendiri. Menyontek adalah kekalahan karena saat itu kejujuran dan harga diri terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, kami diam seribu bahasa. Semua bermain dengan pikiran masing-masing. Untuk kali pertama saya mulai mengerti tentang makna harga diri. Harga diri adalah tempat di mana saya memilih untuk menjadi sesuatu atau sesuatu yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya memilih menjadi jujur atau berdusta!?&lt;br /&gt;Apakah saya memilih amanah atau pengkhianatan!?&lt;br /&gt;Apakah saya memilih kesabaran atau jalan pintas!?&lt;br /&gt;Apakah saya memilih menjadi diri sendiri atau hidup dalam kendali orang lain!?&lt;br /&gt;Apakah…&lt;br /&gt;Apakah…&lt;br /&gt;Apakah…&lt;br /&gt;Apakah saya memilih sebagai seorang pemenang atau pecundang!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman hari itu masih berbekas luar biasa pada diri saya. Menurut saya, wali kelas kami telah bertindak bijaksana dengan tidak membuka aib kawan kami atau menghukum atau sekedar menasehati yang bersangkutan secara tertutup. Lebih dari itu beliau memberikan pelajaran berharga buat setiap anak didiknya. Sampai hari ini pun kami tidak pernah tahu siapa pelaku penyontekan itu. Buat kami itu tidak penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran itu senantiasa mengingatkan saya bagaimana harus bersikap apapun peran saya. Bukan untuk menjadi lebih dari orang lain, sebab standardisasi saya tidak tergantung standardisasi orang lain. Saya tidak berkompetisi dengan orang lain. Jauh lebih berat dari itu, saya bertarung. Bertarung dengan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga buat saya dan saya rasa cukup pantas untuk dibagi. Semoga bisa menjadi pelajaran juga buat siapapun yang membaca.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-6344160355931424882?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/6344160355931424882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=6344160355931424882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6344160355931424882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6344160355931424882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/12/pelajaran-tentang-harga-diri.html' title='Pelajaran Tentang Harga Diri'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-6091179715830129196</id><published>2009-12-09T17:16:00.000+07:00</published><updated>2009-12-09T17:17:28.549+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Insight Tentang Doa</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dari NOTES &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Suatu ketika saya mendapat sebuah insight tentang doa. Ini mungkin bukanlah tentang doa yang demikian hebatnya, sebaliknya ini adalah tentang doa yang sangat sederhana. Terlalu sederhana mungkin, bahkan untuk diceritakan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kepulangan saya bersama adik sepupu dari sholat tarawih dari rumah salah seorang ustadz adalah bagaimana kisah ini terkuak. Sepupu saya itu membonceng saya dengan motor tua menerobos pekat malam. Dalam perjalanan itu, kami melihat seorang pengendara sepeda berkendara dengan santai. Kami mengenalinya. Dia adalah sahabat kami yang sangat baik dari acara pengajian yang biasa kami hadiri. Adik saya memberi tanda kepada sahabat itu dengan bunyi klakson. Sepatutnya kami menutur salam sebagaimana adab, tetapi kondisi kami di jalan raya membuat kami hanya bisa memberi tanda dengan klakson. Dan kami berlalu mendahului sahabat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahu nggak Dae Ilham?” Sepupu saya bergumam samar di antara deru ringkih motor yang kami kendarai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahu apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doanya Fulan (sahabat kami itu) dikabulkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok tahu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia pernah berdoa agar diberikan sepeda supaya bisa lebih rajin pergi ke pengajian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat cerita serupa dari seorang kawan pengajian yang bertandang ke rumah saya beberapa hari sebelumnya tentang seseorang kawannya yang diberikan kemudahan menuntut ilmu agama dengan sepedanya yang tidak lain adalah buah dari doanya. Saya akhirnya menyimpulkan bahwa kisah kawan itu tidak lain adalah kisah tentang Fulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fulan dahulunya adalah seorang remaja laki-laki pada umumnya di daerah saya. Pertarungan menemukan jati diri telah mengantarkan dirinya menjadi preman kampung. Hari-harinya dihabiskan dengan berkumpul bersama kawan-kawannya, merokok, dan melakukan hal-hal kontraproduktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah telah menetapkan dia memperoleh hidayah. Dia mulai mengikuti kajian-kajian ilmu dan menyadari apa yang dilakukannya selama ini ternyata keliru. Perubahan besar terjadi, dia mulai meninggalkan rokoknya dan bekerja walau sekedar serabutan sebagai kuli bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangatnya yang menggebu untuk mencari pehaman agama yang benar juga untuk memenuhi kebutuhan hidup dibatasi oleh fasilitas yang serba kurang. Setiap hari dia mesti berjalan kaki untuk ke tempat kerja. Juga untuk pergi ke pengajian, dia harus menempuh beberapa kilometer. Kadang-kadang dia beruntung dibonceng oleh kawannya yang memiliki motor dan menuju tempat yang sejalur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut membuatnya berdoa agar Allah berkenan memberikannya sepeda. Dia cuma meminta sepeda agar lebih bersemangat dalam menggapai faidah ilmu agama. Dia tidak meminta motor karena khawatir justru terjerumus pada hal-hal yang justru kurang baik, seperti ngebut-ngebutan atau pergi ke tempat-tempat yang kurang pantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kami melihat ALlah mengabulkan doa Fulan. Beberapa waktu berselang, dia memperoleh sepeda dari seseorang. Saya lupa, apakah sepeda itu diperolehnya sebagai hadiah atau dibelinya dengan harga yang sangat murah sehingga tidak ada rasa berat dari sisi ekonomi ketika dia memperoleh sepeda itu. Dan yang saya saksikan bahwa Fulan memenuhi janjinya. Sepeda itu dipakainya untuk pergi bekerja dan ke pengajian saja. Dia pun telah bertransformasi menjadi seseorang yang demikian lemah lembut, santun, dan low profile. Sungguh, saya tidak melihat ada sisa-sisa dari masa lalunya yang dikenal sebagai preman kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat itu semua, saya hanya bisa terpekur dalam perjalanan pulang tarawih malam itu. Sebuah doa sederhana yang ditujukan hanya untuk menambah ketaatan kepada Rabb semesta alam, adakah yang lebih syahdu dari hal ini? SubhanaLlah, ALlahu akbar…. Saya iri!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-6091179715830129196?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/6091179715830129196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=6091179715830129196' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6091179715830129196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6091179715830129196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/12/sebuah-insight-tentang-doa.html' title='Sebuah Insight Tentang Doa'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2590898715495254237</id><published>2009-12-09T17:11:00.002+07:00</published><updated>2009-12-09T17:15:12.694+07:00</updated><title type='text'>Romadhon Punya Cerita</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dari NOTES &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Romadhon lalu meninggalkan bermacam pengalaman buat saya. Saya mengalami menjalani hari-hari Romadhon di sejumlah tempat: Lombok, Bandung, Malang, Bima, dan sebagian kecilnya di dalam perjalanan menuju tempat-tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari pertama saya lalui di tanah kelahiran saya di Lombok. Pengalaman paling berkesan dari hari-hari awal romadhon adalah sholat tarawih. Pada dasarnya sholat tarawih yang saya ikuti ini sama saja dengan sholat tarawih-sholat tarawih lain di masjid-masjid, perbedaannya adalah pada imamnya. Sang imam adalah seseorang yang sangat belia, saya menaksir usianya sekitar tiga belas atau empat belas tahun. SubhanaLlah, saya terkesima…. Bukan saja oleh sang imam tetapi juga oleh penerimaan takzim para makmum kepada imam muda itu. Seketika itu, saya merasa mencintai imam kecil itu, karena saya bisa merasakan keikhlasannya. Kefakihan, kealiman, dan bahkan kepemimpinan memang sepatutnya diukur dari ilmu, bukan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam hari berikutnya saya habiskan di kota Bandung karena ada beberapa hal yang perlu diurus dengan sejumlah dosen. Bandung, saya selalu mencintai kota ini! Di sini saya senantiasa merasakan hangatnya persahabatan. Saya juga menjadi dari sekian orang yang merasakan gempa Tasikmalaya. SubhanaLlah, pengalaman gempa kedua kali ini saya masih saja terkesima. Ketika gempa itu terjadi, saya tidak segera keluar dari kamar kost dan malah berpikir ketika itu. “Betapa getaran gempa ini bisa bermakna maut namun persiapan apa ketika maut itu benar-benar datang menghampiri saya.” Saya tahu, respon saya menghadapi potensi bencana ketika itu keliru, tetapi dorongan saya untuk berpikir demikian kuat ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum meninggalkan Bandung, hari Jum’at menjelang sholat ashar, saya dimintai tolong oleh TU Fakultas untuk mencari seorang mahasiswa (junior) yang nyaris DO. Ini adalah tahun terakhirnya. Saya berpikir, “ah, mengapa saya yang mesti dimintai tolong?” Waktu demikian sempit buat saya untuk bisa menemukan mahasiswa tersebut dan saya sudah harus pulang keesokan harinya. Pun Sabtu, kegiatan akademik libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus junior saya ini begitu aneh. Dia nyaris DO padahal memiliki IPK tertinggi di angkatannya! Teman seangkatannya sudah menyerah untuk mengingatkan dia. Para dosen juga diabaikannya. Insting saya membawa saya ke asrama tempat tinggalnya. AlhamduliLlah saya bertemu dengannya. Biasanya orang sulit bertemu dia. Saya merasa beruntung. Akhirnya saya ngobrol dengan dia dan mengajak dia segera ke kampus. Tidak biasanya, saya berbicara dengan determinasi yang lebih dalam daripada biasanya. Hari itu juga saya ajak dia bertemu pembimbing, staf TU, dan Kepala Prodi. Ternyata dia cuma punya waktu lima hari efektif untuk menyelesaikan tugas akhirnya karena dosen pembimbingnya sudah tidak di Bandung di akhir pekan berikutnya. Yang lebih ajaib, dia minta topic baru. Memang topik baru yang dia minta lebih mudah dari topik sebelumnya, tetapi buat saya itu seperti tawaran bunuh diri secara sukarela. Saya tidak habis pikir. Tetapi saya hanya diam karena merasa tugas saya cuma membuka jalan untuk bisa menyelesaikan studinya dan bukan untuk mengatur harus begini atau begitu. Pilihan ada di tangannya. Saya Cuma menghubungi beberapa teman di program studi untuk bisa memantau ybs. Saya tidak tahu apakah dia berhasil atau tidak dengan kondisi yang demikian mencekik, sampai beberapa hari lalu saya mendapat informasi dia bisa diwisuda Oktober ini. ALlahu akbar… saya merasa beruntung mengambil kesempatan untuk bisa mendukung seseorang walaupun hanya tiga jam saja. Berita wisuda junior saya itu menjungkalkan perasaan saya akan kemusykilan kasusnya. Saya diingatkan kembali untuk jangan pernah berhenti berjuang ataupun memberi dukungan walaupun perjuangan dan dukungan itu secara kasat mata adalah sesuatu yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Bandung, saya menuju Malang. Saya di sana selama empat hari. Saya menjenguk kakak laki-laki dari ibu saya. Beliau sudah sangat sepuh, menjelang sembilanpuluhan. Di awal romadhon beliau mendapat stroke ringan. Saya mendapat kabar bahwa ketika serangan stroke itu datang, setengah bagian tubuh beliau tidak bisa bergerak dan tidak mampu berbicara. AlhamduliLlah, penanganan yang cepat bisa meredam serangan itu. Ketika saya datang, beliau sudah mampu berjalan dan berbicara. Belia bahkan pergi ke rumah temannya dengan berjalan kaki. Beliau juga sudah mulai menasihati saya juga bercerita tentang kisah masa mudanya. Saya menikmati cerita-cerita dan nasihat beliau karena saya merasa punya cukup banyak waktu untuk mendengar beliau. Saya merasa bahwa didengarkan telah menjadi kebutuhan yang makin penting di usia senja beliau, tetapi sayang kebutuhan itu tidak selalu bisa terpenuhi. Ada seberkas rasa sedih dalam hati saya… Ini membuat saya teringat dengan ibu yang kini juga makin terlihat jejak-jejak usia tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hari berikutnya saya kembali ke Lombok. Sahabat-sahabat lama saya sudah mulai mudik. Senang rasanya bertemu mereka. Menarik melihat bahwa delapan tahun telah membentuk manusia-manusia yang berbeda. Perbedaan nilai dan cara pandang adalah yang membuat mereka kini berbeda. Mereka menjadi lebih dewasa, penuh pertimbangan, dan menghidupkan suasana dengan kelakar-kelakar yang juga berbeda dengan apa yang ada pada masa SMU dulu. Saya berpikir! Di manakah saya? Apakah saya juga telah menjadi orang lain? Ah, perubahan memang suatu keniscayaan, bukan? Akan tetapi, bagaimanapun, saya mencintai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hari kemudian saya berada di Bima, tanah kelahiran orang tua. Di sini saya mengalami berbagai pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya merasa menjadi anak-anak kembali karena melakukan banyak hal yang berbeda. Di sini saya ikut memanen kedelai, membuat garam, melihat tambak yang sedang paceklik karena air menjadi pahit (terlalu asin), mengambil bebek (untuk dimakan malam harinya), mencari mangga malam hari untuk dibuat rujak (yang membuat sakit perut keesokan harinya), dan bercerita tentang teknologi pesawat. Semua itu saya lakukan bersama dengan anak-anak yang usianya jauh di bawah saya. Keceriaan, rasa ingin tahu, antusiasme anak-anak memang senantiasa membuat saya merasa lebih hidup dan penuh imajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O iya, dalam perjalanan dari kota Bima ke kampung ayah dan ibu saya, ada suatu pemandangan menarik. Dalam bis sesak yang kami tumpangi, bukan pedagang asongan atau pengamen yang saya lihat, melainkan wanita-wanita penjaja ikan bandeng. Ikan-ikan itu ditawarkan dalam piring-piring kaleng seharga sepuluh ribu rupiah di dalam bis. Alhasil pengap ruang bis bercampur juga dengan amis ikan. Coba tebak, berapa ikan yang bisa diperoleh dengan sepuluh ribu rupiah? Satu piring yang dijajakan terdiri dari empat atau lima ekor ikan seukuran lebih kurang 20-25 cm. Murah ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan itu juga, saya melihat bukit-bukit kecil berwarna putih berkilau di atas petak-petak tanah. Itu adalah garam yang siap dipanen. Garam tersebut dipasarkan dalam karung-karung berwarna biru tua. Harga garam itu hanya lima ribu rupiah. Suatu kali, bersama bibi saya, kami meminta garam sekantong plastik besar pada seorang petani garam. Gratis!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana pula saya melihat penambang pasir di muara sungai yang kulitnya tidak lagi legam melainkan berwarna tembaga. Mungkin karena panas matahari telah menempa kulit itu selama bertahun-tahun. Saya juga menyaksikan kapal kecil yang dibongkar-muat. Produk-produk lokal pulau-pulau sekitar, semisal kelapa ,kopi, dan pisang, memang kerap diturunkan di muara sungai desa kami itu. Saya diceritakan bahwa kerap kali kapal-kapal kecil itu datang dari Flores atau Sumba. Kesannya memang seperti pelabuhan ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bima juga, saya melihat elang-elang laut yang berwarna putih yang makin jarang populasinya. Saya juga diberitahu bahwa alam telah banyak berubah. Saya diceritakan bahwa dahulu teripang-teripang seukuran betis orang dewasa banyak ditemui di bibir pantai dan bahkan masuk ke pematang-pematang tambak. Demikian juga sejenis rumput laut yang hidup di air payau dan beberapa jenis molusca layak konsumsi sudah tidak terlihat lagi di pantai itu. Pengolahan lahan tambak memang tidak seperti dahulu yang serba tradisional. Banyaknya pemakaian obat di tambak-tambak tersebut mungkin telah menggerus keseimbangan ekosistem di sana. Sayang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-29 Romadhon, saya sudah kembali berada di Mataram dengan membawa sisa lelah dan tanda tanya. Apakah ini adalah hari terakhir romadhon atau masih harus berpuasa sehari lagi keesokan harinya. Ternyata hari itu adalah hari terakhir puasa. Dan keesokan hari, ied kami dianugerahi hujan deras! AlhamduliLlah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2590898715495254237?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2590898715495254237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2590898715495254237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2590898715495254237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2590898715495254237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/12/romadhon-punya-cerita.html' title='Romadhon Punya Cerita'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5545820123937264491</id><published>2009-12-09T17:03:00.002+07:00</published><updated>2009-12-09T17:10:53.343+07:00</updated><title type='text'>Menulis Lagi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Setelah beberap tulisan ditampilkan melalui &lt;em&gt;NOTES &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?ref=profile&amp;amp;id=703236394"&gt;facebook&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;, akhirnya memutuskan untuk menulis di blog ini lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sayang kalau ditinggalkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk awalnya, beberapa tulisan di &lt;em&gt;NOTES &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?ref=profile&amp;amp;id=703236394"&gt;facebook&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; saya tampilkan lagi dalam &lt;em&gt;posts&lt;/em&gt; berikut setelah ini.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5545820123937264491?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5545820123937264491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5545820123937264491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5545820123937264491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5545820123937264491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/12/menulis-lagi.html' title='Menulis Lagi'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-1231742912875552402</id><published>2009-06-23T21:29:00.005+07:00</published><updated>2009-06-23T22:02:14.206+07:00</updated><title type='text'>Cahaya yang Menyesatkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat menarik melihat perilaku serangga malam yang biasa berputar-putar di sekitar lampu yang menyala. Ketika duduk di bangku smp dahulu, saya baru tahu bahwa serangga itu berputar-putar bukan karena tertarik pada cahaya lampu tersebut melainkan tersesat olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ranah metafora, fenomena itu terjadi juga pada manusia. Banyak yang tersesat oleh cahaya atau bahkan terbutakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir terkadang memang bukan kegelapan pekat yang menyesatkan melainkan oleh cahaya-cahaya artifisial yang melenakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-1231742912875552402?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/1231742912875552402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=1231742912875552402' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1231742912875552402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1231742912875552402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/06/cahaya-yang-menyesatkan.html' title='Cahaya yang Menyesatkan'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-888619728263831611</id><published>2009-06-21T08:55:00.002+07:00</published><updated>2009-06-23T22:02:50.892+07:00</updated><title type='text'>Kepedulian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya banyak hal yang tersampaikan semalam kepada seorang teman. Saya katakan tersampaikan karena semua terjadi secara tidak sengaja, kecuali pertemuan yang memang saya niatkan. Ya, saya memberi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feedback&lt;/span&gt; pada sahabat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, saya bingung (atau lebih tepat takjub). Dari mana semua tutur itu bersumber?&lt;br /&gt;Kata seorang sahabat yang lain, sumbernya adalah KEPEDULIAN.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-888619728263831611?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/888619728263831611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=888619728263831611' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/888619728263831611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/888619728263831611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/06/kepedulian.html' title='Kepedulian'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2798882758912327</id><published>2009-06-18T20:44:00.004+07:00</published><updated>2009-06-18T21:03:02.069+07:00</updated><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya menanti Juli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari bulan tersebut. Saya cuma ingin pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menghirup aroma rumah yang pekat dengan dongeng; harfiah maupun metafora! Dan rindu  bertemu dengan setiap pendongengnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2798882758912327?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2798882758912327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2798882758912327' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2798882758912327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2798882758912327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/06/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2518434149500691679</id><published>2009-04-11T21:25:00.003+07:00</published><updated>2009-04-11T21:36:16.198+07:00</updated><title type='text'>Tulisan ke Seratus</title><content type='html'>Menulis?&lt;br /&gt;Ini tulisan yang ke seratus di blog ini!&lt;br /&gt;Terus terang berat memulai lagi setelah 'badai' menguras sebagian besar energi saya.&lt;br /&gt;Saya ingin beristirahat sejenak dalam masa tenang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ Sebenarnya masa tenang ini teralau tenang, sehingga saya bingung bagaimana harus &lt;em&gt;merasa &lt;/em&gt;saat badai berlalu. Dan, mungkin, ini yang membuat saya enggan! ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ Ingin lebih 'saya' di tulisan ke seratus satu! ]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2518434149500691679?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2518434149500691679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2518434149500691679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2518434149500691679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2518434149500691679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/04/tulisan-ke-seratus.html' title='Tulisan ke Seratus'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7073753410582406750</id><published>2009-03-10T22:35:00.006+07:00</published><updated>2009-03-10T22:40:45.595+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Jum'at: Persaudaraan Umat Islam?</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya (hanyalah) orang-orang mu’min itu bersaudara”.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Hujuraat :10)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah sebuah pernyataan yang jelas dari Allah bahwa orang-orang yang beriman adalah saudara. Mereka dipersaudaraakan oleh ikatan yang demikian kuat, yaitu keimanan kepada Allah. Maka apa yang membuat realita cenderung berkebalikan dari firman Allah ini? Bukankah banyak saudara-saudara yang muslim dan sedarah berseteru akibat warisan? Atau mereka yang menjadi bermusuhan karena berbeda partai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang terjadi di masyakat saat ini menunjukkan bahwa persaudaraan antar umat muslim berada di titik kritis. Dan satu hal yang dipertanyakan dari kondisi ini adalah bagaimana sesungguhnya keimanan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas sangat jelas menerangkan bahwa persaudaraan itu adalah milik orang-orang beriman. Maka di manakah keimanan kita ketika tiada dalam hati terbersit rasa persaudaraan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesungguhnya boleh jadi ini disebabkan oleh semakin jauhnya umat islam dari islam itu sendiri. Pengajian-pengajian yang beberapa tahun lalu marak telah kehilangan cahayanya. Kebanyakan manusia memilih untuk menghabiskan waktunya dalam kesibukan dan kesenangan dunia. Dahulu pada pagi hari setelah subuh, di setiap rumah bisa dipastikan terdengar ceramah subuh baik yang disiarkan televisi atau radio, dan sekarang yang terjadi kebanyakan tertidur atau bahkan menonton acara gosip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kesyirikan yang begitu luas juga melanda. Kisah Ponari dan batu bertuahnya menunjukkan betapa lemahnya iman bangsa ini. Banyak manusia telah lupa siapa sesungghnya yang memberi manfaat dan mendatangkan mudhorot. Allah ditinggalkan demi memburu tuah benda yang sangat rendah. Naudzubillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi rawan persaudaraan muslim ini tampaknya akan semakin sengit di masa menjelang pemilihan umum ini. Dalam sebuah keluarga bisa jadi ada beberapa simpatisan partai/caleg dan ini anehnya membuat hubungan keluarga menjadi renggang. Anak bisa berdebat kasar dengan ayahnya berbeda partai. Suami dan istri bisa saling mendiamkan karena berbeda calon presiden. Belum lagi di luar, ketika para simpatisan partai atau caleg yang satu membuat kerusakan pada media kampanye partai atau caleg yang lain. Kampanye tidak saja menjadi ajang berboros-boros partai atau caleg, tetapi juga membuka gerbang permusuhan yang kian melebar di kalangan bawah. Dan para petinggi partai/caleg masih belum bisa melakukan kampanye yang cerdas untuk menunjukkan kualitasnya sekaligus bisa meredam permusuhan di kalangan akar rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, akankah kita terjebak?&lt;br /&gt;Sekali lagi, kita masih bersaudara '&lt;em&gt;kan&lt;/em&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Dari khutbah Jum'at pekan lalu)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7073753410582406750?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7073753410582406750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7073753410582406750' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7073753410582406750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7073753410582406750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/03/refleksi-jumat-persaudaraan-umat-islam.html' title='Refleksi Jum&apos;at: Persaudaraan Umat Islam?'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2133923315825079103</id><published>2009-03-10T21:36:00.003+07:00</published><updated>2009-03-10T21:45:03.052+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Jum'at: Amalan dan Balasannya</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;“Dan jika kamu berbuat kebaikan, maka kamu berbuat kebaikan untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kamu sendiri yang akan menderita”.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Isra: 7)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada suatu ketika, ada seorang tukang kayu yang sangat rajin. Hal tersebut menyebabkan sang majikan di perusahaan tempat dia bekerja sangat menyayangi dan mempercayainya. Waktu berganti waktu, hingga ketika si tukang kayu merasa sudah saatnya untuk menikmati hari tua, dia meminta ijin pada sang majikan untuk berhenti. Sang majikan berkeras untuk menahan si tukang kayu. Akan tetapi tukang kayu itu tidak kalah berkeras untuk berhenti. Maka pada akhirnya sang majikan mengijinkan dengan satu syarat: tukang kayu itu harus membuat rumah buat sang majikan sebagai pekerjaan terakhir buat sang majikan. Akhirnya si tukang kayu setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang kayu tersebut mengerjakan tugas terakhirnya. Akan tetapi, berbeda dengan sebelumnya, ia mengerjakan tugasnya dengan setengah hati. Pikirannya selalu melayang pada masa tua yang sebentar lagi akan dinikmatinya. Akhirnya rumah tersebut selesai, tetapi dengan kualitas yang tidak istimewa. Dia segera menemui sang majikan dan menyampaikan bahwa ia sudah menyelesaikan pekerjaannya. Sang majikan berkata, "Rumah itu untuk kamu sebagai balasan kerja keras kamu selama ini." Maka alangkah menyesalnya tukang kayu tersebut ketika menyadari apa yang dikerjakannya tadi sejatinya adalah untuk dirinya sendiri. Ia berangan-angan seandainya pekerjaan membangun rumah tadi dia lakukan dengan sungguh-sungguh maka ia akan memperoleh sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang diperolehnya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi di atas pada dasarnya mirip dengan apa yang disampaikan oleh allah lewat perkataanNya seperti yang telah dikutipkan pada awal tulisan ini. Sejatinya, balasan kebaikan akan kembali pada siapa yang melakukan kebaikan tersebut. Demikian pula sebaliknya, hasil dari kejahatan akan kembali pada pelakunya. Satu hal yang berbeda dari kisah di atas, Allah telah memberi gambaran jelas bahwa kebaikan bermuara pada balasan ini dan itu dalam banyak ayat-ayatNya. Sayangnya banyak manusia yang masih luput membaca dan mengetahui hal ini karena enggan untuk membaca ayat-ayat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kebaikan-kebaikan apa yang bisa mengantarkan seseorang memperoleh balasan yang baik? Jawabannya bisa dirangkum menjadi tiga poin utama, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Membersihkan akidah&lt;br /&gt;Kejahatan terbesar di muka bumi adalah syirik kepada Allah. Sayangnya justru hal ini yang marak terjadi di muka bumi. Seseorang bisa menyatakan keprihatinannya ketika darah dialirkan, tetapi tidak untuk fenomena-fenomena kesyirikan. Salah satu contoh paling nyata adalah fenomena Ponari dan batu bertuahnya. Bukankah ini sama saja dengan yang terjadi di jaman nabi-nabi dahulu ketika orang-orang menyembah batu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kebaikan yang perlu diciptakan seorang muslim adalah membersihkan kesyirikan. Bukankah Allah telah berfirman tentang besarnya dosa syirik?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. An Nisaa’ : 48, 116)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperbaiki kualitas ibadah&lt;br /&gt;Sesungguhnya diterimanya ibadah dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu ikhlas dan sesuai dengan petunjuk rasulullah. Maka sangat penting pengetahuan dalam hal beribadah ini.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyempurnakan akhlak&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) berada pada akhlaq yang agung "&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Q.S Al-Qolam: 4)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sungguh pada diri raulullah saw. ini terdapat suri tauladan. Sepatutnya seorang yang beriman mencontoh beliau dalam perkara akhlak ini karena tiada lain apa yang ditunujukkan rasulullah saw. tidak lain adalah cerminan Al-Quran jua. Aisyah mendiskripsikan Rasulullah SAW sebagai Al Qur`an berjalan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Akhlak Rasulullah SAW adalah Al Qur`an." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(H.R.Bukhari)&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Dari khutbah Jum'at dua pekan lalu)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2133923315825079103?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2133923315825079103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2133923315825079103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2133923315825079103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2133923315825079103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/03/refleksi-jumat-amalan-dan-balasannya.html' title='Refleksi Jum&apos;at: Amalan dan Balasannya'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-4847159454087203032</id><published>2009-03-10T21:20:00.002+07:00</published><updated>2009-03-10T21:35:52.447+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Pengajian Siaware: Menuntut Ilmu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beranekan macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya, dan ada (pula) yang hitam pekat.&lt;br /&gt;"Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata, dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesunnguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha pengampun.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tiada merugi,&lt;br /&gt;"Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha mensyukuri." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS. Fathir: 27-30)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Ilmu memegang peranan penting dalam beragama. Mengapa? Karena ilmu menjadi landasan penting dalam beragama. Akan tetapi sebelum membahas lebih jauh soal peranan ilmu ini, perlu diketahui apa sesungguhnya ilmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilmu didefinisikan sebagai mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaannya. Ilmu yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadits maka itu disandarkan pada ilmu agama atau syar'i. Imam Syafi'i menyatakan bahwa ilmu (syar'i) adalah setiap ilmu yang berdasarkan firman Allah dan sunnah RasuluLlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hukum menuntut ilmu (syar'i) adalah wajib sesuai dengan keadaannya. Adapun maksud wajib sesuai keadaan ini adalah bahwasanya kewajiban itu tergantung kondisinya. Ada ilmu yang mutlak seluruh umat Islam mengetahuinya semisal tatacara thoharoh, beribadah, membaca Al-Qur'an denga benar. Ada pula ilmu yang cukup diketahui sebagian saja semisal ilmu tafsir dan ilmu hadits. Pentingnya berilmu atau menuntut ilmu tertera dalam hadits Rasulullah:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam" &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ilmu ini, manusia dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ahlul 'Ilmi/Ulama&lt;/em&gt;, yaitu seseorang yang dapat mengambil kesimpulan dari ilmu yang dimilikinya.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Tholib&lt;/em&gt;, yaitu seseorang yang mengkhususkan untuk mencari ilmu.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ammatul Ummah&lt;/em&gt;, yaitu orang awam yang baginya tetap terkena kewajiban menuntut ilmu. Golongan awam ini sendiri punya kriteria minimal yang mesti dipenuhi. Syaikh Bin Baz menulis sebuah kitab yang berisi hal-hal minimal yang perlu diketahui seorang muslim, di antaranya memahami Al Fatihah dan surat-surat pendek (juz 'amma), sampai pada penyelenggaraan jenazah. Kitab tersebut berjudul &lt;em&gt;Dursu Al Awwal Li-awaami Al Ummah.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kembali pada pembahasan peranan ilmu, maka apakah keutamaan dari ilmu (syar'i) itu? Insya Allah, jawabannya sangat banyak sekali, antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ilmu merupakan amal jariyah. RasuluLlah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apabila anak adam mati, maka terputuslah segala amal kecuali tiga perkara ; Shadaqoh jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang senantiasa mendoakan orang tuanya ”. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(H.R Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits tersebut shodaqoh jariyah dibedakan dengan ilmu yang bermanfaat, maka pembedaan tersebut menunjukkan keutamaan ilmu karena sesungguhnya amal jariyah yang paling jelas adalah mengamalkan ilmu. Seseorang melakukan suatu amalan berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Tentu saja ilmu tersebut akan menjadi amal kebaikan yang menghasilkan pahala jika disertai niat serta tujuan dari pengamalan ilmu tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ilmu merupakan landasan dalam beramal. Seperti yang telang diungkapkan sebelumnya, bahwa landasan dalam beramal adalah ilmu selain ikhlas. Suatu amal diterima oleh Allah disebabkan oleh terpenuhinya dua syarat yaitu ikhlas dan sesuai dengan petunjuk RasuluLlah bagaimana amal tersebut dilakukan. RasuluLlah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Barang siapa yang mengada-ngadakan sesuatu dalam urusan kami ini yang bukan berasal dari kami, maka dia tertolak."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Bukhari dan Muslim, dari 'Aisyah ra.)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menuntut ilmu adalah saudaranya jihad. Seperti yang diketahui bahwa jihad merupakan salah satu amalan agung. Disandingkannya menutut ilmu dengan jihad menunjukkan kemuliaan ilmu. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama mereka dan untuk memberperingatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. At-Taubah:122)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang menuntut ilmu memiliki peran penting dalam hal memelihara, menjaga, menumbuhkan, mengaplikasikan dan mendakwahkan ilmu yang dipelajarinya sehingga ajaran agama tetap lestari, insyaAllah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ilmu merupakan makanan jiwa.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meminta tambahan ilmu adalah sesuatu yang diperintahkan Allah kepada rasulNya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;".... Ya Allah, tambahkanlah ilmu kepadaku."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Thoha:114)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ilmu merupakan jalan menuju surga. Rasululah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;".... Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dari Shahabat Abu Hurairah ra.)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ilmu adalah sesuatu yang seseorang boleh merasa iri terhadap pemiliknya. Rasululah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak boleh iri kecuali dalam dua hal ; seseorang yang diberi harta oleh Allah lalu dia habiskan hartanya itu untuk membelakan kebenaran, dan seseorang yang diberi ilmu oleh Allah lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(H.R Bukhari)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ilmu yang diamalkan tidak akan berkurang, bahkan sebaliknya akan terus bertambah. Hal ini sebenarnya berlaku untuk segala jenis ilmu. Mengajarkan ilmu akan mendorong seseorang untuk mengulang-ngulang apa yang diketahuinya sehingga pemahamannya akan semakin dalam dan mantap.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah menyertakan persaksianNya bersama para malaikat dan orang-orang yang berilmu. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, (demikian pula) para malaikat dan orang-orang yang berilmu yang menegakkan keadilan. Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Ali 'Imran: 18)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ahli ilmu adalah mereka yang takut kepada Allah. Hal ini tertera pada ayat di awal tulisan ini. Adapun orang-orang yang takut kepada Allah itulah sebaik-baik manusia dan Allah akan membalas mereka dengan balasan yang sebaik-baiknya pula. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Ali Imran: 133)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasulNya. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehedaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Hadid: 21)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, imereka itu adalah sebaik-baik makhluk.&lt;br /&gt;"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka adalah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Bayyinah: 7-8)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari poin ini dapat disimpulkan bahwa ahli ilmu bukanlah diukur dari banyak sedikitnya ilmu yang dimiliki melainkan bagaimana dampak ilmu itu terhadap sikapnya, yaitu rasa takutnya kepada Allah. Rasa takut ini yang mendorong seseorang yang beriman melaksankan amal kebajikan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para ahli ilmu atau ulama adalah pewaris para nabi. Rasululah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, yang mereka wariskan hanyalah Ilmu, maka barang siapa yang telah mengambilnya , maka ia mengambil bagian yang banyak”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(H.R Abu Dawud)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang-orang yang berilmu adalah manusia terbaik. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan menegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Ali Imran : 110)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ulama adalah 'ulil amri yang perlu ditaati sebagaimana tertera dalam QS. An-Nisa: 59, terutama ketika tidak adanya pemimpin formal muslim.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu ”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Q.S An-Nisa : 59)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malaikat membentangkan sayapnya pada majelis ilmu.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penuntut ilmu dijauhkan dari laknat dan murka Allah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;dll.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengingat pentingnya ilmu, sebagaimana yang telah diuraikan di atas, maka sepatutnya kita berbondong-bondong, berlomba-lomba, mengejar untuk memperoleh ilmu. Sejumlah sarana yang dapat dimanfaatkan antara lain dengan menghadiri majelis-majelis ilmu, membaca kitab-kitab atau tulisan-tulisan keagamaan, mendengar ceramah-ceramah ilmu (kaset, televisi, radio, internet), dan bertanya pada ahli ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan menjadikan&lt;br /&gt;faham tentang agama-Nya”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(H.R Al-Bukhari)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-4847159454087203032?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/4847159454087203032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=4847159454087203032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4847159454087203032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4847159454087203032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/03/refleksi-pengajian-siaware-menuntut.html' title='Refleksi Pengajian Siaware: Menuntut Ilmu'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-405743291361864113</id><published>2009-02-28T22:51:00.003+07:00</published><updated>2009-02-28T23:06:25.847+07:00</updated><title type='text'>...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menahan diri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan diri?&lt;br /&gt;Berkompromi dengan berbagai ketidaksempurnaan!&lt;br /&gt;Bertarung melawan diri sendiri.&lt;br /&gt;Ini pertarungan antara nafsu, pemikiran,&lt;br /&gt;dan HATI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan diri?!&lt;br /&gt;Sebuah &lt;em&gt;issue&lt;/em&gt; pribadi yang saya hadapi. Mungkin untuk sepanjang sisa usia. Tetapi ini, menurut saya, membuat saya merasa sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah!&lt;br /&gt;Sering kali saya tergelincir. Akan tetapi, saya tidak ragu untuk mencoba lagi. Dan sekali lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipertanyakan?&lt;br /&gt;Sepertinya demikian!&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Siapa &lt;/em&gt;sih&lt;em&gt; kamu sebenarnya?"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau oleh manusia malah dicap ini dan itu dalam bisik hatinya?&lt;br /&gt;Mungkin!&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Saya rasa kamu &lt;/em&gt;ga'&lt;em&gt; jadi diri sendiri!"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Coba &lt;/em&gt;deh&lt;em&gt;, jangan berlagak suci!"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana?&lt;br /&gt;Mengikhlaskan!&lt;br /&gt;Ah..., ini perkara lain yang lebih besar. Tetapi bukankah tiada hal selain kebaikan dari perkara ikhlas ini?!&lt;br /&gt;Ada Dia Yang Mahatahu, sehingga penilaian saya dan manusia lain menjadi remehlah sudah. AlhamduliLlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan saya ...!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-405743291361864113?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/405743291361864113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=405743291361864113' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/405743291361864113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/405743291361864113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/blog-post.html' title='...'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3984882066479052458</id><published>2009-02-20T23:55:00.005+07:00</published><updated>2009-02-21T01:47:34.565+07:00</updated><title type='text'>Cita-cita?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam sebuah pelajaran Bahasa Indonesia waktu kelas dua SMA dahulu, guru kami menyuruh kami membuat sebuah karangan tentang cita-cita. Setiap karangan tersebut kemudian dibacakan di depan kelas oleh pengarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang membuat saya terkesan adalah karangan seorang kawan perempuan. Dia bercita-cita menjadi ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya bertanya dalam hati, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Adakah dari laki-laki yang cukup sadar bercita-cita menjadi seorang ayah?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Adakah dari kami yang menjadikan "status ayah" benar-benar sebagai cita-cita, bukan sekedar sebagai sandaran yang akhirnya hadir dengan kelahiran buah hati?"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3984882066479052458?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3984882066479052458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3984882066479052458' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3984882066479052458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3984882066479052458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/cita-cita.html' title='Cita-cita?'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3347623195562394817</id><published>2009-02-20T23:34:00.006+07:00</published><updated>2009-02-20T23:49:04.531+07:00</updated><title type='text'>Mental Pemimpin Bangsa?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dikutip dari seorang tukang pangkas rambut pinggir jalan saat saya bercukur beberapa hari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;"Saya paling benci dengan orang-orang yang pernah jadi pemimpin dan ketika dia sudah tidak menjabat lagi yang dilakukannya adalah menjelekkan pemimpin yang berkuasa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau mereka lebih baik, mengapa tidak melakukan hal-hal yang dilakukan pemimpin sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau mereka merasa ada yang salah dengan pemimpin sekarang, mengapa tidak memberikan saran dan malah menjelek-jelekkan?"&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hmmm.... &lt;em&gt;Feedback&lt;/em&gt; buat para (calon) pemimpin bangsa!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3347623195562394817?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3347623195562394817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3347623195562394817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3347623195562394817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3347623195562394817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/mental-pemimpin-bangsa.html' title='Mental Pemimpin Bangsa?'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5226325775248006406</id><published>2009-02-20T22:32:00.003+07:00</published><updated>2009-02-20T23:34:14.802+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Jum'at : Kebenaran</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Baqarah: 147)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kebenaran! Apa itu kebenaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah pertanyaan yang terlontar dalam khutbah Jum'at pekan ini. Ayat tersebut dengan lugas menjawab bahwa kebenaran adalah sesuatu (jalan lurus) yang diturunkan Allah buat hamba-hamba-Nya. Ya, sesederhana itu! Dengan demikian terdapat sebuah kaidah bahwa realitas bukanlah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas boleh jadi bertentangan dengan kebenaran. Hal tersebut bisa dibuktikan dari hal-hal sederhana di sekeliling kita. Sebagia contoh adalah pergaulan muda-mudi. Pergaulan yang digandrungi sebagian besar pemuda saat ini kerap telah melanggar batas-batas agama. Akan tetapi berbagai pembenaran muncul untuk mengesahkan hal tersebut. Namun pertanyaannya adalah, apakah berbagai pembenaran itu adalah kebenaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga para koruptor, apapun alasan dia melakukakan korupsi, apakah korupsi itu kebenaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau para pelajar, apakah segudang alasan menyontek membuat perbuatan itu menjadi sebuah kebenaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut mungkin cukup ekstrim sehingga sebagian dari kita menjawab bahwa hal-hal yang dicontohkan tersebut bukanlah kebenaran. Tetapi banyak hal-hal lain yang kini menjadi abu-abu. Hal-hal yang terlarang oleh agama seolah dipertanyakan kebenarannya karena paham yang berkembang di masyarakat justru berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pemikiran yang menyesatkan yang sering singgah di telinga adalah, bahwa segala hal relatif, maka tidak bisa satu hal dikatakan sebagai suatu kebenaran yang absolut. Padahal kebenaran, sekali lagi, adalah milik Allah. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu berselisih pendapat maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul-Nya (Sunnah-nya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisa: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang patut disadari adalah pertarungan antara kebenaran dan kebatilan merupakan suatu keniscayaan. Lalu siap yang menang dari pertarungan itu? Ada yang menjawab kebenaran yang menang. Yang lain menjawab, belum tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, sering kali kebenaran memang bukanlah yang menang. Pada dasarnya hasil dari peperangan antara kebenaran dan kebatilan tidak lain disebabkan oleh kecenderungan manusia terhadap kebenaran atau kebatilan tersebut. Dalam skala yang lebih luas hasil pertarungan itu boleh jadi ditentukan oleh bagaimana pilihan dari sebagian besar manusia memilih tentang kebenaran dan kebatilan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;Apa yang kita pilih, ketika yang terjadi adalah kemenangan bagi kebatilan?&lt;br /&gt;Apakah ikut dalam kebatilan tersebut?&lt;br /&gt;Ataukah tetap memilih kebenaran dengan risiko menjadi pihak yang kalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jawaban dari pertanyaan tersebut sesungguhnya bermuara pada keyakinan. Kemenangan yang nyata adalah bagi mereka yang memegang kebenaran sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam banyak ayatNya. Kemenangan dan kekalahan yang hakiki sejatinya adalah balasan nanti di akhirat kelak. &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;"Ya Allah tunjukkanlah padaku yang benar itu benar dan karuniakanlah kepadaku untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah padaku yang salah itu salah dan karuniakanlah kepadaku untuk meninggalkannya."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5226325775248006406?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5226325775248006406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5226325775248006406' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5226325775248006406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5226325775248006406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/refleksi-jumat-kebenaran.html' title='Refleksi Jum&apos;at : Kebenaran'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-532553966803049474</id><published>2009-02-20T22:16:00.004+07:00</published><updated>2009-02-20T22:30:47.571+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Jum'at : Memilih Hidayah</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan (mendustakan) adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka. Mereka diberi balasan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-A'rof: 147)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Khutbah Jum'at pekan lalu yang saya dengar adalah tentang memilih hidayah. Pada ayat di atas, pengingkaran terhadap tanda-tanda Allah dan hari akhir menggiring manusia pada kebinasaan. Maka adalah sangat penting untuk mencari sebab-sebab hidayah, memilihnya jalan hidayah, serta memelihara hidayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Bukankah pernah datang kepada manusia dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Insan: 1)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bagaimana kekuasaan Allah yang telah menciptakan manusia dari sesuatu yang sebelumnya tidak terdefinisikan. Dan dengan karunia ini saja, telah cukup alasan manusia untuk tunduk kepada Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sungguh Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang (manusia itu) hendak Kami mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Insan: 2)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah karunia Allah yang lain, bahwa sejak awal dari penciptaan manusia itu sudah merupakan nikmat. Dari percampuran laki-laki dan perempuan, manusia lahir dengan izin Allah. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa? Satu hal yang harus digarisbawahi bahwa penciptaan manusia bukan sekedar nikmat semata melainkan juga ada ujian di dalamnya. Maka ini adalah hikmah diciptakannya pendengaran dan penglihatan bagi manusia. Kedua hal tersebut merupakan sebagian dari alat-alat yang dikaruniakan Allah pada manusia dalam rangka menghadapi ujian-ujian yang ditetapkan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sungguh, Kami telah menunjukkan jalan (yang lurus), ada yang bersyukur dan ada yang kufur."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Insan: 3)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Maka jalan kebenaran telah nyata, maka pilihan ada di tangan manusia apakah dia akan bersyukur atau kufur. Bersyukur adalah dengan memilih jalan kebenaran dan berpegang tegus kepadanya. Adapun kufur adalah berpaling dari kebenaran padahal telah nyata kebenaran itu. Dan tidak lain balasan dari kekufuran itu adalah sebagimana yang difirmankan Allah pada ayat selanjutnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Insan: 4)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah balasan bagi orang-orang yang tadi telah memilih kebenaran? Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Insan: 5-6)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersihan hati dan kejernihan akal seseorang akan menuntun seseorang pada jalan hidayah, yaitu membela Allah, rasul-Nya, dan agama-Nya. Sebuah kisah diawal kenabian Rasulullah, yaitu dialog beliau, istrinya, Khadijah ra., dan Waraqah bin Naufal tentang wahyu pertama RasuluLlah. Waraqah menunjukkan penerimaannya terhadap kenabian Rasul dan apa yang dibawanya walaupun semua masih dengan informasi yang minim. Namun dengan ketajaman hati dan pikirnya, Waraqah yakin kepada RasuluLlah dan siap untuk membela. Maka walaupun dia akhirnya wafat sebelum berislam seutuhnya, dia telah memilih jalan hidayah. &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Dari Aisyah r.a. -seperti yang diriwayatkan dalah Shahih Bukhari-berkata, awal permulaan wahyu kepada Rasulullah saw. adalah mimpi yang benar. Beliau tidak melihat sesuatu mimpi, kecuali mimpi tersebut datang seperti cahaya subuh. Kemudian beliau menyendiri di Gua Hira untuk beribadah beberapa malam sebelum kembali ke keluarganya dan mengambil bekal untuk kegiatannya itu sampai beliau dikejutkan oleh kedatangan Malaikat Jibril pada saat berada di Gua Hira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Jibril mendatangi beliau dan berkata, “Bacalah!” Rasulullah saw. menjawab, “Saya tidak dapat membaca.” Beliau mengatakan, lal malaikat itu memegang dan mendekapku sampai aku merasa lelah. Kemudian ia melepaskanku dan megnatakan, “Bacalah!” Aku menjawab, “Aku tidak dapat membaca!’ Malaikan itu mengulanginya untuk yang ketiga sambil mengatakan, “Iqra’ bismi rabbikal ladzii khalaq; bacalah, dengann menyebut nama Rabbmu yang menciptakan.” (Al-’Alaq: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw. pulang. Kepada isterinya, Khadijah, beliau berkata, “Selimuti aku, selimuti aku.” Lalu beliau diselimuti sampai rasa keterkejutannya hilang. Kemudian beliau menceritakan apa yang terjadi kepada Khadijah. “Aku Khawatir terhadap diriku.” Khadijah menjawab, “Tidak. Demi Allah, sama sekali Dia tidak akan menghinakanmu selamanya. Sebab, engkau orang yang mempererat tali persaudaraan dan memikul beban orang lain. Engkau orang yang menghormati tamu, membantu orang yang susah, dan membela orang-orang yang berdiri di atas kebenaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Khadijah pergi bersama Nabi saw. menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal. Waraqah pernah menulis kitab Injil berbahasa Ibrani. Khadijah berkata, “Wahai anak pamanku, dengarlah apa yang dikatakan oleh anak saudarmu.” Waraqah bertanya dan ketika Rasulullah saw. menceritakan peristiwa yang dialaminya, ia berkata, “Itu adalah Namus (Jibril) yang pernah diutus Allah swt. kepada Nabi Musa a.s. Alangkah bahagianya seandainya aku masih muda perkasa. Alangkah gembiranya seandainya aku masih hidup tatkala kamu diusir oleh kaummu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab, “Ya. Tidak seorang pun yang datang membawa seperti yang kamu bawa kecuali akan diperangi. Seandainya kelak aku masih hidup dan mengalami hari yang kamu hadapi itu pasti aku akan membantumu sekuat tenagaku.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah sahabat-sahabat RasuluLlah yang lain tentang memilih jalan hidayah juga tidak kalah mengagumkan. Ada di antara mereka yang melakukan perjalanan yang begitu jauh untuk mencari kebenaran. Ada yang menghadapi cobaan-cobaan yang luar biasa ketika mereka memilih untuk menjadi orang-orang yang bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;Cukup sadarkah kita untuk memilih jalan hidayah, sementara kita mungkin terlahir di dalamnya?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab.&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-532553966803049474?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/532553966803049474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=532553966803049474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/532553966803049474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/532553966803049474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/refleksi-jumat-memilih-hidayah.html' title='Refleksi Jum&apos;at : Memilih Hidayah'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2040500599760080014</id><published>2009-02-12T22:53:00.004+07:00</published><updated>2009-02-12T23:21:59.496+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Pengajian Siaware: Kasih Sayang</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu maafkanlah mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadanya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Ali 'Imron: 159)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sungguh pendekatan dakwah dengan hikmah dan kelemahlembutan yang ditunjukkan oleh RasuluLlah telah membawa pada berkembangnya Islam hingga saat ini. Dan sikap-sikap tersebut yang sepatutnya menjadi karakter dari umat Islam. Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa lembutnya hati manusia semata-mata juga karena hidayah Allah. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Walaupun kamu membelanjakan semua (membagikan semua kekayaan, harta benda) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka”. Dan (hanyalah Allah) yang mempersatukan hati mereka (yaitu orang-orang beriman)”.&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS. Al-Anfal: 63)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah digambarkan bahwa suku-suku di Madinah sebelum datangnya Islam, yaitu 'Aus dan Khozroj, hidup dalam peperangan yang panjang dan turun-temurun. Setelah datangnya Islam, hati-hati mereka dipersatukan Allah. Pada akhirnya mereka bersama kaum Muhajirin bahkan dapat mengungguli negara-negara adidaya pada masa itu, Romawi dan persia. Sesungguhnya mukmin itu menjadi kuat bersama saudaranya dan menjadi lemah ketika sendiri.&lt;br /&gt;Hikmah dari persaudaraan sesama muslim antara lain adalah demi mempertahankan iman sesuai dengan sumpah-sumpah manusia sebelum dilahirkan kedunia. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap mereka (seraya berfirman), 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab, 'Benar (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Tuhan).'"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-A'rof 172)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sepatutnya rasa kasih sayang kita tunjukkan pada saudara-saudara kita agar kebaikan dari agama ini semakin luas. Kebaikan-kebaikan tersebut bukan saja hanya untuk diri sendiri atau kaum muslimin saja tetapi juga manusia pada umumnya dan juga kepada binatang-binatang, tumbuhan, serta alam sekitar. Dan kasih sayang inilah yang mempunyai peranan penting untuk menunjukkan bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang ini jugalah yang diperlukan dalam berdakwah. Hikmah tentang berharganya nilai dakwah tertuang dalam kisah perang Khaibar. Khaibar adalah sebuah daerah di jazirah Arab, sekitar 150 km di luar kota Madinah (tetapi masih bagian dari 'provinsi' Madinah) yang kaya dengan hasil kurma. Pada masa itu, Khaibar didiami oleh kaum Yahudi. Mereka memiliki perjanjian dengan kaum Muslimin yang tertuang dalam Piagam Madinah pasca perang Ahzab. akan tetapi, kaum Yahudi melanggar perjanjian sehingga berkobarlah perang Khaibar yang dimenangkan oleh kaum Muslimin. Karena Khaibar daerah yang kaya, maka tidak heran harta rampasan perang yang diperoleh juga besar. Akan tetapi suatu teladan dari RasuluLlah tentang perkara dakwah justru terlihat dari peristiwa ini. Dan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam kepada ‘Ali radhiyallahu ‘anhu ketika mengutusnya ke Khaibar dan memerintahkannya menyeru orang-orang Yahudi kepada Islam,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Demi Allah, sungguh Allah mem-beri hidayah kepada seorang laki-laki melalui tanganmu adalah lebih baik bagimu daripada onta merah (harta paling berharga dan bernilai kala itu-red).”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Bukhari dan Muslim, dari hadits Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dakwah kepada siapapun dengan hikmah dan kelemahlembutan merupakan perkara yang agung. Hendaklah tidak berlepas tangan dalam mendakwahi manusia karena ampunan dan hidayah dari Allah dapat tercurah bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Sebagiaman kisah diampuninya seorang wanita pezina karena satu perbuatan baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari Abi Hurairah r.a. dari Rasulullah SAW berabda, "Telah diampuni seorang wanita pezina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya pada sebuah sumur. Dia berkata, "Anjing ini hampir mati kehausan". Lalu dilepasnya sepatunya lalu diikatnya dengan kerudungnya lalu diberinya minum. Maka diampuni wanita itu karena memberi minum. &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR Bukhari) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah yang lain dalam sebuah hadits yang panjang tentang seorang pembunuh yang telah membunuh 99 orang dan akhirnya bertaubat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinaan Al-Khudri r.a., Nabi SAW bersabda,&lt;br /&gt;“Dahulu pada masa sebelum kalian ada seseorang yang membunuh 99 jiwa, lalu ia bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi, maka ia ditunjukkan kepada seorang rahib (ahli ibadah), lalu ia mendatangi rahib tersebut dan berkata, ’Jika ada orang yang membunuh 99 jiwa, adakah taubatnya akan diterima?’ Rahib pun menjawab, ‘Tidak.’ Lalu orang tersebut membunuh rahib itu sehingga genap sudah dia membunuh 100 nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia kembali bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi, lalu ia ditunjukkan kepada seorang yang ‘alim, lalu dia berkata, ’Jika ada orang telah membunuh 100 jiwa, apakah masih ada pintu taubat untuknya?’ Orang alim itu pun menjawab, ‘Ya.. Siapakah yang menghalanginya untuk bertaubat? Pergilah ke daerah ini kerana di sana terdapat sekelompok orang yang menyembah Allah Ta’ala, maka sembahlah Allah bersama mereka dan janganlah kembali ke daerahmu yang terdahulu kerana daerah tersebut adalah daerah yang jahat.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki inipun lantas pergi menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut. Ketika sampai di tengah perjalanan, maut menjemputnya. Maka terjadilah perselisihan antara Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab. Malaikat Rahmat berkata, ‘Orang ini pergi untuk bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah’. Sedangkan Malaikat Azab berkata, ‘Sesungguhnya orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai pendamai. Malaikat ini berkata, ‘Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jahat yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju), daerah yang jaraknya lebih dekat, maka daerah tersebut yang berhak ke atas orang ini.’ Mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan teryata orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju! Oleh karena itu rohnya dibawa oleh Malaikat Rahmat.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Allah bisa membalikkan kondisi seseorang jika Dia berkehendak. Seseorang yang sepanjang hidupnya mengamalkan amalan ahli surga dapat tergelincir sehingga mendapat akhir yang berbeda. Demikian pula sebaliknya orang yang sepanjang hidupnya melakukan dosa dapat memperoleh surga dengan izin Allah. Pada Kasus yang disampaikan dalam hadits pertama tentang wanita yang memberi minum anjing, maka dengan setitik kasih sayang yang dimilikinya telah mengantarkan dirinya ke surga Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pada hadits kedua tentang orang yang telah membunuh 99 orang maka dapat ditarik sebuah hikmah, selain tekad yang kuat untuk bertaubat maka diperlukan juga lingkungan yang sehat sebagaimana yang dinasihatkan rahib pada orang tersebut. Lingkungan yang sehat akan mendorong seseorang untuk memelihara dirinya, karena kasih sayang orang-orang disekitarnya akan membawa dia kepada kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang patut diperhatikan dari dua hadits tersebut adalah besarnya rahmat dan kasih sayang Allah. Pintu taubat akan tetap terbuka buat manusia sampai datangnya salah satu dari dua hal, yaitu ketika nafas sudah sampai tenggorokan ketika meninggal atau telah terbit matahari dari barat. Ini adalah sebuah kaidah yang jelas di mana balasan seseorang akan dirujuk pada amalan terakhirnya. Ini juga merupakan kesempatan untuk memanfaatkan berbagai kesempatan untuk berbuat baik termasuk dalam hubungan kepada sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kasih sayang kepada selain manusia? Maka banyak hal yang bisa dipetik dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Larangan berbuat kerusakan di muka bumi tertera di ayat-ayat Al-Qur'an. Imam Bukhari sendiri dalam kitab haditsnya memberi sebuah bab khusus tentang menghijaukan tanah yang gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pula hadits-hadit dengan redaksi yang berbeda-beda namun punya inti yang sama yaitu anjuran bagi manusia untuk mengasihi makhluk-makhluk Allah. Salah satunya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Orang yang berbelas kasih akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Pengasih, maka kasihilah penduduk bumi niscaya engkau akan dikasihi oleh penduduk langit." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Maka mari menebar kasih sayang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, 'Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Allah telah menjadikan kasih sayang-Nya terbagi dalam seratus bagian. Dia menahan sembilan puluh sembilan bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi. Dari satu bagian itulah para makhluk saling kasih-mengasihi sehingga seekor induk binatang mengangkat cakarnya dari anaknya karena takut melukainya.''"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2040500599760080014?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2040500599760080014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2040500599760080014' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2040500599760080014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2040500599760080014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/refleksi-pengajian-siaware-kasih-sayang.html' title='Refleksi Pengajian Siaware: Kasih Sayang'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-79262327140914261</id><published>2009-02-11T02:55:00.009+07:00</published><updated>2009-02-11T03:05:12.267+07:00</updated><title type='text'>Kasus Kaderisasi IMG: Sebuah Kelakar Media Masa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Masyarakat dihebohkan oleh berita meninggalnya seorang kawan Geodesi ITB angkatan 2007 dalam rangkaian kaderisasi Ikatan Mahasiswa Geodesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih! Bukan kesedihan biasa tetapi kesedihan yang berlapis-lapis karena pemberitaannya yang simpang siur, menurut saya, telah merusak suasana duka dalam berbagai prasangka dan kecurigaan. Dan sudah bisa diduga, media informasi (koran, televisi, internet) yang berperan besar dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa membayangkan bahwa media-media tersebut telah mengabarkan berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Demi apa? Uang? Prestise? Sensasi? Entah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah media disebutkan bahwa kawan itu meninggal di tempat kejadian. Di media lain disebutkan dia meninggal di rumah sakit. Tersiar juga kabar bahwa meninggalnya dalam perjalanan ke rumah sakit. Ada lagi yang memberitakan bahwa dia ditemukan warga tergeletak di tengah jalan. Ada yang bercerita tentang OD. Ada yang berkata bahwa dia jatuh ke jurang.  Dan masih banyak berita-berita tidak jelas lainnya yang mengiringi peristiwa duka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tega!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; yang kalian cari para wartawan?&lt;br /&gt;Di mana kode etik jurnalistik itu yang sepatutnya kalian usung itu?&lt;br /&gt;Kalian jadikan peristiwa duka ini tidak lebih sebagai bahan kelakar atau olok-olok semata!&lt;br /&gt;Semoga Yang Mahakuasa mengampuni kalian!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-79262327140914261?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/79262327140914261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=79262327140914261' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/79262327140914261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/79262327140914261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/kasus-kaderisasi-img-sebuah-kelakar.html' title='Kasus Kaderisasi IMG: Sebuah Kelakar Media Masa'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-1025828770336079880</id><published>2009-02-11T02:08:00.003+07:00</published><updated>2009-02-11T02:33:00.094+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Jum'at : Persaudaraan Sesama Muslim</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari khutbah Jum'at lalu. Refleksinya sengaja dibuat dalam pertanyaan-pertanyaan. Alasan? Karena khutbah tersebut menimbulkan pertanyaan-pertanyaan retoris ini ketika saya mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Bukankah sangat mengherankan mereka yang bersaudara atas nama iman saling bertikai?&lt;br /&gt;Bukankah sangat mengherankan ketika kepentingan sendiri telah melanggar hak-hak orang lain?&lt;br /&gt;Bukankah sangat mengherankan bahwa dunia dipenuhi oleh orang-orang yang enggan mengingatkan saudaranya?&lt;br /&gt;Bukankah sangat mengherankan kenyataan ketika seseorang justru hendak menegakkan hukum Allah demi meluruskan saudaranya dia dianggap melanggar hak asasi manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata menjadi saudara seiman merupakan perjuangan juga rupanya!&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-1025828770336079880?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/1025828770336079880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=1025828770336079880' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1025828770336079880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1025828770336079880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/refleksi-jumat-persaudaraan-sesama.html' title='Refleksi Jum&apos;at : Persaudaraan Sesama Muslim'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7088134390810723044</id><published>2009-02-05T20:44:00.004+07:00</published><updated>2009-02-05T20:56:31.144+07:00</updated><title type='text'>Menyoal Energi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa yang terlintas dalam benak tentang energi? Pelajaran fisika? Rumus Einstein dengan kuadrat kecepatan cahaya? Atau malah kekuatan manusia atau alam semesta yang menyusun kehidupan? Hmmm.... definisi energi tampaknya sudah kian luas saja sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saya tidak suka konsep-konsep kontemporer soal energi. Makna energi yang makin meluas di kalangan masyarakat justru merupakan sebuah bahaya terselubung yang menjerumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berdiskusi dengan salah seorang teman kost soal energi tak terbatas manusia yang membuat seseorang bisa menghipnotis, atau jiwanya bisa berpergian sementara raganya bergeming, atau bisa merobohkan lawan dengan pukulan jarak jauh, atau mengirim dan menyembuhkan penyakit. Dia berkata hal-hal ini bukanlah sesuatu yang berkaitan dengan mistis. Jadi hal-hal semacam tenung, sihir, atau hal-hal seperti itu terjelaskan semua dengan konsep energi ini. Hal ini mungkin didukung oleh persepsi keliru yang timbul dari sejumlah bacaan-bacaan laris soal &lt;em&gt;will power&lt;/em&gt; manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya tidak bisa terima begitu saja konsep yang disampaikan tersebut. Energi tak terbatas manusia? Dari frase ini saja saya sudah tidak setuju. Jika memang tidak terbatas, bukankah kita telah sampai pada kedudukan Tuhan?&lt;br /&gt;Teman saya berkata soal penyembuhan penyakit dengan konsep ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;"Yang penting keyakinan dia kuat. Kalau dia sudah yakin, pasti sembuh."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Hmmm..., pasti ya?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;"Memang sih semua dengan izin Allah. Tetapi bagaimanapun yang paling utama karena ada energi itulah, semuanya bisa!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Hey... hey... bagaimana ceritanya Tuhan diposisikan lebih rendah dari ciptaannya. Energi lebih utama daripada Sang Pencipta energi?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;"Latihan-latihan meningkatkan kapasitas energi paling baik jam dua atau jam tiga. Latihannya mengatur pernafasan semacam meditasi. Itu makanya sholat tahajjud juga jam-jam segitu. Intinya sih sama antara latihan itu dengan sholat jam segitu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Apakah sama meditasi dan sholat? Hmmm... mengapa memilih sesuatu yang lain ketika ada sesuatu yang lebih baik dan berdasarkan petunjuk.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;Saya tidak hendak mencela suatu konsep kepercayaan atau paradigma berpikir, namun adakalanya hal-hal yang dianggap luar biasa boleh jadi adalah gerbang kehancuran yang jauh lebih dahsyat. Bijaksanalah! Ada hati untuk memfilter benar dan salah, ada nalar yang mengolah akal, ada petunjuk sahih yang bisa ditelaah. Maka pergunakanlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi orang dengan kemapuan dahsyat? Ah... tampaknya menjadi manusia dengan beragam keterbatasannya nampak lebih indah dan sempurna. Rasanya lebih enak masih bisa mengadu dan memohon pertolongan pada Tuhan. Menurut kamu, bagaimana?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7088134390810723044?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7088134390810723044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7088134390810723044' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7088134390810723044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7088134390810723044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/menyoal-energi.html' title='Menyoal Energi'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-4780200985111152305</id><published>2009-02-05T00:58:00.004+07:00</published><updated>2009-02-05T01:23:19.700+07:00</updated><title type='text'>Marah...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Satu hal yang membuat saya paling marah adalah ketika menyadari saya menjadi marah atas hal-hal sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa menjadi marah atas kemarahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merenung soal ini dan sadar bahwa ketika marah akal saya menjadi kian liar dan itu makin tersulut oleh rasa panas dalam dada. Perasaan ingin menumpahkan didihan emosi senantiasa tak tertahankan. Dan hal-hal semacam itu membuat badan saya merasa tidak enak dan terkadang pada ranah pikiran saya merasa menjadi jahat dan keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, selalu saja ada geliat pikiran dan bisikan hati yang berkata,"Kalau kamu tumpahkan kemarahanmu, bisakah kamu berhenti pada titik yang setara dengan apa yang membuatmu marah?" Saya tahu jawaban pertanyaan itu: Saya tidak tahu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah! Saatnya pergi mandi dan mengurai kusutnya hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-4780200985111152305?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/4780200985111152305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=4780200985111152305' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4780200985111152305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4780200985111152305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/marah.html' title='Marah...'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8011204125273090894</id><published>2009-02-04T11:54:00.003+07:00</published><updated>2009-02-04T12:03:06.685+07:00</updated><title type='text'>Sudut Kampus</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Diambil dengan kamera telepon selular saja, tanpa &lt;em&gt;editing&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Harap maklum (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SYkf7d9MngI/AAAAAAAAAJw/e_58Yny1qGk/s1600-h/Perpustakaan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298801543092149762" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SYkf7d9MngI/AAAAAAAAAJw/e_58Yny1qGk/s320/Perpustakaan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SYkf7jwv0YI/AAAAAAAAAJ4/zyXPwyYGy6w/s1600-h/Labtek+IF.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298801544650543490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SYkf7jwv0YI/AAAAAAAAAJ4/zyXPwyYGy6w/s320/Labtek+IF.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SYkf7k54QZI/AAAAAAAAAKA/ULg-hJnSBJ0/s1600-h/Sipil.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298801544957280658" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 246px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SYkf7k54QZI/AAAAAAAAAKA/ULg-hJnSBJ0/s320/Sipil.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8011204125273090894?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8011204125273090894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8011204125273090894' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8011204125273090894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8011204125273090894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/sudut-kampus.html' title='Sudut Kampus'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SYkf7d9MngI/AAAAAAAAAJw/e_58Yny1qGk/s72-c/Perpustakaan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7990394875050629876</id><published>2009-02-03T14:44:00.004+07:00</published><updated>2009-02-03T15:19:56.078+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Pengajian Siaware: Persahabatan dan Persaudaraan Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;"Apa saja harta rampasan perang yang diberikan Allah kepada rasulNya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, rasul, kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya.&lt;br /&gt;"(Juga) bagi fuqoro yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena)mencari karunia dari Allah dan keridhoan(Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasulnya. Mereka itulah orang-orang yang benar.&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang-orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin). Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa,'Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Mahapenyantun lagi Mahapenyayang.'"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Hasyir: 7-10)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan tentang persahabatan dan persaudaraan antara sesama muslim tertera dalam banyak ayat-ayat Al-Qur'an. Pada dasarnya, persaudaran dan persahabatan adalah demi memperkokoh Ukhuwah Islamiah. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua orang saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Hujurat: 10)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun alasan-alasan dibalik memupuk persahabatan dan persaudaraan adalah beberapa hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Demi menghadapi permusuhan dari musuh-musuh agama, yaitu orang-orang kafir dan munafik.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Demi membangun bangunan masyarakat islam, sebagimana yang diterangkan dalam Al-Qur'an:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang kokoh." (QS. Ash-SHoff: 4)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Saling menguatkan satu sama lain, jadi tidak sekedar saling kenal.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu diperhatikan dari poin terakhir adalah fakta tentang keberagaman manusia, maka perlu buat setiap orang menempatkan dirinya sebagaimana bangunan juga memiliki komponen-komponen dengan fungsi-fungsinya masing-masing sehingga bangunan itu tegak berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang membuat membangun bangunan masyarakat Islam menjadi demikian menantang? Yaitu karena bangunan masyarakat Islam tersebut adalah bangunan hidup yang mesti terus dipupuk. Akan tetapi, tahap membangun bangunan Ukhuwah Islamiah sama saja dengan membangun bangunan-bangunan pada umumnya, yaitu membuat pondasinya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi adalah bagaimana menyelesaikan permainan &lt;em&gt;rubic's cube&lt;/em&gt;. Untuk membuat sisi-sisi kubus pada permainan tersebut menjadi sewarna, hal yang paling mendasar adalah menyamakan warna pada satu sisi. Sisi itulah yang akan menjadi pondasi untuk menyusun warna pada sisi-sisi lainnya. Selanjutnya adalah memastikan warna pada lantai satu pada tiap sisi di empat sisi tegaknya bersesuaian. Selanjutnya menyamakan warna lantai kedua sisi tegaknya. Terakhir adalah menyamakan lantai teratas menjadi serupa yang otomatis membuat warna sisi atas juga menjadi sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permainan &lt;em&gt;rubic's cube&lt;/em&gt; tersebut, perkara yang tersulit justru menyamakan warna pada sisi teratas. Kadangkala, ada posisi warna terbalik padahal dari sisi lain terlihat bahwa kubus warna tersebut sudah tersusun sempurna. Maka perlu adanya strategi bagiamana mengembalikan bagian-bagian yang keliru lokasinya ke posisi yang seharusnya tanpa akhirnya merusak dua lantai dibawahnya. Memang pada awalnya ada konsekuensi yang perlu dibayar dengan mengubah sejumlah susunan warna di lantai kedua, namun dengan formula yang tepat pada akhirnya kubus itu akan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian permainan &lt;em&gt;rubic's cube&lt;/em&gt; tersebut merupakan sebuah gambaran bahwa untuk membangun sesuatu dibutuhkan skill buat membangun. Sejumlah hikmah yang bisa dipetik adalah tentang makna kesabaran, bagaimana memperbaiki kesalahan, dan membayar risiko atas perbaikan itu. Kesabaran diperlukan untuk membangun banguna itu secara keseluruhan yang diawali dengan membangun bagian paling dasar terlebih dahulu. Memperbaiki kesalahan dimaksudkan bagaimana seorang muslim saling menasihati, mengingatkan, memberi feedback dengan saudaranya yang lain. Dalam proses tadi mungkin ada beberapa hal yang kurang menyenangkan sebagai sebuah risiko. Akan tetapi, risiko-risiko itulah yang mesti dibaya agar bangunan ukhuwah ini bisa sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skill membangun pernah disampaikan oleh seorang tokoh Islam dari Mesir, Hasan Al-Bana. Dia menyebutkan tiga tahap dalam membangun masyarakat Islam, yaitu &lt;em&gt;ta'aruf&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;tafahum&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;takaful&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Ta'aruf&lt;/em&gt; adalah fase paling awal di mana seseorang kenal saudaranya. &lt;em&gt;Tafahum&lt;/em&gt; adalah tingkatan yang lebih tinggi lagi yaitu memahami orang lain. Dan &lt;em&gt;takaful&lt;/em&gt; adalah kondisi dimana setiap orang dapat saling mengandalkan berdasarkan fungsinya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang juga mesti disadari dalam membangun persahabatan dan persaudaraan adalah bagaimana kecenderungan tumbuh manusia. Dalam sebuah analisis psikologi populer yang disampaikan Erick Fromm, manusia punya dua kecenderungan tumbuh yaitu menjadi insan yang to have atau to be. Karakteristik to have adalah sifatnya yang relatif dan kemelekatannya semu. Adapun karakteristik to be adalah sesuatu yang merupakan jati diri, tidak hilang oleh variabel ruang dan waktu (walau dapat saja terkikis jika tidak dipelihara sebagimana mestinya). Dikatakan bahwa pilihan menjadi insan to be lebih baik daripada to have karena perbedaan karakteristik tersebut. Akan tetapi, pilihan menjadi insan to be tidak mengabaikan bahwa memiliki sesuatu juga bisa jadi sesuatu yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hal apa yang bisa mewujudkan suatu hubungan persahabatan dan persaudaraan yang kokoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi mudahnya adalah kehidupan pasangan suami istri. Langgengnya hubungan pernikahan antara lain adalah cinta tanpa syarat, unconditional love. Hal ini memosisikan suami dan istri selayaknya sahabat yang punya hak dan kewajiban; tidak sama bentuknya namun sama pentingnya. Khairul Arif mengemukakan penelitiannya tentang kurva kerukunan. Kurva kerukunan adalah gambaran kelanggengan rumah tangga di Perth (Australia), kota-kota dan desa-desa di Indonesia. Kecenderungannya adalah kelanggengan menurun terhadap waktu untuk Perth dan kota-kota. Hal yang terburuk dari penurunan kelanggengan ini adalah perceraian. Adapun di desa-desa kecenderungannya adalah diawali dari nilai yang kecil terlebih dahulu dan baru kemudian meningkat sampai sebuah titik dan kemudian stabil. Perbedaan kecenderungan ini dijelaskan karena adanya perbedaan didikan tentang hak dan kewajiban suami dan istri. Orang-orang-orang di desa cenderung mendapat didikan yang lebih masif soal ini. Maka, pernikahan orang-orang di desa walaupun tanpa cinta pada awalnya (sebagai akibat perjodohan biasanya), diakhir mereka cenderung akan bisa keluar dari krisis dan mewujudkan unconditional love tersebut karena masing-masing pihak cenderung memenuhi kewajiban terlebih dahulu sebelum memperoleh haknya. Memang perselisiahan tetap bisa terjadi, tetapi ada kesadaran dari tiap pihak untuk introspeksi diri dan hubungan mereka. Pasangan-pasangan di Perth dan kota-kota besar cenderung menunjukkan hal yang sebaliknya; menuntut hak tetapi mengabaikan kewajiban, dan perselisihan kerap dianggap sebagai kesalahan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah teladan luar biasa ditunjukkan oleh pasangan Imam Ahmad ibn Hanbal dengan istrinya Ummu Abdillah. Selama empat puluh tahun pernikahan mereka, tidak pernah terjadi percekcokan. Semua disebabkan oleh pemahaman mereka dalam berislam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang serupa juga berlaku dalam membangun sebuah masyarakat. Adalah penting bahwa setiap orang menyadari hak dan kewajibannya. Tidak cuma sadar tetapi juga melakukan dengan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang ketulusan, dalam sebuah artikel pada surat kabar &lt;em&gt;New York Times&lt;/em&gt; disebutkan bahwa tipe pebisnis ada dua yaitu tipe &lt;em&gt;manipulator&lt;/em&gt; dan tipe &lt;em&gt;networker&lt;/em&gt;. Tipe &lt;em&gt;manipulator&lt;/em&gt; adalah pebisnis yang bersifat &lt;em&gt;taker&lt;/em&gt;, setiap apa yang dia lakukan semata-mata karena mengejar keuntungan. Selalu ada hitung-hitungan dalam setiap apa yang dikeluarkannya. Sebaliknya, tipe &lt;em&gt;networker&lt;/em&gt; adalah pebisnis yang bersifat &lt;em&gt;giver&lt;/em&gt;. Dia tidak khawatir memberi karena baginya yang penting adalah jaringan yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, apa yang dijelaskan dalam artikel tersebut berlaku juga dalam jenis hubungan-hubungan lain lebih-lebih dalam rangka mewujudkan suatu masyarakat yang ideal. Masalah ketulusan ini juga diterangkan Allah dalam firmannya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Mudatsir: 6)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan, bagaimana kita bersahabat dengan orang non muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat pertanyaan hubungan kepada mereka perlu didasari oleh semangat mendakwahi mereka bahwasanya Islam adalah agama yang penuh kebaikan dan rahmat bagi semesta alam termasuk buat mereka. Juga untuk mencegah hal-hal buruk dengan memusuhi mereka. Hendaklah bermuamalah dengan mereka dengan cara yang baik. Dan adalah hal yang baik berdoa agar Allah memberi hidayah kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;"Dan tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Anbiya': 23)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7990394875050629876?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7990394875050629876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7990394875050629876' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7990394875050629876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7990394875050629876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/refleksi-pengajian-siaware-persahabatan.html' title='Refleksi Pengajian Siaware: Persahabatan dan Persaudaraan Islam'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2437822293461740215</id><published>2009-02-03T14:14:00.004+07:00</published><updated>2009-02-03T14:22:02.570+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Jum'at : Memenfaatkan Waktu untuk Beramal Saleh</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shobi'in, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Hasyir: 18)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut pada dasarnya mendorong kita untuk beramal saleh. Sebagimana hal yang sering disampaikan bahwa sepatutnya seorang muslim dapat memanfaatkan waktu yang dimilikinya dengan amal saleh sebelum datangnya masa di mana dia tidak sanggup atau berat untuk melakukan amal saleh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pergunakanlah masa hidup sebelum datangnya kematian.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya harga sebuah kehidupan akan sangat disadari ketika seseorang telah merasakan apa yang namanya mati. Apa dasarnya bahwa orang mati akan merasakan kesedihan atas ketidakmampuannya dalam beramal? Sesungguhnya Allah berfirman dalam kitabnya yang mulia:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata,'Ya Allah, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?'"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Munafiqun: 10)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pergunakan masa muda sebelum datangnya masa tua.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan di masa tua ditimbulkan karena menyia-nyiakan masa muda. Banyak amalan-amalan yang mungkin akan terasa berat pada masa tua, yang amalan-amalan tersebut bahkan mungkin terpaksa ditinggalkan karena udzur. Maka sebelum masa tua datang, pergunakan dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang keliru terjadi adalah pemikiran bahwa masa muda adalah masa untuk bersenang-senang terlebih dahulu. Adapun amal ditangguhkan hingga nanti ketika tua menjelang. Memulai beramal di masa tua akan lebih berat apalagi kondisi badan tidak akan seprima masa muda padahal untuk beribadah yang berkaitan dengan aktivitas fisik dibutuhkan kondisi tubuh yang prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pergunakanlah masa kayamu sebelum datangnya kemiskinan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ketetapan Allah tidak terduga. Kekayaan seseorang dapat dibalikkan sekejap mata menjadi kemiskinan jika Allah telah berkehendak. Maka, dengan harta yang dimiliki pada masa sekarang, apa yang bisa dimanfaatkan buat agama Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pergunakanlah masa sehatmu sebelum datangnya masa sakit.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Betapa mahalnya harga kesehatan justru akan terasa ketika sakit. Sebagai ilustrasi, untuk menyembuhkan suatu penyakit dibutuhkan uang untuk berobat, menyediakan makanan yang bergizi. Itu dari sisi harta. Kemudian dari sisi lainnya, mungkin akan banyak pekerjaan yang terbengkalai dan waktu yang tersia-siakan karena sakit. Bagaimana dengan ibadah? Tentu kualitasnya tidak akan sebaik ketika sehat. Untuk sholat saja misalnya, konsentrasi mungkin akan terpecah antara menjaga kekhusyu'an dan menahan rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pergunakanlah waktu luangmu sebelum datngnya masa sibuk.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Waktu luang sering kali melalaikan sehingga diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Kala masa sibuk menjelang, barulah menyesal karena tidak melakukan hal-hal yang perlu. Seringkali orang beralasan sibuk sehingga meninggalkan amal saleh padahal ketika dia punya waktu luang pun dia tidak melakukan amal saleh tersebut. Sungguh disayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat yang dikutip di atas, tentang kaum-kaum bersama orang-orang mukmin bahwa mereka mendapat pahala maka ini perlu mendapat penjelasan. Mereka mendapat pahala atas syariat yang dijalankan pada masa syariat itu berlaku. Adapun pada masa sekarang, maka syariat Islamlah yang harus dijalankan. Orang Yahudi, maka syariatnya akan membuahkan pahala dari masa Nabi Musa sampai Nabi 'Isa. Orang Nasrani maka syariatnya terputus ketika datangnya RasuluLlah Muhammad membawa Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu dicatat adalah amal saleh didahului oleh adanya iman kepada Allah dan hari akhir. Mengapa dua jenis iman ini menjadi penting? Tidak lain karena ke-gaib-an dua perkara tersebut. Ketika seseorang sudah beriman pada yang gaib, maka iman pada sesuatu akan lahir dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2437822293461740215?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2437822293461740215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2437822293461740215' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2437822293461740215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2437822293461740215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/refleksi-jumat-memenfaatkan-waktu-untuk.html' title='Refleksi Jum&apos;at : Memenfaatkan Waktu untuk Beramal Saleh'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8773211911212990840</id><published>2009-02-03T14:06:00.003+07:00</published><updated>2009-02-03T14:35:23.775+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Jum'at : Takwa</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepa Allah, esungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Hasyir: 18)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah refleksi khutbah Jum'at dua pekan yang lalu. Khutbah tersebut sangat singkat tetapi mendalam. AlhamduliLlah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an ketika Allah bersumpah atas sesuatu atau menyebutkan hal yang sama dua kali dalam satu ayat, maka bisa dipastikan hal tersebut merupakan perkara yang sangat penting. Hal tersebut juga berlaku untuk perkara takwa seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus bertakwa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu, bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah) sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Mahakaya lagi Mahaterpuji."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. An-Nisa: 131)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa dengan apa yang dikaruniakan Allah merupakan alasan yang cukup bagi manusia untuk bertakwa kepada Allah. Adalah mudah bagi Allah untuk mencabut karunia tersebut. Adapun ciri-ciri ketakwaan dapat dirujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an, beberapa di antaranya tertera pada &lt;strong&gt;QS. Al Baqoroh: 2-5 dan 177&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8773211911212990840?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8773211911212990840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8773211911212990840' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8773211911212990840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8773211911212990840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/refleksi-jumat-takwa.html' title='Refleksi Jum&apos;at : Takwa'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-1170997334758053721</id><published>2009-02-03T13:58:00.005+07:00</published><updated>2009-02-03T14:00:37.339+07:00</updated><title type='text'>Memilih Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seperti apa rasanya memilih?&lt;br /&gt;Penuh risiko?&lt;br /&gt;Banyak ujian?&lt;br /&gt;Bingung?&lt;br /&gt;Berat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara soal memilih, saya menjadi saksi dari sebuah pilihan seseorang. Bukan pilihan biasa karena saya yakin pilihannya akan memberikan konsekuensi yang mungkin tidak sedikit. Hal yang saya bicarakan adalah pilihan untuk berpindah keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore beberapa hari yang lalu saya sholat ashar di Salman. Beruntung, saya mendapatkan kesempatan menyaksikan deklarasi seorang Amerika menjadi muslim. Namanya Tuan Brett (nama belakangnya tidak terdengar begitu jelas). Dia sendiri telah tinggal di Indonesia selama delapan tahun. Selama itu dia terus menerus belajar tentang Islam dari interaksinya dengan rang-orang Indonesia. Maka enam bulan yang lalu dia menetapkan hati untuk berislam dan Kamis lalu dia mendeklarasikan keislamannya secara utuh dengan mengucap dua kalimat syahadat. Ternyata cukup lama juga selang antara memutuskan dan mendeklarasikan, ya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Hermawan K. Dipojono adalah orang yang membimbing beliau untuk mengucapkan syahadatain. Sebelumnya, Pak Hermawan memberi beberapa patah kata dalam bahasa Inggris yang intinya adalah menegaskan soal pilihan. Bahwa tidak ada paksaan dalam berislam adalah sebuah hal yang jelas, namun ketika seseorang telah memilih berislam maka akan datang ujian kepadanya. Ujian itu bisa datang dari mana saja termasuk keluarga atau lingkungan. Maka risiko-risiko yang dihadapi boleh jadi sama skali tidak kecil, bahkan nyawa bisa dipertaruhkan dengan pilihan ini. Satu hal yang ditekankan bahwa ujian tidak saja datang buat mereka yang baru memilih sebuah jalan hidup melainkan buat mereka yang sejak awal telah hidup dalam jalan tersebut sejak lahir. Sebuah catatan, adanya ujian bukan untuk menakut-nakuti melainkan justru untuk memperteguh seseorang dengan pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setelah selesai dengan beberapa nasihat itu, berdeklarasilah beliau dengan terbata-bata. Haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai bersyahadat, saya berkesempatan bersalaman dan memeluk beliau. Dia berkata, "Thank you!" Saya rasakan kesungguhan hatinya saat berkata itu. Saya heran, karena merasa tidak berbuat sesuatu dalam mendukung keislaman yang baru saja dideklarasikannya, bahkan saya tidak pernah kenal dia sebelumnya. Saya bingung, tetapi juga senang. Mungkin ini yang namanya bersaudara, ya?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-1170997334758053721?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/1170997334758053721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=1170997334758053721' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1170997334758053721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1170997334758053721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/memilih-islam.html' title='Memilih Islam'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8831516091549293856</id><published>2009-02-03T13:41:00.003+07:00</published><updated>2009-02-03T13:57:31.329+07:00</updated><title type='text'>Beropini tentang Televisi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Luar biasa! Saya terjebak dalam sesuatu kekaguman yang aneh. Aneh? Betul, karena kekaguman itu berkaitan dengan sesuatu yang saya tidak sukai. Saya tengah membahas televisi dan penikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga tahun terakhir ini, saya memilih untuk tidak menonton televisi. Terkadang, saya memang masih menonton televisi ketika bertandang ke rumah kawan atau keluarga. Selebihnya, saya enggan. Alasan saya sederhana saja; saya merasa televisi (Indonesia) berbahaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan berbahayanya televisi mungkin tidak lebih dari sekedar opini pribadi, namun kerap kali saya dapati bahwa televisi memang memberi pengaruh buruk. Salah satu bukti adalah beberapa waktu lalu ketika saya berkunjung ke rumah sepupu. Ketika itu, sayang sekali, satu-satunya wahana hiburan yang bisa dinikmati adalah televisi. Ketika senggang, saya menemani para keponakan untuk menonton televisi. Dan saya takjub menyadari bahwa saya bisa terkuras secara emosi walau saya hanya menonton setengah jam saja. Saya merasa kian takjub ketika teringat bahwa banyak orang yang bisa menikmati televisi sepanjang hari; pagi sampai malam. Buat saya, ini adalah salah satu bukti ketangguhan manusia menghadapi kondisi apapun ketika dia menjadi terbiasa dengan kondisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tayangan-tayangan yang saya saksikan, saya simpulkan bahwa tayangan-tayangan televisi kita hanya berkutat pada permasalahan remeh-temeh yang didramatisir secara luar biasa mulai dari tayangan-tayangan sinetron, infotainment, dan reality show. Televisi tidak lain adalah wahana tipu daya dan tampaknya banyak yang menikmati menjadi korban penipuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya berkunjung ke kost kawan dan menyaksikan sebuah reality show yang bersimbah air mata dan juga diiringi perkelahian yang disaksikan oleh banyak orang. Aneh, bahwa orang-orang yang menyksikan tersebut tidak mencoba melerai bahkan menunggu kejadian melodrama apalagi yang bakal terjadi. Semua terekam dalam tayangan tersebut. Hmmm... saya mencoba menalar di mana letak realitas dari tayangan tersebut. Jika tayangan itu rekayasa, maka pemirsa telah dibohongi bahkan sejak awal, disuguhi reality show yang ternyata bukan realita. Jika tayangan itu benar, maka terlihat betapa kebasnya hati manusia yang memilih memuaskan hawa nafsu dengan mempermalukan orang lain, menyelebrasi pertikaian, melanggar ruang pribadi, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan berita? Ah..., berita sekarang tidak lebih dari perburuan sensasi. Pewartaan oleh televisi hanya sekedar transfer informasi yang justru tidak mencerdaskan. Sebaliknya, televisi telah menjadi gerbang utama bagi penyebaran rasa takut, kemarahan, ketidakpercayaan, permusuhan, fitnah, dan lain sebagainya. Oh... mungkin saya salah, ada beberapa pihak yang dicerdaskan oleh televisi; para pelaku kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin bertanya sebenarnya pada penikmatnya, apakah mereka benar-benar bisa menikmati televisi karena buat saya benda tersebut sama sekali tidak menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sudah sedemikian kerasnya hati sehingga penikmatnya merasa biasa saja ketika berbagai tayangan yang tentang hal-hal yang berlawanan dengan norma dan etika ditayangkan secara vulgar atas nama hiburan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sedemikian lemahnya jiwa sehingga tidak ada yang sadar bahwa kebohongan secara repetitif yang dibawa televisi semakin memperburuk tatanan nilai dan norma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sedemikian terpuruknya mental kita sehingga emosi dan bahkan jam biologis demikian dikendalikan oleh tayangan-tayangan televisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sudah sedemikian hitamnya kehidupan manusia sehingga tidak ada sesuatu yang optimis yang bisa diwartakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah.... sedih sekali, banyak manusia yang menjadi tidak merdeka!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8831516091549293856?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8831516091549293856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8831516091549293856' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8831516091549293856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8831516091549293856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/02/beropini-tentang-televisi.html' title='Beropini tentang Televisi'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3217951206543388734</id><published>2009-01-21T21:00:00.004+07:00</published><updated>2009-01-28T10:55:00.186+07:00</updated><title type='text'>Intermezzo....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Lama tidak menulis karena tidak terhubung dengan koneksi internet. Sebenarnya banyak hal yang ingin ditulis. Mungkin baru beberapa hari ke depan bisa menulis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal internet, saya teringat bahwa beberapa hari terakhir ini saya banyak berdiskusi soal jurnalistik dan medianya dengan sejumlah kawan. Satu hal yang menjadi sorotan dalam pembicaraan-pembicaraan itu adalah hal-hal yang tidak positif soal media di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitaan yang tidak berimbang dan terkesan tendensius, atau kesan yang kami peroleh bahwa sejumlah media justru menjadi gerbang penyebaran frustrasi dan sikap pesimistis, atau kondisi bahwa pemberitaan saat ini hanya bersifat informatif tanpa mencerdaskan. Ah... banyak juga yang patut dibenahi rupanya (dalam pandangan saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin nanti akan ada suatu tulisan tersendiri soal ini. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3217951206543388734?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3217951206543388734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3217951206543388734' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3217951206543388734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3217951206543388734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/intermezzo.html' title='Intermezzo....'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5487896935681445521</id><published>2009-01-21T14:43:00.003+07:00</published><updated>2009-01-21T14:49:42.907+07:00</updated><title type='text'>Menutup Aib Sendiri!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bahwasanya Nabi saw bersabda,”Setiap umatku mendapat pemaafan kecuali orang yang menceritakan (aibnya sendiri). Sesungguhnya diantara perbuatan menceritakan aib sendiri adalah seorang yang melakukan suatu perbuatan (dosa) di malam hari dan sudah ditutupi oleh Allah swt kemudian di pagi harinya dia sendiri membuka apa yang ditutupi Allah itu.” (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentar saya:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hadits ini membuat saya tersentuh, menyadari betapa kasih sayang Allah demikian dalam!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5487896935681445521?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5487896935681445521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5487896935681445521' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5487896935681445521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5487896935681445521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/menutup-aib-sendiri.html' title='Menutup Aib Sendiri!'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-6196324805297580720</id><published>2009-01-20T14:42:00.003+07:00</published><updated>2009-01-21T14:42:38.546+07:00</updated><title type='text'>Mendefinisi Keberanian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa itu keberanian?&lt;br /&gt;Hmmm... semua orang punya definisi tentang hal ini. Dan ada banyak contoh yang bisa menunjukkan hal itu. Mari saya ceritakan dua kisah yang menurut saya adalah suatu bentuk keberanian paling nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kisah Pertama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kisah ini tentang Kak Faizah, sahabat yang saya kenal lewat training siaware. Suatu ketika, Kak Faizah naik angkot Caringin-Sadang Serang dari Tubagus Ismail. Di dalam angkot ada beberapa penumpang lain. Angkot tersebut berjalan sampai beberapa waktu sampai seorang penumpang berkata, "Kiri...!" Itu adalah tanda untuk menurunkannya di tempat itu. Penumpang tersebut menyerahkan uang Rp. 2000. Sepatutnya dia mendapat kembalian Rp. 500, tetapi supir angkot berkata, "Ga ada receh!" Jadilah sang penumpang merelakan haknya buat si supir. Kejadian serupa terjadi pada penumpang yang turun berikutnya. Awalnya, Kak Faizah tidak terlalu mempedulikan hal tersebut sampai pada suatu ketika si supir membeli rokok di suatu perhentian dengan uang receh. Si supir ternyata mempunyai receh namun berbohong pada penumpangnya serta mengambil hak-hak mereka. Kak Faizah menjadi sangat marah dan kecewa. Saya pun demikian ketika mendengar cerita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang selanjutnya terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika turun dari angkot, Kak Faizah membayar ongkos sambil berkata, "Pak, jadi orang yang jujur!" Itu adalah sebuah kalimat pendek yang dilontarkan dengan sebuah pergulatan batin pada awalnya. Dan kalimat pendek itu bukan tanpa risiko, dan itulah yang diperoleh Kak Faizah. Sebuah tatapan marah si supir cukup berbicara apa yang terjadi. Dan cerita itu berakhir sampai di situ. Cuma sampai di situ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hmmm..., ini sebuah keberanian besar menurut saya.&lt;br /&gt;Apakah saya akan melakukan hal yang sama jika bertemu hal serupa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kisah Kedua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kisah ini tentang Riesa, sahabat dari forum maya Rileks. Ini adalah kisah yang dia sampaikan via sms dengan maksud curhat. Sengaja saya kutipkan langsung isi sms-nya dan silakan simpulkan sendiri keberanian macam apa yang dimiliki kawan saya ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Riesa Andriani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;16-Jan-2009 17:58&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada vios plat L buang kulit duku kjalan, sy bt trus dgn scuil kberanian sy tegor, si bpk cuek, sy jadi murka ampe gemeter krn sblumny ga brani negor kl liat salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply&lt;br /&gt;More&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Riesa berkata dia punya secuil keberanian, tetapi menurut saya itu suatu keberanian yang luar biasa besarnya. Keberanian memulai suatu hal yang baru dan sesuatu yang baru itu adalah untuk meluruskan orang lain yang lebih tua, lebih berada, dan bahkan tidak dikenalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah ini membuat saya punya definisi baru tentang keberanian.&lt;br /&gt;Keberanian adalah melakukan sesuatu yang benar buat hatimu dan juga orang lain tanpa peduli siapa orang lain tersebut! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-6196324805297580720?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/6196324805297580720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=6196324805297580720' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6196324805297580720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6196324805297580720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/mendefinisi-keberanian.html' title='Mendefinisi Keberanian'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-1227375937258943954</id><published>2009-01-20T14:41:00.002+07:00</published><updated>2009-01-20T14:50:29.005+07:00</updated><title type='text'>Bertanya tentang Warna?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya berpikir, apa jadinya dunia tanpa warna?&lt;br /&gt;Atau dunia yang satu warna?&lt;br /&gt;Atau dunia yang dwiwarna semisal hitam dan putih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia monokrom mungkin akan sangat membosankan walau mungkin tetap ada celah artistik yang mungkin bisa ditelaah.&lt;br /&gt;Dunia satu warna sejatinya seperti berjalan di kegelapan saja, menyesatkan.&lt;br /&gt;Dunia tanpa warna, saya pikir, bermuara pada ketiadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mengapa mempermasalahkan warna?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-1227375937258943954?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/1227375937258943954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=1227375937258943954' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1227375937258943954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1227375937258943954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/bertanya-tentang-warna_20.html' title='Bertanya tentang Warna?'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7494286539557190777</id><published>2009-01-20T14:38:00.000+07:00</published><updated>2009-01-20T14:40:30.856+07:00</updated><title type='text'>Mencipta Keajaiban</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Menemukan keajaiban bukanlah perkara mudah. Tetapi saya juga bilang itu bukan hal yang sulit. Coba tilik hal-hal kecil yang kau temui. Boleh jadi ada keajaiban di sana, seperti yang saya alami beberapa hari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya seperti ini!&lt;br /&gt;Hari itu selepas isya saya pergi ke ATM utuk mengambil sejumlah uang karena ada beberapa urusan yang perlu saya selesaikan. Saya tiba-tiba teringat pesan adik saya untuk membeli makanan ringan. Akhirnya saya pergi ke sebuah kios untuk memenuhi pesanan adik saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bapak tua menyambut saya dengan senyum. Ini sesuatu yang istimewa karena jumlah pedagang yang bisa memberikan keramahan buat konsumen kian berkurang saat ini. Saya pun ikut tersenyum. Saya meminta diambilkan dua jenis makanan ringan yang tersimpan dalam etalase. Bapak tua tersebut tidak serta-merta menyerahkan bungkusan makanan-makanan ringan tersebut, tetapi justru memmperlihatkan label kadaluawarsa dari makanan ringan tersebut. Dan tidak cukup sampai di situ, beliau membacakan tanggal kadaluwarsa itu dengan ramah, "Yang ini tanggal kadalauwrasanya sekian sekian 2009. Dan yang ini kadaluwarsanya sekian-sekian 2009."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana pandangan orang, tetapi saya luar biasa takjub. Saya menemukan keajaiban malam itu, bertemu dengan seseorang yang mau memberi lebih daripada sekedar cukup. Memberi sesuatu yang bahkan menurut kebanyakan orang adalah sesuatu yang tidak cukup penting. Dalam benak saya mencoba membayangkan hal-hal baik yang berlanjut dengan melakukan hal sederhana seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merenung, sudahkah saya menciptakan keajaiban seperti bapak tua itu?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7494286539557190777?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7494286539557190777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7494286539557190777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7494286539557190777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7494286539557190777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/mencipta-keajaiban.html' title='Mencipta Keajaiban'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-346605576471517372</id><published>2009-01-20T14:35:00.003+07:00</published><updated>2009-01-20T14:38:26.445+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Jum'at : Solidaritas Palestina</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Khutbah jum'at pekan yang lalu berisi tentang solidaritas terhadap Palestina. Ini adalah suatu hal yang wajar mengingat perang Israel-Palestina merupakan hal yang paling mutakhir terkait dengan umat Islam, walau banyak yang menuntut agar perang tersebut tidak dikait-kaitkan dengan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khotib menjelaskan mengapa bangsa Indonesia harus peduli dengan Palestina. Pertama adalah karena komitmen neghara ini dalam memamandang penjajahan. Dalam pembukaan Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat jelas tertera bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga penjajahan atas suatu bangsa, bagaimanapun, harus dihapuskan. Apa yang dilakukan oleh Israel pada warga Palestina adalah suatu bentuk penjajahan terbuka karena mereka mengambil wilyah, mengusir, bahkan membantai warga Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua terkait masalah historis. Mengutip sebuah buku (saya lupa judul bukunya), khatib menegaskan bangsa Palestina bersama dengan Mesir merupakan bangsa-bangsa di dunia yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan itu menjadi sangat penting, karena dengan pengakuan itu tersiarlah kemerderdekaan Indonesia ke penjuru dunia. Kemerdekaan suatu bangsa tidak akan sah tanpa diakui oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Dan untuk kemerdekaan Indonesia, Palestina merupakan salah satu pionir dalam hal ini. Dengan alasan tersebut, maka ketika Palestina teraniaya kemerdekaannya sepatutnyalah Indonesia memberi dukungan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan ketiga adalah karena, penduduk Palestina adalah ebagian besar muslim. Sesungguhnya umat muslim dipersatukan oleh Allah atas suatu ikatan yang lebih kuat daripada darah, yaitu suatu ikatan akidah. Membela sesama muslim merupakan kewajiban karena muslim yang satu dengan yang lainnya bersaudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana memberi dukungan kepada bangsa Palestina. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain memantau perkembangan bangsa Palestina demi menemukana suatu solusi. Mengetahui akar permasalahan merupakan ahal yang sangat penting agar bentuk dukungan dan solusi yang tepat bisa diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu memberi bantuan dengan kelebihan harta yaitu dengan menyumbangkan kelebihan harta tersebut untuk korban perang Palestina entah dalam bentuk uanga atau bahan makanan atau obat-obatan atau apapun yang bisa disumbangkan. Memberi bantuan juga dapat dilakukan dengan menahan diri dari mengonsumsi produk-produk milik Israel atau yang mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting adalah bantuan doa. Sesungguhnya doa adalah senjata seorang muslim. Maka pergunakanlah senjata itu untuk menolong saudara muslim yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya persaudaraan sesama muslim tidak patut terkotak-kotak oleh batas wilayah geografis buatan manusia, atau karena perbedaan suku bangsa, atau perbedaan bahasa, atau perbedaaan-perbedaan yang diciptakan oleh manusia. Ada suatu ikatan yang demikian kuat yang sepatutnya tidak dikalahkan oleh batas-batas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sudah berdoakah buat Palestina hari ini?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-346605576471517372?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/346605576471517372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=346605576471517372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/346605576471517372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/346605576471517372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/refleksi-jumat-solidaritas-palestina.html' title='Refleksi Jum&apos;at : Solidaritas Palestina'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5011453649487506572</id><published>2009-01-15T22:37:00.005+07:00</published><updated>2009-01-15T22:50:56.956+07:00</updated><title type='text'>Mengenang Fitna: Selalu ada hikmah luar biasa!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sabtu sore yang lalu saya mengikuti pengajian. Di sesi akhir ada sebuah pertanyaan yang ditujukan ustadz berkaitan dengan muslim di Jerman dan Belanda. Maklum, beliau sempat memberi dauroh di dua negara tersebut. Di Jerman pada tahun 2003, dan Belanda di akhir tahun lalu sampai awal tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menarik adalah penjelasan beliau mengenai perkembangan pemeluk Islam yang sangat pesat di Belanda. Bayangkan, dalam setahun peningkatan jumlah pemeluk Islam sangat signifikan. Jumlah penduduk Belanda sekitar 16 juta jiwa dan pemeluk Islam disana mencapai satu juta jiwa, jumlah yang besar jika dibanding akhir 2007 lalu. Dan, Fitna - film kontroversial yang menghujat Islam itu - menjadi picu peningkatan yang demikian signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini kisahnya!&lt;br /&gt;Pasca peredaran film kontroversial itu, si pembuat film terpojokkan luar biasa. Bukan saja oleh cerca yang bertubi-tubi yang dialamatkan buatnya dari pemeluk Islam seluruh dunia, melainkan juga dari pihak-pihak internal negeri Belanda, negara si pembuat film itu. Diceritakan bahwa Perdana Menteri Belanda mengecam si pembuat film karena film itu telah menyakitinya. Hmmm...., menyakiti? Ya! Rupanya kecaman muslim atas film itu bukan saja buat si pelaku tetapi berimbas kepada negara Belanda. Perdana Menteri Belanda merasa tersakiti karena citra Belanda telah dijatuhkan oleh film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi itu belum semua! Si pembuat film tengah menghadapi persidangan dalam urusan perdata. Dia dituntut untuk membayar seluruh ganti rugi atas penurunan penjualan produk Belanda di dunia akibat boikot dari warga muslim dunia. Kamar Dagang Belanda mengalami kerugian luar biasa sejak film itu terpulikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hubungannya dengan peningkatan jumlah pemeluk Islam di Belanda? Bukankah berbagai kerugian bagi negeri mereka, secara nalar, seharusnya menunjukkan reaksi yang berlawanan? Maka jawabannya adalah, itulah uniknya manusia. Berbagai hal-hal yang tidak menyenangkan yang diterima membuat sebagian besar orang penasaran. Ada apa sih dengan Islam? Sedemikian besarnyakah pengaruh hati umat Islam bagi sebuah negara? Pertanyaan demi pertanyaan itu -selain mungkin keinginan untuk membuktikan isi film kontroversial itu dari sumbernya langsung- metelah menuntun banyak orang mempelajari Islam dan alhamduliLlah banyak yang menerima hidayah. Data terakhir yang dikumpulkan perkumpulan pemuda muslim Eropa cabang Amsterdam, sebesar lima ratus ribu penduduk Eropa termasuk penduduk Belanda telah masuk Islam sampai pada akhir tahun lalu. Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu cerita mengharukan lagi, pemerintah Belanda menjadi demikian perhatian dengan Islam. Kabarnya, masjid KBRI adalalah hasil donasi dana dari pemerintah negeri keju ini. Ketika romadhon, masjid tersebut selalu penuh ketika sholat tarawih karena bacaan imam yang bagus. Penuhnya masjid sampai meluber ke jalan raya walaupun dalam udara yang dingin. Pihak militer pun dikerahkan untuk memberikan perlindungan khusus. Akan tetapi, akhirnya pemerintah Belanda menyediakan aula khusus berkapasitas seribu orang untuk melaksanakan ibadah sholat tarawih demi kenyamanan para jama'ah. AlhamduliLlah....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5011453649487506572?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5011453649487506572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5011453649487506572' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5011453649487506572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5011453649487506572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/mengenang-fitna-selalu-ada-hikmah-luar.html' title='Mengenang Fitna: Selalu ada hikmah luar biasa!'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8352647432234089438</id><published>2009-01-15T22:09:00.007+07:00</published><updated>2009-01-15T22:33:38.499+07:00</updated><title type='text'>Mendefinisi Cinta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya pernah ditanya tentang cinta. Apa itu cinta? Hmmm.... bingung saya menjawabnya. Waktu itu saya cuma bilang bahwa cinta adalah sebuah perasaan murni yang tidak terdeskripsikan oleh akal, melibatkan perasaan kasih sayang, bisa berafiliasi dengan nafsu seperti misalnya rasa kepemilikan tetapi bukan sebagai hubungan sebab akibat. Dan, bingung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya yakin adalah, cinta membuat seseorang memberi yang terbaik untuk sesuatu/seseorang yang dicintainya itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8352647432234089438?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8352647432234089438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8352647432234089438' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8352647432234089438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8352647432234089438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/mendefinisi-cinta.html' title='Mendefinisi Cinta'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5257847862120457620</id><published>2009-01-15T00:15:00.005+07:00</published><updated>2009-01-15T00:25:54.402+07:00</updated><title type='text'>Masyrakat fakir; it is written!</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Jamal Malik is one question away from winning 20 million rupees.&lt;br /&gt;How did he do it?&lt;br /&gt;A. He cheated&lt;br /&gt;B. He's lucky&lt;br /&gt;C. He's a genius&lt;br /&gt;D. It is written&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas adalah kata-kata yang ditampilkan dalam sebuah film baru saja saya tonton. Film tersebut berjudul &lt;em&gt;Slumdog Millionaire&lt;/em&gt;, sebuah film yang mengisahkan seorang pemuda miskin India bernama Jamal Malik yang menjadi kontestan &lt;em&gt;Who Wants to be A Millionaire&lt;/em&gt; versi India. Jawaban-jawabannya yang selalu benar membuat dia dicurigai telah berbuat curang. Dari sinilah film ini mulai mengalir menceritakan kepingan-kepingan hidup Jamal dari kecil hingga dewasa yang diceritakan dalam plot yang maju mundur. Sebuah cara bercerita yang cerdas menurut saya. Maka tidak heran film ini diganjar dengan empat &lt;em&gt;Golden Globe Award 2009&lt;/em&gt;, termasuk di antaranya sebagai film drama terbaik. Dalam sepekan rating IMDB film ini melesat dari 42 menjadi 35.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membuat saya merenung dan berpikir sepanjang menonton adalah gambaran masyarakat kelas bawah India yang ditampilkan dengan gamblang di sebagian besar cuplikan film ini. Saya membayangkan bahwa hal yang serupa juga terjadi di Indonesia. Mungkin tidak persis sama, karena bagaimanapun Indonesia berbeda dengan India. Saya berpikiran positif; sepertinya Indonesia tidak sampai pada level yang digambarkan dalam film itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan pertikaian antar agama, mafia anak jalanan, prostitusi, dan kejahatan lainnya di dalam film ini membuat saya berpikir bahwa tugas sebuah institusi negara adalah perkara yang tidak mudah. Permasalahan-permasalahan sosial yang semacam itu sangat dekat tetapi kerap kali tidak tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin dari kasus Indonesia, perundang-undangan tentang permasalah-permasalahan ini tampaknya terimplementasi masih sebatas goresan tinta atau tuturan lisan. Belum terlihat sesuatu yang benar-benar nyata. Akan tetapi, saya sendiri tidak bisa mengatakan bahwa pemerintah menjadi abai akan masalah ini. Permasalahan-permasalahan negara yang multikompleks mungkin telah menyebabkan permasalahan-permasalahan masyarakat yang tidak lagi terdefinisi status kelasnya menjadi termarginalkan. Pemerintah saat ini masih berpikir sampai masyarakat miskin! Dan yang merupakan masyarakat non kelas atau yang saya sebut fakir -saya rasa fakir istilah yang tepat- terlupakan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kefakiran masyarakat bukan hanya tentang masalah ketiadaan materi. Terlantarnya mereka sudah berbicara lebih dari cukup tentang hal itu dan keterlantaran itu kian mempertajam sisi kefakiran mereka yang lain: kefakiran harga diri, martabat, dan karakter. Kefakiran-kefakiran semacam inilah yang saya anggap justru membuat kejahatan-kejahatan semakin merajalela di kelompok sosial ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apakah ini suatu hal yang patut disesali? Saya pikir tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi semacam ini justru membuka peluang buat orang-orang yang ingin membaktikan dirinya dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan. Berbagai LSM, ormas, bahkan kelompok-kelompok tanpa bentuk banyak terlibat dalam aktivitas-aktivitas semacam ini walaupun belum mampu mengakomodasi semuanya. Beberapa sahabat saya terlibat secara rutin mengajar, mendidik, dan bermain dengan anak-anak jalanan. Saya rasa ini hikmah luar biasa dari suatu kondisi yang memprihatinkan semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir film, diperlihatkan dalam suatu cuplikan bahwa jawaban dari pertanyaan dalam awal postingan ini adalah: D. &lt;em&gt;It is written&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;Ya! Semua telah ditakdirkan. Dan tidak ada yang tidak sia-sia yang telah ditetapkan Yang Mahakuasa.&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa ada masyarakat non-kelas; itu baik atau buruk?&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa pemerintah tidak cukup peka akan masalah ini; itu anugerah atau petaka?&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa program-program sosial tidak mampu menyentuh kalangan ini; apakah yang terbersit di dalam benak?&lt;br /&gt;Jawabannya tergantung cara pandang masing-masing orang, bukan?&lt;br /&gt;Dan ini adalah bagian dari dongeng kehidupan yang Mahadahsyat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dongeng tentang hidup masih akan terus berlangsung. Pilihan-pilihan hidup dari tiap-tiap karakter serta situasi yang dihadapinya membuat dongeng ini tetap menarik dan tak tertebak. Semua masih belum tahu bagaimana cerita ini akan berakhir ketika mereka harus turun panggung! Tetapi satu hal; &lt;em&gt;it is written&lt;/em&gt;! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5257847862120457620?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5257847862120457620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5257847862120457620' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5257847862120457620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5257847862120457620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/masyrakat-non-kelas-it-is-written.html' title='Masyrakat fakir; it is written!'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-254008708749721440</id><published>2009-01-12T21:25:00.006+07:00</published><updated>2009-01-12T22:15:23.049+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Pengajian Siaware: Memaknai Ikhlas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Barang siapa mengerjakan amal shalih, baik bagi laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. Apa bila kamu membaca Al-Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaan (setan) hanyalah pada atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. An-Nahl: 97-100)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;".... 'Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya.'"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah sebuah perkara yang menentukan nilai dari suatu amal. Hadits yang disampaikan di atas memberikan sebuah gambaran yang jelas tentang makna ikhlas. Sebab turunnya hadits tersebut adalah begini;Ketika penduduk muslim Makkah berhijrah ke Madinah, ada seorang laki-laki yang juga ikut pergi ke Madinah disebabkan di antara orang-orang yang berhijrah itu terdapat seorang wanita yang dicintainya dan ingin dinikahinya. Jadi kepergainnya ke Madinah bukan dengan sebab ketaatan pada Allah atas perintah hijrah tersebut -bahkan Ustadz menyebutkan bahwa laki-laki tersebut adalah orang kafir quraisy-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jelas, seseorang akan kembali kepada apa yang diniatkannya. Jadi buat seorang muslim, hendaklah segala amalnya itu semata-mata karena Allah. Lalu bagaimana jika suatu amalan memiliki niat lain selain kepada Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari mendefinisikan ikhlas terlebih dahulu! Ikhlas berasal dari kata kholaso - yakhlusu yang bermakna kosong, selesai. Kata kholaso mendapat tambahan alif diawal sehingga terbentuklah kata ikhlas yang bermakna mengosongkan. Secara istilah ikhlas berarti mengosongkan motivasi yang lai dan motivasinya hanya karena Allah. Maka ikhlas secara sempurna disandarka sebagi ikhlas liLlahi ta'ala. Maksud dari liLlahi ta'ala adalah memasukkan unsur taqorrub dan mengharapkan kemuliaan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka salah satu dari bagian dari ikhlas adalah mengharapkan balasan dari Allah, yaitu dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari api neraka. Adalah suatu kekeliruan besar suatu pemahaman yang berkembang dewasa ini yang menyatakan bahwa seseorang yang beramal karena ingin mendapat surga dan terhindar dari neraka adalah orang yang tidak ikhlas. Berikut firman Allah yang menegaskan hal tersebut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Ali 'Imran: 131)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;-Rujuk juga &lt;strong&gt;QS. Al-Baqoroh: 24&lt;/strong&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Ali 'Imran: 133)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat tersebut memerintahkan seseorang untuk mengejar balasan dari Allah berupa dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun syarat-syarat dari ikhlas adalah;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perbuatan yang dikerjakan adalah ibadah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tujuannya adalah taqorrub yang artinya mencarai perhatian dan Allah saja dan melepaskan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mencari hanya balasan dari sisi Allah (dimasukkan surga dan dijauhkan dari neraka), dan bukan balasan dari sisi makhluk.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan pertanyaan sebelumnya tentang niat-niat lain yang mengiringi ibadah? Syaikh Shalih bin Utsaimin menyatakan bahwa hal tersebut tidak mengapa selama niat taqorrubnya tidak lebih kecil dibanding niat sampingan tersebut. Akan tetapi, tidak murninya niat tersebut akan selalau membawa konsekuensi, yaitu amal dan pahala yang tidak sempurna. Maka hendaklah berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hal yang sangat disayangkan banyak orang yang terjebak pada niat-niat lain diluar taqorrub kepada Allah. Sebagai contoh adalah orang yang berpuasa dengan niat berhemat atau menjadi sehat. Apalagi didukung dengan hadits yang demikian terkenal, &lt;em&gt;"Berpuasalah kamu agar kamu menjadi sehat."&lt;/em&gt; Padahal hadits tersebut lemah. Hal ini yang membuat seseorang tidak mendapat kebaikan amal seluruhnya walaupun tujuannya untuk hemat dan sehat bisa tercapai. Jadi jika ingin ibadah sempurna murnikan niat hanya buat Allah, dan hal-hal positif yang mengiringi ibadah tersebut adalah bonus dari Allah. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah meyukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Ath-Tholaq: 3)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya rezeki yang tidak disangka-sangka adalah sesuatu kebaikan yang tidak pernah diduga atau diharapkan atau direncanakan sebelumnya. Hal ini akan kerap terjadi sekiranya seseorang memurnikan niatnya hanya untuk Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk menjadi ikhlas: &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berlindung kepada Allah dari godaan syaithon.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah diungkapkan dalam surat QS. An-Nahl: 97-100, maka adalah sangat penting memohon agar dilindungi dari godaan setan untuk apapun termasuk ibadah. Setan dengan segala tipu dayanya selalu ingin menghancurkan manusia. Dan hal yang paling rentan adalah menjaga kemurnian niat. Sebagai contoh, seseorang yang ikhlas awalnya dalam sholat bisa terkotori keikhlasannya ketika orang lain tiba-tiba melintas didekat dia sholat. Mulailah ia membaguskan bacaannya atau memilih sura-surat yang panjang supaya terlihat sebagai orang yang shalih atau banyak hafalannya. Pada dasarnya ini adalah tipu daya setan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berlindung dari syirik.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ibadah, syirik yang dimaksud di sini adalah syirik kecil atau tersembunyi. Syirik ini tidak mengeluarkan seseorang dari Islam tetapi merusak amalnya sehingga tidak bernialai apaun di sisi Allah. Ini adalah dosa yang sering kali tidak disadari dan kerap munculnya belakangan. Syirik kecil ini, Termasuk didalamnya adalah riya' dan sum'ah.&lt;br /&gt;Atau bisa juga ini syirik besar yang memungkinkan seseorang keluar dari agama. Yaitu melakukan suatu bentuk peribadatan yang ditujukan kepada selain Allah, misalnya berdoa kepada wali yang sudah meninggal atau bahkan kepada Rasul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Membiasakan diri untuk menyembunyikan amal.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adapun menunjukkan amal demi pengajaran, maka hal tersebut tidak mengapa selama tidak dilakukan terus-menerus. Dikhawatirkan memperlihatkan amal akan bermuara pada sikap pamer.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bergaul dengan orang-orang shalih.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang shalih, insyaAllah memiliki atau lebih dekat pada sikap ikhlas. Bergaul dengan mereka akan mengalibrasi kita untuk juga menjadi ikhlas, insyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Membaca kisah-kisah para Rasul, sahabatnya, ulama.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Termasuk cara bergaul dengan orang shalih adalah mebaca kisah para teladan umat dan mengaplikasikannya pada diri sendiri. Ini adalah bentuk bergaul dengan orang-orang yang telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bersikap konsisten dalam beramal tidak peduli kondisinya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk keikhlasan adalah memberi lebih banyak daripada yang diterima. Dahulu Khalid bin Walid ketika menjadi jendral adalah orang yang sangat gigih berjuang. Lalu ketika ia diturunkan menjadi prajurit biasa, apa yang terjadi? Dia masih konsisten dengan kegigihannya. Buat dia jenderal atau prajurit sama saja, dia tetap memberi kapasitas sebagai seorang jendral walaupun statusnya adalah prajurit biasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mengingat kematian dan akhirat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengingat mati dan akhirat bukan berarti membuat seseorang tidak melakukan sesuatu, tetapi sebaliknya bagaimana dengan mlakukan dua hal tersebut seseorang tetap berjuang buat hidupnya dengan memberi hal yang terbaik karena bagaimanapun bilangan usia tidak ada yang pernah tahu selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memmahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-A'rof: 179)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-254008708749721440?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/254008708749721440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=254008708749721440' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/254008708749721440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/254008708749721440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/refleksi-pengajian-siaware-memaknai.html' title='Refleksi Pengajian Siaware: Memaknai Ikhlas'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-695110778895478519</id><published>2009-01-12T20:48:00.006+07:00</published><updated>2009-01-12T22:16:34.839+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Pengajian Siaware: Hijrah dan Penanggalan Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu ...."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. At-Taubah: 36)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah rangkuman pengajian siaware tanggal 29 Desember 2008. Agak sulit merekonstruksi informasi pengajian ini karena materi menjadi cukup melebar ke beberapa pokok persoalan. AlhamduliLlah bisa terselesaikan. Ada sejumlah tambahan yang saya sisipkan demi mempermudah gambaran informasi pengajian yang insyaAllah tidak mengubah esensi dari materi yang disampaikan (setidaknya berdasarkan apa yang saya tangkap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Muharrom adalah bulan permulaan dari penanggalan Islam. Bulan ini adalah bulan yang istimewa karena banyak kejadian penting dalam sejarah yang terjadi di bulan ini-selain itu istimewa karena adanya larangan Allah untuk berperang pada bulan ini bersama tiga bulan lainnya, kecuali jika diperangi terlebih dahulu-. Beberapa peristiwa penting itu adalah diselamatkannya Nabi Ibrahim ketika ia dibakar oleh raja Namrudz, diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran Fir'aun, serta diselamtkannya Nabi Yunus dari perut ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penanggalan Islam ini disandarkan pada peristiwa hijrahnya RasuluLlah dari Makkah ke Madinah. Peristiwa hijarah sendiri merupakan salah satu peristiwa yang menjadi wahana seleksi keimanan. Seleksi iman lainnya adalah turunnya ayat pertama, peristiwa isra' mi'raj, dan pemindahan arah kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika turun ayat pertama lalu Rasulullah mulai berdakwah, tidak serta merta semua orang beriman walaupun pada saat itu beliau dikenal sebagai orang yang paling jujur. Inilah seleksi iman yang pertama karena memperlihatkan siapa yang benar-benar memusuhi Islam. Yang paling terlihat yaitu Abu Lahab, yang tak lain adalah paman dan mertua Rasulullah sendiri. Permusuhannya yang demikian keras membuat Allah menurunkan sebuah surat yang menjelaskan Abu Lahab dan keadaannya. Inilah satu-satunya surat yang tidak menyebut Allah atau nama-nama yang disandarkan kepadaNya sama sekali. Dan ini adalah salah satu bukti kebenaran Al-Qur'an bahwa Abu Lahab akan tetap durhaka. Padahal jika Abu Lahab berdamai dengan RasuluLlah dan mengikuti ajarannya walaupun sekedar berpura-pura, surat ini terbantahlah sudah. Tetapi yang terjadi adalah Abu Lahab makin memusuhi RasuluLlah. sungguh Allah Mahatahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika peristiwa isra' mi'raj terjadi, sebagian kaum muslimin ada yang goyah keyakinannya. Secara logika, mereka tidak bisa menerima bahwa ada seseorang yang mampu melakukan perjalanan dari Makkah ke Baitul Maqdis (Yerussalem) bahkan ke langit ke tujuh hanya dalam tempo semalam. Inilah seleksi iman yang membedakan orang yang sungguh-sungguh yakin dan orang yang masih ragu dengan ajaran yang dibawa RasuluLlah. Pada peristiwa ini, Abu Bakar adalah orang yang langsung percaya dengan pemberitaan RasuluLlah soal ini tanpa berpikir-pikir sehingga sejak itulah ash-shiddiq disandarkan kepada beliau. Para orang yang mendustakan dan ragu akhir terbungkam ketika kafilah-kafilah dagang Quraisy kembali dari perjalan niaga mereka dari baitul Maqdis. RasuluLlah dapat menceritakan apa yang mereka lakukan dengan tepat apa yang mereka lakukan pada malam hari saat peristiwa isra' mi'raj itu, sementara mereka berada di pertengahan jarak Makkah dan Baitul Maqdis (Silakan merujuk kitab-kitab sirah nabawiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa hijrah juga merupakan seleksi iman. Banyak orang yang merasa enggan berhijrah karena merasa sayang meninggalkan harta yang mereka kumpulkan, atau perniagaan yang mereka miliki, atau pekerjaan yang menghidupi, atau bahkan keluarga. Masih ada yang punya kecenderungan pada dunia walaupun telah datang perintah Allah secara gamblang tentang hijarh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula pemindahan arah kiblat dari Masjid Aqsho di Baitul Maqdis ke arah ka'bah di Masjid Harom, Makkah. Banyak orang yang tidak terima dan kembali pada kekufuran dengan perintah ini. Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata, 'Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat, Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.' Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Baqoroh: 142-143)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hijrah, maka perintah hijrah ini tetap berlaku sampai saat ini bagi kaum Muslim. Bukan dalam bentuk hijrah tempat melainkan hal-hal lain di luar itu, semisal soal sikap, perkataan, perbuatan, dan sebagainya. Akan tetapi, hal yang patu diperhatikan bahwa hijrah berkaitan dengan iman, maka ketika seseorang berhijrah menuju suatu kebaikan ada hal yang patut dipertnyakan. Apa motif dari hijrah itu? Hijrah yang sesungguhnya bukan tentang memenuhi ego dan nafsu. Hadits Nabi:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;".... 'Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya.'"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang bisa kita lakukan dalam rangka hijrah ini? Mulailah dari hal-hal sederhana saja, seperti men-syi'ar-kan istilah-istilah yang lebih selamat dari sisi agama, misalnya memakai istilah 'hari Ahad' daripada 'hari Minggu'. Termasuk hijrah juga adalah memperhatikan penanggalan Islam sebagaimana mestinya, karena pada dasarnya ada siklus ibadah yang secara tahunan yang perlu kita ketahui. Bukankah pada tanggal 9-10 Muharrom ada puasa asyuro' yang sangat baik untuk dikerjakan? Bukankah ada tiga hari di pertengahan setiap bulan yang kita dianjurkan juga untuk berpuasa? Bukankah penting masalah penentuan tanggal 1 Romadhon yang berkaitan dengan ibadah romadhon? Bukankah perlu diketahui masalah perhitungan takaran zakat dari segi waktu? Dan masih banyak ibadah-ibadah yang patut untuk diketahui dan diamalkan, sementara ibadah-ibadah tersebut berkaitan dengan masalah bilangan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tidak tahu penanggalan Islam bagimana meraih keutamaan-keutamaan dari ibadah, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-695110778895478519?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/695110778895478519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=695110778895478519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/695110778895478519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/695110778895478519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/refleksi-pengajian-siaware-hijrah-dan.html' title='Refleksi Pengajian Siaware: Hijrah dan Penanggalan Islam'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-1559093762963959491</id><published>2009-01-10T22:26:00.010+07:00</published><updated>2009-01-12T22:17:25.800+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Khutbah Nikah: Sakinah Berumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya ada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Ar-Rum:21)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah intisari yang saya peroleh dari khutbah nikah ketika menghadiri akad pernikahan kawan, Safwat Assaqa, dan istrinya, Siti Mariyah. Semoga rangkuman ini bisa memberi kebaikan. Satu hal, masalah persepsi ayat oleh khotib yang saya kutip di sini hendaklah disikapi dengan bijak. Demi keselamatan dalam pemahaman ayat-ayat Al-Qur'an hendaklah merujuk pada tafsir yang terpercaya. Maaf saya sendiri belum bisa menuliskan tafsir dari ayat-ayat yang ditulis di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan bukanlah sekedar akad yang menghalalkan dua orang untuk memenuhi hak dan kewajiban sebagai suami istri. Sekedar akad akan bisa diselesaikan dalam sekelabat masa, namun apa yang sesungguhnya ada di balik sebuah pernikahan? Maka bacalah firman Allah tentang pernikahan ini:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;".... Dan mereka (istri-istri) telah mengambil dari kalian penjanjian yang kuat."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. An-Nisa': 21)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seperti yang Allah sampaikan, pernikahan adalah sebuah perjanjian teguh (&lt;em&gt;mitsaqon gholizho&lt;/em&gt;). Kata-kata &lt;em&gt;mitsaqon gholizho&lt;/em&gt; ini cuma dipakai tiga kali dalam Al-Qur'an. Jadi bisa dibayangkan bahwa pernikahan ini bukan suatu senda gurau yang pada hari ini dituturkan akadnya dan beberapa saat kemudian bercerai dengan alasan yang lemah. Perjanjian Allah dengan dua orang yang berakad nikah ini disejajarkan dengan perjanjian Allah dengan Bani Israil &lt;strong&gt;(QS. An-Nisa: 154)&lt;/strong&gt; dan perjanjian Allah dengan para Nabi &lt;strong&gt;(QS. Al-Ahzab: 7)&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah ini adalah sebuah lembaga yang telah disyariatkan bahkan sejak nabi Adam. Dengan demikian, pernikahan sendiri memiliki usia yang sama dengan sejarah manusia itu sendiri. Diceritakan bahwa Allah sendiri yang menikahkan Nabi Adam dengan Hawa. Allah yang menjadi wali -dan bahwa Dia-lah wali yang sesungguhnya- serta para malaikat yang menjadi saksi. Allah jua yang memberi khutbah nikah. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;".... Hai Adam, diamilah (uskun) oleh kamu dan isterimu (zawjuka) taman ini (al-jannah), dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon (syajarah) ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS. Al-Baqoroh 35)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pernikahan ada beberapa hal yang secara umum digambarkan dalam ayat tersebut. Yang pertama adalah &lt;em&gt;uskun&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Uskun&lt;/em&gt; adalah bentuk perintah dari &lt;em&gt;sakana&lt;/em&gt; yang menjadi akar kata juga dari kata &lt;em&gt;sakinah&lt;/em&gt;. Jadi pada dasarnya adalah perintah Allah untuk membentuk rumah tangga yang &lt;em&gt;sakinah&lt;/em&gt;. Apa itu &lt;em&gt;sakinah&lt;/em&gt;? Yaitu, apa yang menenteramkan hati. Intinya adalah rumah tangga yang ideal. Ideal tersebut tentu saja dilihat dari sisi agama, bukan dari segi materi. Maka sangant ditekankan agar kedua belah pihak berbuat yang &lt;em&gt;ma'ruf&lt;/em&gt; (baik), karena pada dasarnya tiap orang punya kultur. Dan pernikahan adalah mengompromikan kultur-kultur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor kedua adalah &lt;em&gt;zawj&lt;/em&gt;. Ini dimaknai istri. Dalam Al-Qur'an ada kata lain yang merujuk pada makna istri yaitu &lt;em&gt;imro'ah&lt;/em&gt;. Akan tetapi, mengapa Allah memakai &lt;em&gt;zawj&lt;/em&gt; dalam Al-Baqoroh: 35 ini? Maka jika kita perhatikan penggunaan kata &lt;em&gt;imro'ah&lt;/em&gt; merujuk pada istri yang menentang seperti yang disampaikan dalam surat At-Tahrim tentang istri Nabi Nuh dan Nabi Luth yang membangkang. Mereka adalah contoh istri-istri yang tidak &lt;em&gt;sakinah&lt;/em&gt;, tidak seiring sejalan dengan apa yang dibawa suami-suaminya. Akan tetapi, menentang bukan berarti sesuatu yang selalu keliru, sebab istri Fir'aun juga disebutkan dengan &lt;em&gt;imroa'h&lt;/em&gt; karena ia memang berseberangan keyakinan dengan suaminya yang lalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke awal, membentuk rumah tangga yang sakinah menjadi tanggung jawab suami terutama mendidik keluarganya soal agama. Dan agama adalah masalah keyakinan. Maka penting buat laki-laki untuk mempersiapkan diri soal ini, dan wanita hendaknya pandai memilih pasangan yang dapat membimbing dia. sangat di sayangkan ketika kepemilikan materi menjadi parameter yang utama bagi seorang wanita dan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tadi berkaitan dengan faktor yang ketiga, yakni &lt;em&gt;jannah&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Jannah&lt;/em&gt; ini dimaksudkan bahwa rumah tangga hendaknya bisa membawa suasana 'surga', yaitu kehidupan yang cukup. Pertanyaannya, bisakah menjadikan rumah tangga sebagai surga? Maka bercerminlah dari ungkapan yang lahir dari lisan Rasul 'Rumahku adalah Surgaku'. Rumah tangga beliau menjadi surga bukan karena adanya materi semacam perabotan atau yang lainnya. Jika bertandang ke Madinah dan melihat kubur RasuluLlah, maka besarnya makam beliau hampir sama luas dengan rumah yang dahulu didiaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hindarilah perilaku hidup rumah tangga yang konsumtif. selain itu, untuk menciptakan suasana jannah, hendaklah makan bersama keluarga. Sangat disayangkan bahwa banyak rumah tangga yang mngabaikan hal ini dengan alasan kesibukan masing-masing. Namun Allah Mahatahu. Salah satu hikmah romadhon adalah menciptakan suasana makan bersama dengan keluarga, setidaknya pada saat berbuka atau sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang terakhir adalah menghindari maksiat, yang dalam ayat tersebut digambarkan dengan larangan mendekati pohon. Sesungguhnya maksiat akan menjauhkan sebuah rumah tangga dari Allah. Dan ini yang terjadi pada Nabi Adam ketika melanggar larangan Allah. Sering kali untuk membahagiakan istri ada hak-hak Allah yang dilanggar demikian pula sebaliknya. Setan denga tipudayanya akan mencoba menghancurkan manusia. Dan kerap kali kebahagiaan yang disangka hanyalah awal dari bencana yang dahsyat. Maka begitu ada maksiat yang terlanjur terjadi, maka betrsegeralah bertaubat. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari taman itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan kami berfirman: 'Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.' Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, Maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman: 'Turunlah kamu semuanya dari taman itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.'"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al Baqoroh: 36-38)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ingatlah pesan-pesan ini! Bagi suami, hendaklah ia memberikan sesuatu yang patut dalam urusan nafkah serta menjadi imam atau teladan dalam keluarga. Imam tersebut termasuk menjadi imam sholat. Dan istri, hendaklah ia menjaga rumah tangga yang dibangun bersama suaminya termasuk menutupi hal-hal yang kurang berkenan di hatinya bahkan pada orang tuanya sendiri. Sekali lagi pernikahan itu ada kompromi di dalamnya. Bagaimanapun manusia berbeda satu sama lain, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-1559093762963959491?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/1559093762963959491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=1559093762963959491' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1559093762963959491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1559093762963959491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/refleksi-khutbah-nikah-sakinah-berumah.html' title='Refleksi Khutbah Nikah: Sakinah Berumah Tangga'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7572222148334505832</id><published>2009-01-10T02:06:00.005+07:00</published><updated>2009-01-12T22:18:19.349+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Jum'at: Syukur dan Ingat Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pekan ini, saya sholat Jum'at di tempat yang sama dengan pekan lalu. Refleksi khutbah pekan ini adalah menjadi insan yang bersyukur dan dan senantiasa mengingat Allah. Sebagian besar khutbah dikaitkan dengan penderitaan muslim di Palestina. Maklum saja, adu senjata antara militer Israel dan Hamas di Jalur Gaza masih menjadi pemberitaan hangat sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah terjejak rasa syukur dalam dada ketika hidup dalam keadaan yang nyaman tenteram? Kebanyakan dari manusia lupa bersyukur bahkan cenderung menjadi lalai memenuhi kewajibannya. Mari menilik mereka yang di Palestina saat ini. Untuk menikmati kebutuhan hidup dapat diduga mereka tak lagi mampu. Ketakutan dan rasa cemas telah meliputi mereka disertai berbagai kekurangan yang mendera akibat perang. Namun boleh jadi nilai keimanan mereka tetap membara dalam dada di masa-masa sulit. Maka bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, mari berbicara tentang Palestina!&lt;br /&gt;Di antara rasa nyaman yang dirasakan saat ini oleh muslim di belahan bumi lain, adakah sedikit terlintas rasa peduli tentang mereka yang di Palestina? Ataukah memang kita telah terkotakkan oleh wilayah? Adakah yang terbersit dalam benaknya, "Saya 'kan di Indonesia. Mereka di Palestina."? Adakah terbersit rasa sakit? Bukankah kaum muslim itu bagaikan satu tubuh, di mana ketika salah satu bagian tubuh sakit maka bagian tubuh yang lainnya akan ikut merasakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi itulah yang mungkin telah terjadi sebagaimana upaya para musuh agama ini untuk membenamkan Islam. Para musuh agama yang dengan strateginya -antara lain menggerus kepercayaan diri muslim bahwa dia adalah muslim, menebar opini bahwa Islam agama teroris, dan upaya menguasai dunia dari berbagai sendi- telah menunjukkan kemajuan yang menggembirakan buat mereka dan mereka bergerak makin berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, jangankan untuk peduli kepada mereka yang di Palestina, mensyukuri nikmat ketenangan yang saat ini dialami banyak orang yang enggan. Banyak manusia baru kembali kepada Allah ketika mereka ditimpa kesulitan, bencana, kekurangan, dan rasa sempit. Namun begitu segala hal tersebut sirna, mereka kembali lupa. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Yunus:12)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia itu bisa dikategorikan menjadi empat, demikian kata khotib. Yang pertama, ini yang paling baik, adalah orang yang senantiasa ingat kepada Allah dalam berbagai keadaan; baik ataupun buruk, sehat ataupun sakit, suka maupun duka, dsb. Yang kedua adalah orang yang mengingat Allah pada saat yang tidak menyenangkan sementara ia sempat lali sebelumnya. Begitu cobaan yang buruk itu dicabut ia ternyata masih bisa istiqomah untuk mengingat Allah. Yang ketiga, hampir sama dengan yang kedua, namun perbedaannya adalah ketika cobaannya diangkat ia serta merta menjadi ingkar kembali. Yang terakhir, yang paling buruk, adalah orang yang senantiasa lupa pada Allah, bahkan mungkin lebih buruk lagi; dia berprasangka buruk pada Allah ketika menerima cobaan-cobaan yang memberatkan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mana yang hendak engkau pilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7572222148334505832?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7572222148334505832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7572222148334505832' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7572222148334505832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7572222148334505832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/refleksi-jumat-syukur-dan-ingat-allah.html' title='Refleksi Jum&apos;at: Syukur dan Ingat Allah'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8749618935429365279</id><published>2009-01-08T21:38:00.004+07:00</published><updated>2009-01-08T21:47:36.672+07:00</updated><title type='text'>Membatik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Akhir tahun lalu menjelang tahun 2009 saya pergi ke Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlhamduliLlah mendapat kesempatan berjalan-jalan ke Kampung Batik. Ini adalah gambar yang saya ambil di salah satu rumah produksi batik di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SWYQf0x9p9I/AAAAAAAAAJc/Mugeojx34Bc/s1600-h/DSC00077.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288932951323420626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SWYQf0x9p9I/AAAAAAAAAJc/Mugeojx34Bc/s320/DSC00077.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SWYQtWzQA1I/AAAAAAAAAJk/o-g988zFD-8/s1600-h/DSC00078.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288933183793922898" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SWYQtWzQA1I/AAAAAAAAAJk/o-g988zFD-8/s320/DSC00078.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8749618935429365279?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8749618935429365279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8749618935429365279' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8749618935429365279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8749618935429365279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/membatik.html' title='Membatik'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SWYQf0x9p9I/AAAAAAAAAJc/Mugeojx34Bc/s72-c/DSC00077.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7496771946960125153</id><published>2009-01-07T22:26:00.005+07:00</published><updated>2009-01-10T02:22:33.361+07:00</updated><title type='text'>Titik Balik: Makna Harga Diri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu ketika sahabat saya bertanya mengenai titik balik dalam hidup. Ketika itu saya menjawab ada sejumlah peristiwa yang menjadi titik balik, saya tidak bisa memilih salah satu yang paling besar. Buat saya, peristiwa-peristiwa itu memberikan pencerahan dan seringkali paradigma baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peristiwa yang paling saya ingat adalah murkanya wali kelas saya ketika SMA. Kemurkaan itu membawa saya berpikir tentang harga diri. Mari saya ceritakan kisahnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika di pertengahan cawu 2 kelas 3, saya dan kawan-kawan menghadapi ujian Kimia. Kami mengerjakannya dengan penuh konsentrasi. Soal-soal yang demikian sulit rupanya menggoyahkan iman seseorang dari kami. Dia menyontek. Ibu Retno Palupi, guru Kimia kami, rupanya mengetahui hal tersebut. Akan tetapi, alih-alih menghukum orang tersebut, beliau menyampaikan kejadian yang dilihatnya kepada wali kelas kami, Ibu Indraningrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai ujian Kimia, kami masih merasa biasa-biasa saja. Kami tidak tahu bahwa pada hari itu juga, sebuah peristiwa besar menanti kami di jam terakhir sekolah; kemurkaan paling dahsyat dari wali kelas kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam pelajaran terakhir adalah matematika. Kami merasakan atmosfer yang berbeda ketika Ibu Indra masuk. Biasanya beliau masuk dengan senyum, namun kali ini tidak ada senyum di wajah beliau. Rupanya hari itu beliau tidak mengajar kami matematika. Beliau mengajar tentang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang kalian pikir? Saya sungguh kecewa bahwa ada dari kalian yang menyontek."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami diam, masih belum mengerti. Akhirnya kami tahu bahwa ada yang menyontek pada ujian Kimia beberapa jam sebelumnya dari kata-kata yang terlontar bak mitraliur dari lisan Ibu Indra. Karisma beliau mampu membuat kami merasa bahwa tiap orang dari kami bersalah atas kejadian itu. Kepala kami makin tertunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di mana letak harga diri kalian? Apa yang kalian lakukan sama saja seperti menjual harga diri kalian di pasar Kebon Roek sana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian tahu, dahulu kakak-kakak kelas kalian tidak pernah menyontek walau tidak ada guru yang mengawas waktu ujian?! Mereka menggantungkan harga dirinya di langit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya bertanya, apakah sebenarnya itu harga diri. Saya tahu kata majemuk itu, tetapi masih belum mengerti makna dibaliknya. Dan ketika itu saya dipaksa berpikir lebih keras untuk memahami perbedaan harga diri yang dijajakan di pasar dengan yang digantungkan di langit. Dan saya sampai pada suatu kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga diri adalah mememelihara bagianmu dalam mengendalikan hidupmu. Ketika hidupmu tergantung oleh orang lain, yang sering kali dilakukan dengan "mencuri hak" orang lain, maka harga dirimu terjual sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir jam pelajaran, kami masih belum tahu siapa yang telah menyontek tersebut karena bukan itu yang penting. Ini bukan tentang membuat seseorang mengaku dan mempermalukannya. Ini tentang pembelajaran. Saya percaya bahwa semua orang belajar pada hari itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7496771946960125153?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7496771946960125153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7496771946960125153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7496771946960125153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7496771946960125153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/titik-balik-makna-harga-diri.html' title='Titik Balik: Makna Harga Diri'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5930966867861314093</id><published>2009-01-06T22:13:00.002+07:00</published><updated>2009-01-06T22:25:34.277+07:00</updated><title type='text'>Koreksi: Wanita Penderita Lupus Punya Cerita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Manusia tempatnya salah dan lupa, demikian pula saya. Saya mendapat sedikit koreksi untuk cerita yang saya posting kemarin, &lt;a href="http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/wanita-penderita-lupus-punya-cerita.html"&gt;Wanita Penderita Lupus Punya Cerita&lt;/a&gt;. Ini adalah koreksi dari kawan &lt;a href="http://terangbulan.wordpress.com/"&gt;Salim Rusli&lt;/a&gt; yang dikirimkan melali salah satu milis yang saya ikuti (saya mengirim cerita itu juga ke beberapa milis). Dengan ini, cerita itu dikoreksi, insyaAllah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;PS:&lt;br /&gt;Bung Ilham, ada sedikit koreksi untuk cerita Bung:&lt;br /&gt;Kalau dari segi alur cerita, seingat saya Mas Eko dan Mbak Dian (saya lupa nama lengkap mereka berdua) itu sudah menikah sebelum Mbak Dian terkena penyakit lupus.  Sekadar tambahan informasi, Mas Eko itu  alumnus Teknik Penerbangan ITB (jadi seniornya Bung Ilham, halah saya lupa lagi angkatan berapa). Mbak Dian itu lulusan Farmasi ITB. Mereka berdua sekarang aktif di Yayasan Syamsi Dhuha yang antara lain menangani para penderita lupus. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buat Salim, terima kasih atas koreksinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5930966867861314093?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5930966867861314093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5930966867861314093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5930966867861314093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5930966867861314093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/koreksi-wanita-penderita-lupus-punya.html' title='Koreksi: Wanita Penderita Lupus Punya Cerita'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8669796269484653071</id><published>2009-01-05T22:15:00.006+07:00</published><updated>2009-01-12T21:56:35.536+07:00</updated><title type='text'>Wanita Penderita Lupus Punya Cerita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dahulu dia adalah seorang gadis yang energik dan supel. Semasa di kampus dia aktif dalam berbagai kegiatan. Semua orang kagum pada jiwa sosialnya. Semua orang percaya bahwa keindahan hidup telah digenggamnya. Hingga suatu ketika semua berganti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dokter memberitahukan kepadanya bahwa dia terkena lupus. Dia terkejut, karena sungguh mengerti apa yang disampaikan dokter. Itu adalah sebuah penyakit yang membuat tubuh penderitanya bereaksi secara berlebihan terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dia membayangkan hari-hari yang akan dilaluinya dengan penyakit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dan keluarganya berikhtiar luar biasa menghadapi cobaan ini. Pengobatan dengan &lt;em&gt;glukokortikoid&lt;/em&gt; menjadi sebuah kekerapan dalam hidupnya. Dia sangat paham bahwa &lt;em&gt;glukokortikoid&lt;/em&gt; tersebut hanya sedikit mengurangi efek dari penyakitnya, dan malah menimbulkan efek negatif lainnya. Dengan alasan itu dia sadar bahwa impiannya untuk menikah sebagaimana layaknya wanita lain merupakan impian yang nyaris muskil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kehendak Allah tidak pernah bisa diduga! Seorang pria menghampiri hidupnya. Bukan seorang pria biasa, melainkan seorang pria yang dengan apa yang dimilikinya bisa mendapat wanita mana saja yang dia mau. Seseorang yang menarik secara fisik dan berada secara materi. Buat gadis itu, hadirnya pria itu merupakan keberuntungannya. Pria itu menjadikannya seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka menikah. Dan sang suami menjadi sahabatnya yang paling utama dalam menghadapi penyakit lupus itu. Akan tetapi, cobaan masih saja diberikan oleh Yang Mahakuasa. Penyakit itu dan proses pengobatan yang kian sering akhirnya telah merenggut harta hidupnya yang lain; penglihatan. Dia mengalami kerusakan retina. Dan tidak cukup di situ, dia divonis tidak bisa menjadi seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada sang suami, "Tidak berniat menikah lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan marah dia menjawab, "Istri saya sakit! Dan, saya tidak ingin menambahnya dengan rasa sakit yang lain!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu cukup sadar akan kebutuhan suaminya walau tidak pernah tahu anjuran-anjuran bagi suaminya untuk menikah lagi di luar. Perasaan tidak sempurna itu membuatnya berkata kepada sang suami di suatu ketika, "Abang, sebaiknya kamu menikah lagi? Kamu tahu saya tidak bisa memberikan sesuatu yang sepatutnya diberikan seorang istri. InsyaAllah, pengadilan agama akan mengizinkanmu dengan melihat kondisi saya yang seperti ini. Dan saya rela."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami diam. Lalu menjawab, "Mengapa adik berkata demikian? Tolong jangan pernah mengulangi permintaan itu! Itu sungguh membuat saya sedih, seolah-olah adik menganggap apa yang lakukan selama ini bukanlah sesuatu yang tulus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu akhirnya tidak pernah lagi menyinggung soal itu lagi. Pada titik itu dia merasa sempurna; dicintai tanpa syarat oleh seseorang. Itu adalah sebuah harta yang demikian langka yang tidak dimiliki oleh semua orang. Dia sadar bahwa Allah tidak pernah sia-sia dalam menetapkan sesuatu. Allah memberinya penyakit sebagai ganti Allah mendatangkan seorang yang demikian indah hatinya. Allah menarik penglihatannya tetapi dia tahu sang suami yang menjadi matanya, dan baginya itu jauh di atas sempurna. Dan dia tahu masih banyak hal-hal indah dibalik cobaan-cobaan yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bersyukur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maka, sungguh dibalik setiap kesulitan itu terdapat kemudahan. Sungguh, dibalik setiap kesulitan itu terdapat kemudahan."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Al-Insyiroh: 5-6)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:75%;"&gt;Dituliskan kembali dari materi pengajian SIAware edisi Romadhon 1429 H oleh Ust. Budi Prayitno. Kisah ini adalah kisah nyata seorang alumni ITB yang merupakan kenalan ustadz.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8669796269484653071?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8669796269484653071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8669796269484653071' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8669796269484653071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8669796269484653071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/wanita-penderita-lupus-punya-cerita.html' title='Wanita Penderita Lupus Punya Cerita'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8454669280469782294</id><published>2009-01-05T20:54:00.006+07:00</published><updated>2009-01-05T22:15:42.652+07:00</updated><title type='text'>Pohon Langit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Belajar mengambil momen lewat foto. Cuma pakai kamera telepon seluler, jadi harap maklum kalau hasilnya masih jauh dari sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SWIRzSl8tgI/AAAAAAAAAJM/7vr1--Q4rRQ/s1600-h/Pohon+Langit.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287808485348390402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 310px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SWIRzSl8tgI/AAAAAAAAAJM/7vr1--Q4rRQ/s320/Pohon+Langit.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SWITMLImC9I/AAAAAAAAAJU/xBtr1CwYZCo/s1600-h/Ranting+Langit.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287810012354579410" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SWITMLImC9I/AAAAAAAAAJU/xBtr1CwYZCo/s320/Ranting+Langit.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8454669280469782294?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8454669280469782294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8454669280469782294' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8454669280469782294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8454669280469782294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/pohon-langit.html' title='Pohon Langit'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/SWIRzSl8tgI/AAAAAAAAAJM/7vr1--Q4rRQ/s72-c/Pohon+Langit.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5240285546078111859</id><published>2009-01-04T22:09:00.004+07:00</published><updated>2009-01-12T22:08:16.198+07:00</updated><title type='text'>Laki-laki Becak dan Haji-nya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah sebuah cerita yang saya dengar dari khatib Jum'at ketika saya mengikuti sholat jum'at beberapa hari yang lalu. Beliau mengklaim bahwa ini adalah kisah yang benar-benar terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Laki-laki itu adalah seorang paruh baya yang menghidupi dirinya dengan mengayuh becak. Tidak ada yang membedakannya dari para pengayuh becak yang lain, kecuali kisahnya telah menjadi bukti tentang suatu janji Allah. Janji yang manakah? Mari saya ceritakan kepadamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Jum'at adalah hari yang istimewa karena laki-laki itu selalu pulang ke rumah tanpa membawa hasil dari pekerjaannya mengayuh becak. Dia senantiasa menggratiskan para penumpangnya pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata, "Hari ini gratis, tetapi bolehkan saya meminta sesuatu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Doakan saya agar bisa pergi menunaikan ibadah haji!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu permintaan yang demikian mustahil mengingat pekerjaannya tidak memberikan hasil yang banyak bahkan untuk kebutuhannya sehari-hari. Akan tetapi, niatnya begitu kuat, keyakinannya begitu membara. Dia melakukan itu dari jum'at ke jum'at, tanpa henti tanpa keluh. Dan dunia ini memang benar-benar negeri dongeng yang menakjubkan. Kau tahu, sungguh rezeki bukanlah sesuatu yang sampai ke rumahmu?! Pada Jum'at yang keseratus sekian, seorang penumpangnya yang dermawan tidak saja berdoa untuk pria itu, dia membayarkan pria tua itu untuk berangkat haji pada tahun itu. subhanaLlah.... &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh benar janji Allah bukan? Dia memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"... demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Ath-Tholaq : 2-3)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah ini terdapat hikmah yang banyak bukan?&lt;br /&gt;Tentang niat!&lt;br /&gt;Tentang impian!&lt;br /&gt;Tentang memberi!&lt;br /&gt;Tentang ketulusan!&lt;br /&gt;Tentang konsistensi!&lt;br /&gt;Dan tentang apapun yang bisa dipetik dari kisah sederhana itu!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5240285546078111859?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5240285546078111859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5240285546078111859' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5240285546078111859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5240285546078111859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/laki-laki-becak-dan-haji-nya.html' title='Laki-laki Becak dan Haji-nya'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-9222178389382303569</id><published>2009-01-03T21:39:00.007+07:00</published><updated>2009-01-04T01:15:18.729+07:00</updated><title type='text'>Kasta?!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Semasa kecil, Velutha selalu datang bersama Vellya Paapen ke Rumah Ayamenem melalui pintu belakang untuk mengirim buah-buah kelapa yang mereka petik di halaman. Pappachi tidak akan mengizinkan ayah dan anak itu masuk rumah. Tak seorang pun mengizinkan. Mereka tidak diperkenankan menyentuh segala sesuatu yang disentuh kaum Touchable. Kasta Hindu dan Kasta Kristiani. Kepada Estha dan Rahel, Mammachi pernah berkata ia ingat suatu waktu semasa gadisnya, ketika kaum Paravan diminta merangkak mundur memegang sapu untuk membersihkan tapak kaki mereka sehingga kasta Brahma dan Kristen Siria tidak perlu harus mengotorkan diri dengan menginjak bekas kaki Paravan. Pada masa Mammachi, kaum Paravan, seperti juga kaum Untouchable lainnya, tidak diperkenankan berjalan di jalanan umum. Mereka dilarang menutupi bagian atas tubuhnya dan tidak diperkenankan membawa payung. Mereka diwajibkan menutup mulut dengan tangan ketika sedang bicara untuk mengenyahkan polusi nafas mereka dari lawan bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dikutip -dengan sejumlah koreksi tanda baca- dari &lt;em&gt;The God of Small Things: Yang Maha Kecil&lt;/em&gt; karya Arundhati Roy, diterjemahkan oleh A. Rahartati Bambang Haryo.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas adalah salah satu bagian paling mengesankan buat saya ketika membaca novel peraih &lt;em&gt;Booker Prize&lt;/em&gt; tahun 1997 tersebut. Saya mendapat gambaran sahih bahwa manusia bisa sampai pada titik yang demikian memprihatinkan dalam hal menghinakan manusia lainnya. Saya terkesan dalam ranah keheranan yang bahkan tidak bisa saya pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak ke masa kini, praktik-praktik semacam itu mungkin terkikis, terutama oleh berbagai gerakan yang diusung para pembela hak-hak asasi manusia. Akan tetapi, reduksi yang terlihat, saya pikir, bukan jaminan bahwa hal-hal semacam itu hilang. Yang terjadi mungkin lebih parah, isu tentang klasifikasi tingkatan manusia berkembang jauh lebih pesat dalam domain yang lebih halus: paradigma. Kasta itu hadir bukan saja dalam hal-hal yang selama ini dipermasalahkan -semisal ras, suku, agama, tingkat pendidikan- tetapi juga dalam hal-hal yang lebih tidak masuk akal lagi seperti fisik atau cara berpakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pernah mendengar penelitian Paul Ewald mengenai wabah kolera, maka kejahatan kemanusiaan ini dapat saya katakan memiliki sifat serupa dengan organisme kolera. Kemampuan organisme kolera beradaptasi dengan lingkungannya memungkinkan mereka melanggengkan serangannya. Di tempat-tempat tanpa persediaan air bersih, kolera akan mengganas dan membuat penderitanya menjadi tidak berdaya akibat serangan diare parah. Tinja penderita tersebut akan segera mencemari persediaan air dan menjangkiti lainnya. Akan tetapi jika ada persediaan air bersih, maka strain yang ganas tidak akan bereproduksi dan mencemari persediaan air. Yang terjadi adalah kuman kolera tersebut beradaptasi menjadi strain yang kurang ganas dan penularannya akan terjadi oleh media lain yang tidak kentara seperti sentuhan atau melalui barang-barang penderita. Demikian juga, gembar-gembor tentang hak asasi juga tampaknya telah mengkondisikan pengkastaan manusia menjadi seolah-olah mulai terkikis sedikit demi sedikit, namun yang terjadi adalah semua tetap dalam bentuk yang berbeda; halus dan mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin bertanya;&lt;br /&gt;Seberapa banyak mendengar pembicaraan tentang sisi negatif suku tertentu?&lt;br /&gt;Seberapa sering menyaksikan di televisi sehingga menjadi biasa dengan &lt;em&gt;bla-bla&lt;/em&gt; produk kecantikan tentang kriteria wanita cantik adalah yang seperti ini dan itu?&lt;br /&gt;Seberapa gampang memandang sebelah mata tempat seseorang mengenyam pendidikan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seberapa kerap menilai seseorang dari cara berpakaiannya sehingga enggan memperlakukakannya sebagaimana mestinya?&lt;br /&gt;Seberapa mudah menjadikan pilihan seseorang sebagai bahan tertawaan atau cemoohan atau bahkan kemarahan?&lt;br /&gt;Seberapa ini...?&lt;br /&gt;Seberapa itu...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm.... Tahukah kamu? Ternyata orang-orang dahulu jauh lebih jujur. Mereka menjadi seorang rasis atau yang sebangsanya secara terbuka. Dan sekarang? Mungkin kita berdosa berkali-kali lipat, sebab dalam lisan mencela hal-hal semacam itu namun dalam tingkah justru menjadi contoh paling jelas dari pelaku dan parahnya merasa biasa-biasa saja dengan itu semua. Parodi satir yang menjadi santapan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh! Mungkin saya sedang berbicara tentang diri saya sendiri! Maafkan saya, jika demikian....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-9222178389382303569?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/9222178389382303569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=9222178389382303569' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/9222178389382303569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/9222178389382303569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/kasta.html' title='Kasta?!'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-9064074174475908856</id><published>2009-01-03T21:18:00.014+07:00</published><updated>2009-01-12T22:23:27.516+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Jum'at : Istighfar, Istikhoroh, Istiqomah + Khusyu'</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya berencana merutinkan untuk memperbaharui blog ini dengan intisari atau refleksi Khutbah Jum'at setiap pekan. Semoga bisa istiqomah. Amiin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan ini saya mengikuti sholat jum'at di Masjid Al-Hasanah, Taman Hewan. Bahasan khutbah pekan ini menarik. Kali pertama ini, tulisan akan saya bagi menjadi dua bagian sebagaimana khatib memberikan dua bahasan berbeda di khutbah pertama dan khutbah kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khutbah bagian pertama: Istighfar, Istikhoroh, dan Istiqomah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana biasa, khotib mengajak untuk bertakwa dan bersyukur berbagai nikmat. Hal yang cukup menarik ketika beliau juga menyebutkan bahwa seseorang juga patut mensyukuri nikmat lupa. Lupa adalah nikmat yang pada hakikatnya menarik nikmat-nikmat lain. Ketika ingat setelah lupa, maka mengingat adalah suatu nikmat baru. Dan dengan lupa seseorang bisa melakukan ibadah yang disebut taubat dan taubat sendiri merupakan nikmat juga, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya khotib menyitir suatu ayat -sayang sekali selama khutbah, khotib tidak menyebut nama surat dari ayat-ayat yang disampaikannya- tentang ketetapan Allah yang mempergilirkan kejayaan dan kehancuran suatu kaum/bangsa. Hal tersebut sangat jelas terlihat sekarang di mana terdapat negara-negara yang mengalami perkembangan yang mengesankan dan di lain pihak beberapa mengalami kegoncangan padahal selama beberapa masa mengalami kejayaan. Namun pada dasarnya, bagi seorang muslim, selama berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah maka kejayaan akan menyertai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi saat ini, di mana krisis masih saja berlanjut, seorang muslim hendaknya menghidupkan berbagai amalan-amalan baik. Di antara amalan-amalan yang perlu diperhatikan adalah istighfar, istikhoroh, dan istiqomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Istighfar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup masyhur berita tentang RasuluLlah yang ber-&lt;em&gt;istighfar&lt;/em&gt; atau memohon ampun setiap hari tidak kurang dari 70 kali sehari. Bahkan di riwayat lain dijelaskan beliau ber-&lt;em&gt;istighfar&lt;/em&gt; tidak kurang dari seratus kali. Demikian, seorang nabi yang telah dijamin ampun oleh Allah atas berbagai kesalahannya baik di masa lalu maupun di masa datang masih memohon ampun sedemikian banyaknya. Bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bisa dilihat kualitas kebersihan hatinya dari kata-kata yang dikeluarkannya ketika memperoleh hal-hal yang tidak menyenangkan, terjatuh misalnya. Apakah dia berucap &lt;em&gt;istighfar&lt;/em&gt;? Ataukah dia mengumpat dengan berbagai sebutan yang tidak layak? Maka jika pilihan kedua yang cenderung terjadi, bagaimana Allah mengizinkan keburukan berubah menjadi kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan mengganti kebaikan dengan kebaikan jika memenuhi beberapa syarat, yaitu memalingkan diri (&lt;em&gt;thoba&lt;/em&gt;, akar kata taubat), percaya (&lt;em&gt;amana&lt;/em&gt;, akar kata iman), dan beramal saleh. &lt;em&gt;Thoba&lt;/em&gt; memiliki makna memalingkan diri dari dosa, layaknya seseorang membalikkan badannya dan meninggalkan apa yang di belakang punggungnya. &lt;em&gt;Amana&lt;/em&gt; berarti mengimani yang patut diimani. Dan beramal saleh yaitu dengan melakukan berbagai perbuatan baik.&lt;br /&gt;Maka mulailah kebaikan-kebaikan dari hal sederhana seperti &lt;em&gt;istighfar&lt;/em&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Istikhoroh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa-masa sulit ini ketika berbagai pilihan mesti diputuskan, sangat menyedihkan bahwa kebanyakan kaum muslim melupakan amalan &lt;em&gt;istikhoroh&lt;/em&gt;. Yang terjadi adalah banyak yang meminta pertimbangan-pertimbangan pada sesuatu yang tidak layak seperti paranormal, dukun , dan yang sebangsanya. Lebih memprihatinkan bahwa hal itu semakin mudah dengan adanya teknologi. Lihat saja berbagai iklan sms premium bernada pengungkapan misteri masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana &lt;em&gt;istikhoroh&lt;/em&gt; dimaksudkan untuk meminta bantuan Allah dalam memutuskan sesuatu. Ini adalah suatu amalan yang sederhana, lagi murah. Maka hidupkanlah amalan sholat dan doa-doa &lt;em&gt;istikhoroh&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Istiqomah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Istiqomah&lt;/em&gt; dapat diartikan sebagai konsisten dengan sesuatu. Sebagai seseorang yang telah memilih Islam sebagai jalan hidupnya maka patut baginya untuk konsisten sebagai muslim. Sebagai contoh sederhana adalah memperlakukan Al-Qur'an sebagaimana mestinya secara terus-menerus. Al Qur'an sepatutnya rajin dibaca bukan sekedar menjadi pajangan. Hendaklah isinya diamalkan secara konsisten pula dan tidak mempertanyakan kebenaran isi Al-Qur'an sebagaimana fenomena yang mulai berkembang saat ini. Sebagai contoh adalah wajibnya sholat berjamaah (bagi laki-laki) selama tidak ada udzur syar'i. Banyak yang meragukan apakah ini wajib atau bukan, padahal berbagai keterangan dalam Al-Qur'an jelas soal ini. Bahkan jelasnya kewajiban sholat berjamaah dalam Al-Qur'an tersebut masih belum melibatkan berbagai hadits. Sungguh Al-Qur'an adalah firman Allah yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Khutbah bagian kedua: Khusyu' (dalam sholat)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang paling pertama dicabut dari kaum muslim adalah &lt;em&gt;khusyu'&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Khusyu'&lt;/em&gt; ini senantiasa disandarkan dengan sholat. Maka seseorang harus memperhatikan bagiamana dia melakukan amalan sholat ini, minimal sekali ketika melakukan takbiratul ihram dia harus berkonsentrasi penuh. Takbir ini yang mengharamkan seseorang untuk melakukan hal-hal lain di luar gerakan dan bacaan sholat. Ibaratnya, apabila &lt;em&gt;takbiratul ihram&lt;/em&gt; seseorang tidak sempurna maka besar kemungkinan sholatnya tidak akan &lt;em&gt;khusyu'&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pahamilah makna bacaan sholat. Sebagai contoh, penggalan doa &lt;em&gt;iftitah&lt;/em&gt; yang sering dibaca: &lt;em&gt;Inna sholaatii wa nusukii wa mahyayaa wa mamatii liLlahi robbil 'alamiin&lt;/em&gt;, tahukah engkau artinya? Ini sesuatu yang dalam. Ini adalah suatu bentuk penyerahan total seseorang kepada Allah dalam hal sholat, ibadah, hidup, dan juga matinya. Maka buat engkau yang sholat, ketika membaca bacaan tersebut apakah engkau sungguh-sungguh memaknainya? Bukankah itu sebuah janji yang terucap? Ataukah selama ini bacaan yang tertutur dalam sholat hanyalah rentetan kata yang sama sekali tidak engkau pahami? Lalu buat apa kau melakukannya jika tidak menyempurnakannya dan meresapinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sadarkah bahwa &lt;em&gt;shof&lt;/em&gt; sholat ini adalah gambaran hari perhitungan kelak? Ada filosofi lain tentang &lt;em&gt;shof&lt;/em&gt; selain sebagai kesempurnaan sholat berjamaah. Barisan seperti dalam saf inilah yang dilakukan oleh ruh dan malaikat kelak pada hari pembalasan (lihat &lt;strong&gt;QS. An-Naba': 38&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;Maka rapatkanlah saf kalian, wahai &lt;em&gt;mushollin&lt;/em&gt; (orang-orang yang sholat). Pada dasarnya ini membantu kita untuk khusyu' juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a'lam bi ash-showab&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan tambahan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Para ahli tafsir, dengan berbagai analisis ilmiahnya, memiliki pendapat yang berlainan tentang makna ruh yang tertera pada QS. An-Naba:38 yang disebut pada tulisan di atas. Sebagian memaknai sebagai roh manusia, sebagian yang lain memaknai sebagai Malaikat Jibril. InsyaAllah, dua pendapat ini yang paling masyhur. Dalam khutbahnya, terlihat bahwa khotib berpegang pada pendapat ulama yang memaknai ruh adalah roh manusia. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan sederhana istilah&lt;/strong&gt; (menurut yang saya pahami, jadi ini belum tentu penjelasan menurut istilah agama!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Al-Qur'an&lt;/strong&gt; Kitab suci umat Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Doa iftitah&lt;/strong&gt; Salah satu kewajiban (catatan: kewajiban tidak sama dengan rukun) dalam sholat berupa do yang dibaca pada raka'at pertama sebelum membaca surat Al-Fatihah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Hadits&lt;/strong&gt; Suatu berita yang disandarkan kepada perbuatan atau perkataan Nabi. Ada banyak jenis dari hadits ini ditilik dari berbagai sisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Istighfar&lt;/strong&gt; -telah tertera pada tulisan di atas-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Istikhoroh&lt;/strong&gt; -telah tertera pada tulisan di atas-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Istiqomah&lt;/strong&gt; -telah tertera pada tulisan di atas-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Khotib&lt;/strong&gt; Pembaca khutbah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Khusyu'&lt;/strong&gt; Totalitas, sepenuh hati, penuh konsentrasi dalam hal ibadah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Khutbah Jum'at&lt;/strong&gt; Semacam ceramah dua bagian yang disampaikan oleh seorang khatib sebagai salah satu rukun sholat jum'at.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat&lt;/strong&gt; hamba Allah yang diciptakan dari cahaya dan senantiasa taat kepada Allah. Malaikat ada banyak jumlahnya dan masing-masingnya memegang tugas tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Ruh&lt;/strong&gt; -telah tertera pada catatan tambahan-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Rukun (*ibadah)&lt;/strong&gt; Ketentuan-ketentuan dalam suatu ibadah yang membuat ibadah tersebut menjadi sah/diterima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Shof&lt;/strong&gt; Barisan dalam sholat berjamaah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sholat&lt;/strong&gt; Ritual ibadah dengan gerakan dan ucapan tertentu yang dilaksanakan umat muslim. Sholat ada banyak macamnya, namun yang diwajibkan secara mutlak kepada seorang muslim adalah lima kali sehari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sholat berjamaah&lt;/strong&gt; Sholat bersama-sama dengan dipimpin seorang imam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sunnah&lt;/strong&gt; Hal-hal yang disandarkan pada perbuatan atau perkataan Nabi Muhammad, termasuk hal-hal yang dikerjakan oleh para sahabatnya dan tidak dilarang oleh Nabi Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Takbiratul ihram&lt;/strong&gt; -telah tertera pada tulisan di atas-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Udzur syar'i&lt;/strong&gt; Kondisi yang diperkenankan dalam agama Islam untuk tidak melakukan atau tidak memenuhi kesempurnaan suatu bentuk ibadah tertentu. Kondisi tersebut bisa berupa kelemahan fisik, lupa, kondisi alam tertentu, aktivitas tertentu, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-9064074174475908856?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/9064074174475908856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=9064074174475908856' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/9064074174475908856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/9064074174475908856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/intisari-jumat-istighfar-istikhoroh.html' title='Refleksi Jum&apos;at : Istighfar, Istikhoroh, Istiqomah + Khusyu&apos;'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3074475101373802027</id><published>2009-01-01T21:03:00.003+07:00</published><updated>2009-01-01T21:09:44.166+07:00</updated><title type='text'>Baru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Entah simbolik atau perfeksionis? Saya tidak tahu cap mana yang mesti dilekatkan kepada saya. Apa pasal? Saya memilih untuk menahan diri dari berposting di blog ini demi mengarsipkan semua tulisan sebelumnya di tahun-tahun sebelumnya. Ya! Dengan tampilan yang lebih sederhana saya mencoba sesuatu yang baru. Jadi saya pikir adalah waktu yang tepat memulai sesuatu yang baru di tahun yang berbeda, dan adalah hal yang sangat mengganggu saya jika tulisan lama bercampur dengan tulisan baru dalam satu kurun waktu. Perubahan yang paling terlihat, selain tampilan yang saya sebut tadi, adalah judul untuk blog ini dari Sunflower menjadi &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;?!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Tepat cuma dua simbol itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tanda tanya dan tanda seru? Hmmm..., buat saya tanda tanya dan tanda seru adalah dua simbol yang sangat dalam. Buat saya, kehidupan adalah sebuah dongeng ajaib yang disusun oleh tanda tanya demi tanda tanya yang secara bersamaan merupakan tanda seru. Bingung? Sekedar saran, ada baiknya hal-hal seperti ini tidak perlu diolah dengan logika! Saatnya menikmati kebingungan-kebingungan itu. Itu bagian terpenting untuk menikmati keindahan dongeng ajaib yang saya sampaikan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, hal baru lainnya dari blog ini adalah pemakaian bahasa Indonesia. Keputusan ini sebenarnya berhulu pada murka beberapa waktu lalu ketika memabaca suatu tulisan yang menyebut bahasa Indonesia sebagai bahasa yang tidak berjiwa. Hmmm..., mari buktikan!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3074475101373802027?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3074475101373802027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3074475101373802027' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3074475101373802027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3074475101373802027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2009/01/baru.html' title='Baru'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-4192853592432588692</id><published>2008-08-01T21:54:00.006+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Experiences....</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;It feels strange to restart writing in this blog again, but suddenly I just wanted to. So, I decided, just do it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I had interesting experiences today. I'll spill out two of those.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, it's about senior high school students. This morning I met a group of students walking while I was going to campuss. One of them used crutches. I was wondering, he got sprained. Suddenly, three boys arrived with two motorcycles. Those three was their friend. What a surprise, they three stopped and with no hesitation asked the one who got sprained to ride behind on one motorcycle. The other students helped him to ride on. For me, it was moved.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secondly, it's about trust I had. After Isya', I was greeted by a friend whom I haven't met for long time. I was surprised that suddenly he asked me to help him distributing food for the poor. He wanted redeem his broken-promise by doing that. I was happy that he could trust me: spilled out about promise he broke and asked me out to help him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Those two, beside other experiences, make my day was great. Thanks God.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-4192853592432588692?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/4192853592432588692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=4192853592432588692' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4192853592432588692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4192853592432588692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2008/08/experiences.html' title='Experiences....'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5321641379518415996</id><published>2007-12-15T22:11:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Today&apos;s Inspiration'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Today's Inspiration (0712)</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="420"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="color: rgb(135, 206, 250);" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia,Times New Roman,Times,serif;font-size:14;color:blue;"&gt;&lt;b&gt;THINK &amp;amp; ACT From Henri-Louis Bergson&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#b5e1fc"&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://students.itb.ac.id/%7Emonsur136/Life.jpg" height="86" width="137" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Think like a man of action, act like a man of thought&lt;/i&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;About Henri-Louis Bergson&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;French philosopher Henri-Louis Bergson, author of such books as &lt;i&gt;Time and Free Will&lt;/i&gt; and &lt;i&gt;Creative Evolution,&lt;/i&gt; was so popular that when he lectured in New York, it caused the first Broadway-related traffic jam. He was born in Paris in 1859. His wide-ranging philosophical writing covered issues of time and emotion, pragmatism and perception. He served on French diplomatic missions and was instrumental in forming the League of Nations. He died in 1941.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5321641379518415996?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5321641379518415996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5321641379518415996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5321641379518415996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5321641379518415996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/12/todays-inspiration-0712.html' title='Today&apos;s Inspiration (0712)'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-1201600318332154361</id><published>2007-11-15T23:50:00.001+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Birthday Present</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;I can count how many times I received birthday present. Thrice. Well, it’s natural since I hardly tell my birthday to other. Usually, I just write it down for fulfilling forms or files.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This afternoon I received birthday present from a friend. Adenita, she gave me such wonderful gift. I was touched. Not only had I rarely got attention as well, but actually I really got  fine thing. It's three booklets on surah of Al-Qurán: Luqman, Ar-Rohman, Al-Waqiáh. And the best part of all; I have such a wonderful best friend.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-1201600318332154361?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/1201600318332154361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=1201600318332154361' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1201600318332154361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1201600318332154361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/11/birthday-present.html' title='Birthday Present'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-435454351078907060</id><published>2007-11-05T00:02:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Today&apos;s Inspiration'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Today's Inspiration (0711)</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="5" width="420" align="center" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="middle"  style="color:#87cefa;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia, Times New Roman, Times, serif;font-size:14;color:blue;"&gt;&lt;b&gt;THINK From George Jean Nathan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#b5e1fc"&gt;&lt;center&gt;&lt;img height="86" src="http://students.itb.ac.id/~monsur136/Life.jpg" width="137" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;No man can think clearly when his fists are clenched.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;b&gt;About George Jean Nathan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;George Jean Nathan, the acerbic American drama critic, was renowned for what he called destructive theater criticism, which helped shape a more serious theatrical community and paved the way for modern critics. He was born in 1882 in Indiana. He and H.L. Mencken coedited the magazines Smart Set and The American Mercury. Although he found little to like in the theater, he became a fierce champion of the playwrights he did appreciate, including Eugene O'Neill and Sean O'Casey. He died in 1958.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-435454351078907060?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/435454351078907060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=435454351078907060' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/435454351078907060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/435454351078907060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/11/think-from-george-jean-nathan-no-man.html' title='Today&apos;s Inspiration (0711)'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-4501974841594268530</id><published>2007-11-04T23:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>short massage service</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;From my little brother, Firman, I got these messages:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Rasul bersabda, tidak bergeser kaki seorang hamba kelak kecuali bila telah ditanya tentang lima hal. Di antaranya: masa mudanya dihabiskan untuk apa dan tentang dakwah Rasul, bagaimana dia menyambutnya. Kak Ilham ikut kajian donk!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Di surga itu ada bidadari. Bidadari yang paling rendah tingkatannya dapat membuat kita lupa dengan wanita yang tercantik di bumi, dan bidadari yang paling tinggi tingkatannya dapat membuat kita lupa dengan bidadari yang lain. Dialah bidadari bermata jeli.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;The messages was sent by him to keep me stand on the right path and back to learn about Islam, as I did. And I speechless....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-4501974841594268530?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/4501974841594268530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=4501974841594268530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4501974841594268530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4501974841594268530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/11/short-massage-service.html' title='short massage service'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-4390191986080433238</id><published>2007-11-03T23:21:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Shobar (Patience)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Friday (19/10), as the common of Muslim men, I went to do &lt;em&gt;Sholat Jumát&lt;/em&gt; at Islamic Center in Cakranegara. That day actually was not the fun time to go out for distance to attend &lt;em&gt;Sholat Jumát&lt;/em&gt;. Since my little brother, Firman, insisted to go there then we and Dad went there.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat Jumát there was a good choice, actually. &lt;em&gt;Khutbah&lt;/em&gt; (sermon) I heard was so impressive. It was given by &lt;em&gt;Ustadz&lt;/em&gt; Fatah. The &lt;em&gt;khutbah&lt;/em&gt; as if turned down the heat of that day. He talked about &lt;em&gt;Shobar&lt;/em&gt; (patience).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I concluded the khutbah:&lt;br /&gt;Shobar&lt;em&gt;, in addition to sholat, are consolations for a Muslim. So, it’s important to understand both of those. &lt;/em&gt;Shobar&lt;em&gt; consist by two components, those are &lt;/em&gt;shobar&lt;em&gt; itself and &lt;/em&gt;syukur&lt;em&gt; (gratefulness). And, it is not easy to get a predicate as&lt;/em&gt; ash-shobirin&lt;em&gt; (person who has patience). There’s so many people look patience but they are not. Someone can be said as&lt;/em&gt; ash-shobirin&lt;em&gt; if he is able to be patience for three things: be patience for the obligation, for prohibition that Allah plots on him, and be patience for the fate that Allah plots on him.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Reflecting on the &lt;em&gt;khutbah,&lt;/em&gt; I feel still far from shobar characteristic. O Allah, please favor me Thy guidance….&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-4390191986080433238?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/4390191986080433238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=4390191986080433238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4390191986080433238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4390191986080433238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/11/shobar-patience.html' title='Shobar (Patience)'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7789423664922449869</id><published>2007-11-02T22:04:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Bima dan Kearifannya (Bimanese Wisdom)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya menyempatkan diri untuk pulang ke Bima pada libur lebaran lalu. Sehari setelah lebaran, saya berangkat ke bima bersama bunda dengan menggunakan bus. Perjalanan tersebut memakan waktu nyaris 14 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bima inilah saya kembali bersahabat dengan akar saya. Inilah daerah yang menjadi tanah kelahiran keduaorangtua saya. Saya merasa nyaman di sana walaupun udara terik yang membakar. Bima memang tidak sesubur Lombok, tempat rumah kami berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah yang panas mungkin telah menciptakan orang bima sebagai manusia berkarakter keras. Akan tetapi kearifan mereka juga mengagumkan. Tulisan ini bukan bermaksud memuji suku sendiri sebab saya sendiri percaya bahwa bumi Indonesia ini penuh dengan berjuta kearifan-kearifan yang mengagumkan. Dan saya melihat satu bagian kecil dari harta bangsa ini di akar saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kasus pertama&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saudara sepupu merayakan resepsi pernikahannya. Pagi-pagi saya datang ke tempat acara akan diadakan. Wow, kesibukan luar biasa ada di sana. Yang saya herankan adalah undangan buat acara nanti sore ternyata baru akan disebar menjelang siang. Undanganpun sangat sederhana, yaitu dengan kertas HVS A4 berwarna kuning yang difotokopi. Saya sempat sangsi bahwa acara akan ramai, namun ternyata dugaan itu meleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas bahwa, ini adalah acara yang dilaksanakan di sebuah desa kecil, saya katakana ini luar biasa. Entah waktu yang berjalan lambat di sini atau memang setiap orang merasa terpanggil untuk memeriahkan acara sehingga dfemikian banyak yang hadir. Bahkan undanganpun hanya formalitas, karena semua sudah berkontribusi sejak awal dalam acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acaranya sendiri di adakan di tempat yang agak aneh: di atas sawah kering. Tetapi ini unik sekali karena pelaminan dilatari oleh kebun bambu, sementara di hadapan pelaminan sawah membentang luas sejauh mata memandang dan terlihat tegar gunung-gunung seolah menjadi batas antara bumi dan langit. Ternyata tidak perlu gedung yang hebat untuk membuat acara yang indah semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kasus Kedua&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Saudara sepupu dua tingkat menikah. Pernikahan ini bertempat di kabupaten sebelah, Dompu. Bayangkan hamper satu desa pergi ke sana dengan menyewa empat buah bis. Saya sendiri pergi memakai motor bersama Paman. Kami bergantian membawa motor. Perjalanan menuju kabupaten Dompu, buat saya, bukan perjalanan mudah. Jalannya berkelo-kelok karena mengikuti kontur bukit dan lembah. Saya melewati hutan, tanah kosong, sawah, dan jurang. Saya harus berhati-hati sekali membawa motor karena tidak terbiasa dengan medannya. Apalagi jalur itu biasanya dilewati bus-bus antar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa kagum dengan semangat persaudaraan yang begitu kental sehingga hamper semua orang ingi datang ke pernikahan sepupu saya itu. Perjalanan yang sulit ditambah berdesakan bukan perkara yang menyenangkan. Kapasitas tiap bus jauh terlewati. Sebenarnya ini sangat berbahaya. Mudah-mudahan spirit kebersamaan itu bisa terjaga, namun dengan cara yang lebih aman. Menurut saya, tidak benar juga sesuatu yang baik ditempuh dengan cara yang berbahaya atau melanggar kaidah, hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kasus Ketiga&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Saya memperhatikan bahwa kebiasaan memanggil orang lain dengan sebutan sebagai anggota keluarga masih bertahan di sana, bahkan walaupun orang yang diajak berbicara sama sekali tidak dikenal. “Wahai ananda,” atau “wahai adinda,” atau wahai bibinda,” atau yang sejenisnya kerap terdengar di telinga saya (yang bertanda kutip terjemahannya saja, sapaan yang asli tentu memakai bahasa Bima)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kasus Keempat&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ngobrol asyik pun kerap terjadi antara orang yang sama sekali tidak dikenal. Seseorang dengan tiba-tiba bisa nimbrung dalam sebuah pembicaraan untuk memberikan pandangannya. Ini terjadi di kendaraan-kendaraan umum, toko-toko, atau pasar, sawah, atau tempat lainnya. Keramahan yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan suatu ketika ketika saya kemalaman dalam perjalanan menuju Bima, beberapa tahun yang lalu, saya diantar dengan selamat oleh seorang pemuda yang tidak saya kenal sama sekali sebelumnya. Ah saya merasa beruntung bisa menjadi orang Bima. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7789423664922449869?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7789423664922449869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7789423664922449869' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7789423664922449869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7789423664922449869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/11/bima-dan-kearifannya-bima-and-its.html' title='Bima dan Kearifannya (Bimanese Wisdom)'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5436902866704292273</id><published>2007-11-02T20:48:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Mudik (Went Home)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Going home is fun, as always. There the place that my life’s begun. There the place that the first pieces of me pierced to construct currently me. Back to home always touchy. And I felt it when I spent my Lebaran holiday several weeks ago (7-23/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I arrived by flight from Jakarta. At home, I hugged my mother in a straight line. She looked so happy. However, her faced changed surprised when she’d known that I had metacarpal fracture. Ah…, she always be the first one that’s concerned about me most. Maybe that the reason I postponed to tell her about my accident.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I met my father in the afternoon. He’d just arrived from Manado. He showed similar surprised as Mom did. However I could make them sure that I was okay. I little bit felt guilty for my accident.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For two days, I completely did nothing. I was prohibited to do things because of my hand condition. I feel sad as my mom did the whole household things and I just could see. Finally, my little brother and little sister came the next two days. They went home by flight from Surabaya. It meant that there were people who’d help mom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For several next days, there was a lot story that we shared between us: Dad, Mom, I, my brother, and sister. How they really love me, I could feel it. There were nice meeting with my friends. Our classic story never gets old to be told again and again. There was a beauty of wisdom of earlier period of Bimanese people: I will type it down later.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Going home always becomes a great moment for me. At that place I can contemplate myself deeply.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5436902866704292273?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5436902866704292273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5436902866704292273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5436902866704292273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5436902866704292273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/11/mudik-went-home.html' title='Mudik (Went Home)'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8513856523539419859</id><published>2007-10-31T20:02:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Metacarpal Fracture</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ow… it’s been long time not to type down here. Hmmm, many experiences happened and those might be forgotten to be remembered. Since I had my metacarpal fracture, I was going averse to post here. Let me start with the accident first.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That night (30/9) was a lucky night. At that night I got an accident: metacarpal fracture. I was invited to join futsal game by my friends. I accepted it. Moreover, there was a plan to surprise two people of us who celebrated their birthday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We arrived at the location, and played such fun game. However, then, when I was dribbling the ball suddenly there were two large body attacked me. I was flung to the wall. I felt pain in my hand. I thought I got sprained. When I went away the game, I realize that the anatomy of my right hand changed. My ring finger looked as it sunken. My friends give several treatments as first aid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The next day, I took my Rontgen photograph and I found that I got fracture at metacarpal. Then I went to a doctor to take next treatment. The accident forced me to go home on Lebaran holiday in condition my hand bandaged.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way, metacarpals are the continuous of phalanges. And I said that’s a kind of luck; since I don’t know was the accident a gift or calamities. It’s better to be positive thinking, right?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8513856523539419859?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8513856523539419859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8513856523539419859' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8513856523539419859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8513856523539419859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/10/metacarpal-fracture.html' title='Metacarpal Fracture'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-312377261827117299</id><published>2007-10-28T21:51:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>24</title><content type='html'>24 years of age...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-312377261827117299?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/312377261827117299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=312377261827117299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/312377261827117299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/312377261827117299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/10/24.html' title='24'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5165806512280191581</id><published>2007-09-29T14:56:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Anger and my Romadhon</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Okay, time to write… (again!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This fasting month is really special for me. It becomes special not because significant changing on praying, though even decrement that I feel. How sad… :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reason why this romadhon is so special is the time for me to reflect myself. I have been tested through my passion since so many thing I feel so wrong. And even worse, those come from my environment, my friend. I have been mad. Not to them, but myself. I mad because I cannot do anything to make it right.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let me tell several stories that amend my mood to the bottom… &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;On a meeting, suddenly, my friend asked the aim of our event since her did know nothing about it. She asked why we just talked about technical not the conception. God, I almost blasted into mad. I think her questions didn’t make sense. It’s natural she didn’t know after she had not even got involve with us several time before. She among us, but what she did just playing around, talked around, or laughing around. She didn’t ask, even. Thank God, people there patient enough to explain her. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Several friends in our discussion kept shouting dirty jokes, ghibah, and laughing at people. I don’t understand, how come this habit even worse in this time. Time that we should be doing something best (it’s romadhon, right?). And I exploded; I got mad and told to them. I hope they can accept my words and change.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;One of my friends broke his promise. Bad, he didn’t ask apologize and even make excuses.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ah, how hard this romadhon. But several experiences I had just enrich me about life. I can reflect myself from someone else’s attitude.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;You cannot give something if you don’t have it.&lt;br /&gt;When you get mad at someone, it may tell you are just alike him.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5165806512280191581?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5165806512280191581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5165806512280191581' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5165806512280191581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5165806512280191581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/09/anger-and-my-romadhon.html' title='Anger and my Romadhon'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2662810889216644355</id><published>2007-09-15T22:56:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Rileks' Gathering (in Fasting Month)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;It was great today. I and other Rileks members spent this afternoon by gathering (silaturrahmi) along with break the day third of fasting Romadhon. Something that has to be noted, this event happened by solid team that worked several time before the day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The idea of this gathering appeared three weeks before fasting month between me, Riesa (rie~star), &lt;a href="http://parzidbreakz.blogspot.com/"&gt;Muthe (parz)&lt;/a&gt;, Danze (danze), &lt;a href="http://bhass.blogs.friendster.com/blognya_bhass/"&gt;Bhas (Mr. Bhass)&lt;/a&gt;, Dita (bajajpinky), and &lt;a href="http://edskywalker.net/"&gt;Eddy (eddy)&lt;/a&gt;. We thought that it’s necessary to gathered again and Romadhon is the best moment to make it true. Days later, it’s decided Dita to lead this event and I as treasurer. Three weeks we worked: collect money, order the meals and drinks, arrange the rundown, etc. Thanks God, each people contributed well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And, amazingly, the participants of this event just exceeded my expectation. More than 80 people came by and embellished the divine afternoon, even though several people canceled their coming. The atmosphere felt warm between us. Several members told their trace of this gathering. Someone said Rileks is his new family. Another one spoke Rileks is place that he could really relax. It’s great, wasn’t it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My God, it is a great grateful to you for exceptional afternoon we spent today and hope You always lead us to straight path.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2662810889216644355?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2662810889216644355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2662810889216644355' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2662810889216644355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2662810889216644355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/09/rileks-gathering-in-fasting-month.html' title='Rileks&apos; Gathering (in Fasting Month)'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-5828633560015389135</id><published>2007-09-15T21:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>SIAWARE 12</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;For the feeling called love, I was there for you&lt;br /&gt;For the lust of lessons, I’d decided to take part&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And…,&lt;br /&gt;I’ve seen incredible extraordinary people&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You all burnt my spirit to give&lt;br /&gt;Better than my best&lt;br /&gt;Since I saw&lt;br /&gt;Bright reflection within myself&lt;br /&gt;By your verbal, whim, and expression&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Though we’d just met&lt;br /&gt;Though for a flash flicker&lt;br /&gt;I felt knowing you for eons&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You’ve been coming&lt;br /&gt;To complete my &lt;em&gt;journey of being&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;For that whole things&lt;br /&gt;Thank you…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;,iiii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dedicated to 97 members and facilitators team of SIAWARE 12] &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-5828633560015389135?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/5828633560015389135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=5828633560015389135' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5828633560015389135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/5828633560015389135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/09/siaware-12.html' title='SIAWARE 12'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2637610871879372180</id><published>2007-09-14T02:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Gurindam Duabelas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;This, I write down the old Melayu literature named Gurindam Duabelas. I saw the original verse while I was going to Kepri islands.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;INILAH GURINDAM DUA BELAS&lt;br /&gt;Karya Raja Ali Haji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Persimpangan yang indah-indah&lt;br /&gt;Yaitulah ilmu yang membei faedah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hendak bertutur&lt;br /&gt;Akan gurindam yang beratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG PERTAMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa tiada memegang agama&lt;br /&gt;Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengenal yang empat&lt;br /&gt;Maka ia itulah orang yang ma'rifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengenal Allah&lt;br /&gt;Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengenal diri&lt;br /&gt;Maka telah mengenal akan Tuhan Yang Bahri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengenal dunia&lt;br /&gt;Tahulah ia barang yang terpedaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengenal akhirat&lt;br /&gt;Tahulah ia dunia mudharat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KEDUA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengenal tersebut&lt;br /&gt;Tahulah ia makna takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa meninggalkan sembahyang&lt;br /&gt;Seperti rumah tiada bertiang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa meninggalkan puasa&lt;br /&gt;Tidaklah mendapat dua termasya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa meninggalkan zakat&lt;br /&gt;Tiadalah hartanya beroleh berkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa meninggalkan haji&lt;br /&gt;Tiadalah ia menyempurnakan janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KETIGA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apabila terpelihara mata&lt;br /&gt;Sedikitlah cita-cita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terpelihara kuping&lt;br /&gt;Khabar yang jatuh tiadalah damping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terpelihara lidah&lt;br /&gt;Niscaya dapat daripadanya faedah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan&lt;br /&gt;Daripada segala berat dan ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila perut terlalu penuh&lt;br /&gt;Keluarlah fiil yang tiada senonoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota tengah hendaklah ingat&lt;br /&gt;Di situlah banyak orang yang hilangsemangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah peliharakan kaki&lt;br /&gt;Daripada berjalan membawa rugi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hati itu kerajaan di dalam tubuh&lt;br /&gt;Jikalau zalim segala anggota pun rubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dengki sudah bertanah&lt;br /&gt;Datanglah daripadanya beberapa anak panah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengumpat dan memuji hendaklah pikir&lt;br /&gt;Di situlah banyak orang yang tergelincir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan marah jangan dibela&lt;br /&gt;Nanti hilang akal di kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedikit pun berbuat bohong&lt;br /&gt;Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda orang yang amat celaka&lt;br /&gt;Aib dirinya tiada ia sangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakhil jangan diberi singgah&lt;br /&gt;Itulah perompak yang amat gagah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang sudah besar&lt;br /&gt;Janganlah kelakuannya membaut kasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa perkataan kotor&lt;br /&gt;Mulutnya itu umpama ketor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana tahu salah diri&lt;br /&gt;Jika tidak orang lain yang berperi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan ta'bur jangan direpih&lt;br /&gt;Sebelum mati didapat juga sepih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KELIMA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika hendak mengenal orang berbangsa&lt;br /&gt;Lihat kepada budi dan bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hendak mengenal orang yang berbahagia&lt;br /&gt;Sangat memeliharakan yang sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hendak mengenal orang mulia&lt;br /&gt;Lihat kepada kelakuan dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hendak mengenal orang yang berilmu&lt;br /&gt;Bertanya dan belajar tiadalah jemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hendak mengenal orang yang berakal&lt;br /&gt;Di dalam dunia mengambil bekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hendak mengenal orang yang baik perangai&lt;br /&gt;Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KEENAM&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cahari olehmu akan sahabat&lt;br /&gt;Yang boleh dijadikan obat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cahari olehmu akan guru&lt;br /&gt;Yang boleh tahukan tiap seteru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahari olehmu akan isteri&lt;br /&gt;Yang boleh menyerahkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahari olehmu akan kawan&lt;br /&gt;Pilih segala orang yang setiawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cahari olehmu akan abdi&lt;br /&gt;Yang ada baik sedikit budi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KETUJUH&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apabila banyak berkata-kata&lt;br /&gt;Di situlah jalan masuk dusta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila banyak berlebih-lebihan suka&lt;br /&gt;Itulah tanda mimpikan duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kurang siasat&lt;br /&gt;Itulah tanda pekerjaan hendak sesat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anak tidak dilatih&lt;br /&gt;Jika besar bapanya letih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila banyak mencela orang&lt;br /&gt;Itulah tanda dirinya kubang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila orang yang banyak tidur&lt;br /&gt;Sia-sia sahajalah umur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mendengar akan khabar&lt;br /&gt;Menerimanya itu hendaklah sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mendengar akan aduan&lt;br /&gt;Membicarakannya itu hendaklah cemburuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila perkataan yang lemah lembut&lt;br /&gt;Lekaslah segala orang mengikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila perkataan yang amat kasar&lt;br /&gt;Lekaslah orang sekalian gusar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabial pekerjaan yang amat benar&lt;br /&gt;Tidak boleh orang berbuat honar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KEDELAPAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa khianat akan dirinya&lt;br /&gt;Apalagi kepada lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada dirinya ia aniaya&lt;br /&gt;Orang itu jangan engkau percaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah yang suka membenarkan dirinya&lt;br /&gt;Daripada yang lain dapat kesalahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada memuji diri hendaklah sabar&lt;br /&gt;Biar daripada orang datangnya khabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang suka menampakkan jasa&lt;br /&gt;Setengah daripada syirik mengaku kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan diri sembunyikan&lt;br /&gt;Kebajikan diri diamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keaiban orang jangan dibuka&lt;br /&gt;Keaiban diri hendaklah sangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KESEMBILAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan&lt;br /&gt;Bukannya manusia yaitulah syaitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan seorang perempuan tua&lt;br /&gt;Itulah iblis punya penggawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada segala hamba raja-raja&lt;br /&gt;Di situlah syaitan tempatnya manja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang yang muda-muda&lt;br /&gt;Di situlah syaitan tempat bergoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkumpulan laki-laki dengan perempuan&lt;br /&gt;Di situlah syaitan punya jamuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang tua yang hemat&lt;br /&gt;Syaitan tak suka membuat sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang muda kuat berguru&lt;br /&gt;Dengan syaitan jadi seteru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KESEPULUH&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan bapa jangan durhaka&lt;br /&gt;Supaya Allah tiada murka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ibu hendaklah hormat&lt;br /&gt;Supaya badan dapat selamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan anak janganlah lalai&lt;br /&gt;supaya boleh naik ke tengah balai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan isteri janganlah alpa&lt;br /&gt;Supaya malu janagn menerpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kawan hendaklah adil&lt;br /&gt;Supaya tangannya jadi kapil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KESEBELAS&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah berjasa&lt;br /&gt;Kepada yang sebangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah jadi kepala&lt;br /&gt;Buang perangai yang cela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah memegang amanat&lt;br /&gt;Buanglah khianat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendak marah&lt;br /&gt;Dahulukan hujah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendak dimalui&lt;br /&gt;Jangan melalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendak ramai&lt;br /&gt;Murahkan perangai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GURINDAM FASAL YANG KEDUABELAS&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Raja muafakat dengan menteri&lt;br /&gt;Seperti kebun berpagarkan duri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul hati kepada raja&lt;br /&gt;Tanda jadi sebarang kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum adil atas rakyat&lt;br /&gt;Tand raja beroleh inayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihkan orang yang berilmu&lt;br /&gt;Tanda rahmat atas dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat akan orang yang pandai&lt;br /&gt;Tanda mengenal kasa dan cindai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkan dirinya mati&lt;br /&gt;Itulah asal berbuat bakti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirat itu terlalu nyata&lt;br /&gt;Kepada hati yang tidak buta&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2637610871879372180?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2637610871879372180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2637610871879372180' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2637610871879372180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2637610871879372180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/09/gurindam-duabelas.html' title='Gurindam Duabelas'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8939369461030569793</id><published>2007-09-13T22:44:00.001+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Kepri Photographs</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109724680804562706" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RuljhlNm9xI/AAAAAAAAAHM/nhk4ofqqF_M/s320/PICT0416.JPG" border="0" /&gt;The wind of the sea caressed the face&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/Ruli41Nm9wI/AAAAAAAAAHE/6m6bn76NQns/s1600-h/PICT0421.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109723980724893442" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/Ruli41Nm9wI/AAAAAAAAAHE/6m6bn76NQns/s320/PICT0421.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Welcome to Penyengat Island &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RuliS1Nm9vI/AAAAAAAAAG8/R1o6CchVYLI/s1600-h/PICT0437.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109723327889864434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RuliS1Nm9vI/AAAAAAAAAG8/R1o6CchVYLI/s320/PICT0437.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Masjid Raya Sultan Riau, Penyengat Island&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/Rulh4VNm9uI/AAAAAAAAAG0/24grTh0zqk8/s1600-h/PICT0431.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109722872623331042" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/Rulh4VNm9uI/AAAAAAAAAG0/24grTh0zqk8/s320/PICT0431.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Khusyu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RulhalNm9tI/AAAAAAAAAGs/mJh5T8dz0pY/s1600-h/PICT0452.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109722361522222802" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RulhalNm9tI/AAAAAAAAAGs/mJh5T8dz0pY/s320/PICT0452.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Entering Balai Adat Melayu Indera Perkasa, Penyngat Island&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RulhHFNm9sI/AAAAAAAAAGk/AGw3oi6zjDE/s1600-h/PICT0522.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109722026514773698" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RulhHFNm9sI/AAAAAAAAAGk/AGw3oi6zjDE/s320/PICT0522.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Budha Statue, Senggarang Island&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RulgblNm9rI/AAAAAAAAAGc/Rq_m6Uew48s/s1600-h/PICT0528.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109721279190464178" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RulgblNm9rI/AAAAAAAAAGc/Rq_m6Uew48s/s320/PICT0528.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Budha Statue, Senggarang Island&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RulfX1Nm9pI/AAAAAAAAAGM/Ub9W8NbAsOE/s1600-h/PICT0534.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109720115254326930" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RulfX1Nm9pI/AAAAAAAAAGM/Ub9W8NbAsOE/s320/PICT0534.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;Delicious&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/Rulei1Nm9oI/AAAAAAAAAGE/0BoVn_KpFF8/s1600-h/PICT0544.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109719204721260162" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/Rulei1Nm9oI/AAAAAAAAAGE/0BoVn_KpFF8/s320/PICT0544.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Balerang Bridge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RuleSVNm9nI/AAAAAAAAAF8/8OGWf08akLw/s1600-h/PICT0582.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109718921253418610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RuleSVNm9nI/AAAAAAAAAF8/8OGWf08akLw/s320/PICT0582.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Body Tree (Suicide Place of Vietnamese Refugees), Galang Island&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/Ruld6lNm9mI/AAAAAAAAAF0/tnRK-QSnC8Y/s1600-h/PICT0584.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109718513231525474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/Ruld6lNm9mI/AAAAAAAAAF0/tnRK-QSnC8Y/s320/PICT0584.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Monument of Refugee's Ship, Galang Island&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8939369461030569793?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8939369461030569793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8939369461030569793' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8939369461030569793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8939369461030569793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/09/kepri-photographs.html' title='Kepri Photographs'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RuljhlNm9xI/AAAAAAAAAHM/nhk4ofqqF_M/s72-c/PICT0416.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-4239774996408798756</id><published>2007-09-13T02:44:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Fasilitator Batam (Facilitator in Batam)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;For this, still, I prefer to write in Bahasa Indonesia.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengalaman menjadi fasilitator di Batam adalah sebuah anugerah. Saya menghadapi sebuah momen di mana saya mesti mengendalikan diri sendiri. Mengendalikan diri? Tentu saja dan ini sungguh luar biasa karena melibatkan emosi manusia nyaris empat ratus orang. Dan untuk kesekiankalinya saya belajar tentang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seolah-olah bercermin dengan segala hal yang ditampilkan peserta. Totalitas sekaligus penolakan merupakan sesuatu yang saya lihat dari wajah-wajah peserta, dan sungguh fase-fase itu juga pernah saya alami. Menjadi kontributor sekaligus pembangkang merupakan warna yang saya lihat dalam ruangan training, dan sungguh itu juga adalah bagian dari lembaran hidup saya. Dalam rupa ragam tingkah yang ditampilakan, saya senatiasa belajar tentang diri saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya merasa lucu dan juga malu. Bahwasanya saya telah menjalani training serupa dua tahun yang lalu. Pun beberapa kali saya telah menjadi fasilitator. Banyak yang berubah, namun sungguh masih lebih banyak yang harus dibenahi dalam diri. Saya sungguh bersyukur bahwa sahabat-sahabat baru yang saya temui di Poltek Batam ini telah mengajarkan saya untuk memenuhi kontrak saya. Mereka bukan sekedar sahabat. Mereka guru. Terimakasih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-4239774996408798756?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/4239774996408798756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=4239774996408798756' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4239774996408798756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4239774996408798756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/09/fasilitator-batam-facilitator-in-batam.html' title='Fasilitator Batam (Facilitator in Batam)'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3317590301326171363</id><published>2007-09-13T01:59:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Tandang ke Kepri (Went to Kepri)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rushing months. It is long time not to write since the last time I posted here. So many experiences about events, journeys, people uproar within my mind. It’s about time dragged me to write nothing. This is it, I am writing now. However, I’d like to write in Bahasa Indonesia for this time being.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, untuk bagian pertama, saya akan menuliskan pengalaman saya bertandang ke Kepulauan Riau beberapa waktu yang lalu. Perjalanan ini sungguh menarik karena saya melihat suatu keragaman yang begitu mengagumkan dari pulau-pulau yang saya kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Mei yang lalu saya ditawari oleh Ibu Linda untuk menjadi fasilitator dalam training yang ditanganinya untuk mahasiswa Poltek Batam. Saya menerima tawaran itu sehingga di akhir Agustus saya terbang menuju Batam. Awalnya, pada tanggal 27 Agustus saya berangkat ke Jakarta bersama fasilitator yang lain: Chendy, Andik, dan Wibi. Kami menginap satu malam di tempat Ibu Linda dan ternyata sudah ada Mas Enang di sana yang juga akan menjadi fasilitator dalam training tersebut. Keesokan paginya bergabung dengan fasilitator lain (Dodi, Mbak Yayuk, dan Mbak Erni) di Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar pk. 7.30 kami diangkut AirAsia menuju Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali menginjak Batam, saya mendapat kesan bahwa pulau ini cukup subur walaupun panas. Akan tetapi, dugaan saya sama sekali salah sebab di luar Bandara Hang nadim saya melihat kondisi bentang alam Batam yang sesungguhnya. Tanah batam tidak dapat dikatakan subur, berwarna merah dan cenderung bercadas. Ketika hujan, terlihat jelas bagaimana air sangat sulit menyusup ke dalam tanah. Udara pantai yang panas dan asin teraromai sangat kuat. Kondisi seperti ini mengingatkan saya akan tanah kelahiran di Nusa Tenggara Barat yang juga berudara pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang saya lihat dari Batam adalah pembangunan fisik yang terlihat sangat masif di setiap sisi pulau ini. Tampaknya ini konsekuensi dari statusnya sebagai daerah kawasan industry yang secara geografis sangat dekat dengan Singapura. Pembangunan yang cukup pesat dan janji hidup yang lebih baik di sana telah mendorong orang-orang datang ke pulau ini. Saya cukup terkejut mendapati bahwa suasana Melayu di daerah ini nyaris tidak ada. Pluralitas telah menjadi warna di sana. Orang pertama yang saya temui justru berdialek Jawa Tengah yang kental. Beberapa yang saya temui juga berlogat yang bukan Melayu. Ada yang Jawa, Palembang, Batak atau Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari kemudian setelah tiba di Batam, kami disibukkan oleh training selama dua hari (29-30/8) yang cukup menguras energi namun sangat menyenangkan. Cerita tentang training ini akan saya ceritakan dalam kesempatan lain saja. Yang pasti dari training itu saya melihat betapa daerah ini telah mendidik manusianya menjadi pejuang lebih dari yang saya bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca training (31/8), saya dan tim fasilitator yang saya sebut tadi mengadakan perjalanan ke pulau-pulau di sekitar Batam. Dari yang saya sebut sebelumnya ada tambahan orang dalam perjalanan kami ini, yaitu Bang Lendi, Kak Ira, Putri, Pak Arief, Mbak XXX (lupa namaya :-P), dan Yoli. Pulau pertama yang kami tandangi adalah Bintan dimana ibukota Kepri, Tanjung Pinang, berada di pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanjung Pinang memberi gambaran awal yang cukup menarik tentang budaya Melayu. Kebetulan hari itu adalah hari Jumát. Saya melihat pria-pria yang bergegas menuju masjid dengan tampilah yang sangat berbeda dengan yang saya temui di tempat lain. Mereka memakai pakaian tradisioanal (baju dan celana) berwarna cerah seperti kuning dan merah muda. Sarung khas dipakai hanya menutupi hingga sebatas lutut. Saya senang sekali melihat pemandangan ini. Tapi yang berkesan dari kunjungan ini sebenarnya adalah menikmati kuliner di sini. Untuk pertama kalinya saya merasakan makanan yang bernama mi lender. Ini adalah mi telor dengan siraman kuah tertentu berwarna coklat yang sepertinya dengan bahan dasar kacang. (Agak lupa pastinya.) Sorenya (setelah berkunjung ke Pulau Penyengat dan Senggarang) kami menikmati makanan laut di daerah Batu Licin. Tempatnya sangat jauh tapi citarasa yang disajikan membuat semua kesulitan yang terasa untuk mencapai daerah ini terobati. Kepiting-kepiting yang disajikan besar-besar, udang goring tepungnya juga nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RulXwlNm9iI/AAAAAAAAAFU/fiHF1P7g-mM/s1600-h/PICT0421.JPG"&gt;&lt;/a&gt;Suasana Melayu lebih kental terasa di Pulau Penyengat. Dari segi arsitektur kita bisa menyaksikan masjid bersejarah peninggalan Kerajaan Melayu. Masjid tersebut konon dilapisi kulit telur pada bagian kubah sehingga seringkali dinamakan masjid telur. Warnanya yang kuning cerah sangat menarik mata. Ada cerita bahwa barang siapa yang berdoa dengan khusyu’ di masjid ini dia boleh jadi didatangi oleh Orang Bunian yang akan menjawab pertanyaan orang tersebut setelah selesai berdoa/sholat di sana. Orang Bunian adalah penduduk asli pulau tersebut. Saya sendiri tidak terpengaruh dengan cerita-cerita semacam itu. Pokoknya sholat yang khusyu’ saja sembari menikmati keindahan arsitektur masjid tersebut. Satu hal lagi yang menarik adalah terdapatnya mushaf Al-Qurán dari abad pertengahan yang bergaya Turki. Mushaf al-Qurán ini meniadakan sejumlah tanda baca di dalamnya demi setiap orang punya penafsiran sendiri tentan apa yang dibacanya dalam gaya penulisan semacam itu. Terlepas dari benar tidaknya, tetap saja kitab tersebut adalah asset yang berharga. Sayang sekali bagian dalam masjid dan mushaf itu tidak boleh difoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat Jumát yang saya lakukan di tempat ini memberi saya pengalaman baru. Terdapat beberapa prosesi yang tampaknya dibawa sejak jaman kerajaan dulu. Khutbah dilakukan oleh khatib dengan memegang suatu tongkat logam (mungkin dari kuningan). Di sini khatib tidak otomatis sebagai imam Sholat Jumát. Perempuan dijinkan juga untuk ikut sholat Jumát. Tempat perempuan adalah semacam panggung berkerangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan di penyengat dilanjutkan dengan mengunjungi sejumlah situs sejarah seperti makam-makam raja yang dimakamkan di Pulau Penyengat. Di salah satu situs makam terpahat ‘Gurindam Duabelas’ yang asli. Kekayaan sastra Melayu memang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga berkunjung ke balai adat yang menghadap pantai. Di bawah bangunan yang berbentuk panggung itu ada sebuah sumur yang airnya sangat segar dan tidak payau sama sekali. Ini agak mengherankan mengingat bahwa jarak sumur dan pantai hanya sekitar seratus meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Penyengat kami bertolak ke Senggarang. Pulau ini punya atmosfer yang beda karena suasana oriental begitu kental di sini. Dua klenteng Cina menyambut kami begitu berlabuh di pulau tersebut. Di sisi klenteng ada kolam ikan dengan patung Dewi Kwam Im dan Nacha (betul tidak ya, namanya seperti ini?) yang menjadi satu bagian dengan kolam tersebut. Di dalam klenteng rupanya dipelihara kura-kura. Mitosnya, kalau berdoa kemudian menjatuhkan koin tepat di atas kepala kura-kura tersebut maka doa itu akan terkabul. Ada-ada saja ya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari klenteng-klenteng itu terdapat vihara Budha. Ada patung Budha yang demikian besar dengan tangan-tanganya yang begitu banyak. Suasana ranah Tiongkok yang begitu kental berdampingan dengan budaya Melayu yang masih asli membuat saya berpikir bahwa toleransi di Kepri ini berjalan demikian baik. Di Senggarang ini kami tidak mengobservasi lebih jauh karena mengejar untuk sampai di tanjung pinang sebelum Ashar. Tiba di Tanjung Pinang lagi, kami melaju ke Batu Licin seperti yang saya telah ungkapkan di atas. Menjelang malam kami kembali bertolak ke Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi esoknya (1/9), kami melakukan perjalan menuju Pulau Galang yang terletak 35 km dari Batam. Kami tidak melakukan perjalan lewat laut karena Pulau Batam, Rempang, dan Galang dihubungkan oleh jembatan Barelang. Jembatan ini unik karena salah satunya mirip dengan Golden Gate di California itu. Yang lain berasitektur lengkung yang sebenarnya juga tidak kalah unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Rempang punya kontur tanah yang agak berbeda dengan Batam. Tamapknya pulau ini lebih subur karena tidak lagi saya lihat tanah-tanah merah. Beberapa malah saya lihat agak berawa-rawa. Tidak banyak kesan saya di pulau tersebut karena cuma lewat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Galang menurut saya adalah yang paling menarik karena tempat ini adalah saksi sejarah perang saudara di Vietnam dahulu. Apa pasal? Tempat ini merupakan tempat pengungsi perang tersebut yang jumlahnya mencapa ratusan ribu orang. Perahu yang mereka gunakan dahulu telah dimonumenkan. Selama nyaris tigapuluh tahun para pengungsi itu hidup di kamp-kamp konsentrasi di pulau ini. Mereka akhirnya dikembalikan ke Vietnam atau menuju negara-negara ketiga yang mau menampung mereka. Ada pula yang memilih bunuh diri karena tidak mau kembali ke negeri asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata teman yang turut serta dalam perjalanan itu, suasana Galang seram. Akan tetapi, sebaliknya, saya merasa sedih. Hal ini tidak dapat saya jelaskan. Peninggalan-peninggalan orang Vietnam seperti kuil dan gereja tampak tak terurus. Sayang sekali. Pulau itu sepi, dan sepertinya hanya didiami oleh orang-orang yang ditugaskan untuk menjaga situs-situs sejarah di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang mengharukan bahwa ternyata para pengungsi Vietnam tersebut sangat antusias setiap perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan jauh lebih antusias dari penduduk asli di sana. Saya diceritakan bahwa mereka berpakaian rapi dan mendekor rumah-rumah, sekolah-sekolah, jalan-jalan dengan luar biasa sehingga perayaan kemerdekaan Indonesia justru sangat semarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekelaman akibta perang terpancar dari wajah-wajah sendu mereka yang saya lihat dari foto. Syukurlah mereka yang akhirnya pergi ke negeri ketiga dikabarkan menjadi sukses. Dan Pulau Galang hanya meningglakan lengang dan cerita-cerita mistis yang menegakkan bulu kuduk. Sayang, sungguh sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke galan adalah yang terakhir sebelum kami kembali terbang menuju Jakarta. Perjalanan berkeliling pulau-pulau di Kepri sungguh merupakan pengalaaman luar biasa. Mudah-mudahan ada rezeki untuk berkunjung ke daerah-daerah lain di Indonesia. Saya percaya banyak tempat-tempat lain yang tidak kalah luar biasa. Target kunjungan berikutnya: Belitung, Karimunjawa, Raja Ampat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N.B.: Foto-foto menyusul. Tidak sempat memindahkan nih... :D &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3317590301326171363?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3317590301326171363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3317590301326171363' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3317590301326171363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3317590301326171363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/09/tandang-ke-kepri-went-to-kepri.html' title='Tandang ke Kepri (Went to Kepri)'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-4798808620524875922</id><published>2007-09-12T23:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Today&apos;s Inspiration'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Today's Inspiration (0709)</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="5" width="420" align="center" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="middle" style="color:#87cefa;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia, Times New Roman, Times, serif;font-size:14;color:blue;"&gt;&lt;b&gt;ATTEMPT From Baltasar Gracián y Morales&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#b5e1fc"&gt;&lt;center&gt;&lt;img height="86" src="http://students.itb.ac.id/~monsur136/Life.jpg" width="137" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Attempt easy tasks as if they were difficult, and difficult as if they were easy; in the one case that confidence may not fall asleep, in the other that it may not be dismayed.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;b&gt;About Baltasar Gracián y Morales&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Baltasar Gracián y Morales, the Jesuit scholar and moralist author, was the leading Spanish proponent of conceptism (conceptismo), a method of expressing ideas through puns, epigrams, and other verbal devices. He was born in 1601 in Aragon. The Jesuit leadership frowned on his oratorical style, which included reading a letter from Hell to his congregation. His best known books include The Art of Worldly Wisdom and The Hero, which repudiated Machiavelli. He died in 1658.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-4798808620524875922?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/4798808620524875922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=4798808620524875922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4798808620524875922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4798808620524875922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/09/come-and-go-from-sara-teasdale-attempt.html' title='Today&apos;s Inspiration (0709)'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8353618010344918736</id><published>2007-09-12T23:15:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Romadhon</title><content type='html'>Romadhon has arrived. Hope to get the entire best thing in this month.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8353618010344918736?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8353618010344918736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8353618010344918736' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8353618010344918736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8353618010344918736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/09/romadhon.html' title='Romadhon'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-4430108246321193351</id><published>2007-08-22T01:23:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Book Review'/><title type='text'>I See Complexity Inside Burung-burung Manyar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RssvM8B_OSI/AAAAAAAAAFM/7KhJURjJhkY/s1600-h/Burung+Manyar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101222902246619426" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RssvM8B_OSI/AAAAAAAAAFM/7KhJURjJhkY/s400/Burung+Manyar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; I have read this book twice. The author, Y.B Mangunwijaya, wonderfully illustrate the dignity of human being. The story stream frontally, even scoffs at so many things without hesitation. Precisely by this way, the story was felt life vicinity to the real of human being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The story took three plots of period. It represents very smart. Paradoxes of life, even divinity, are shown elegantly as enigmatic questions. Esoteric battle of Setadewa, the protagonist character of this roman, shows his strength and weakness at the same time. Complexity of human is depicted clearly inside this character. That complexity was gathered between chic dictions and comprehension of much knowledge. Those stream smoothly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I read the first printing (1981). Some wrong words in this edition might insult the comfort of reading. However, that neglects by the beauty inside the book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;*Picture captured from &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.goodreads.com/"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;http://www.goodreads.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Book's Data&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Title : &lt;span style="color:#990000;"&gt;Burung-burung Manyar&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Genre : &lt;span style="color:#990000;"&gt;Fiction&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Author: &lt;span style="color:#990000;"&gt;Y.B. Mangunwijaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Publ. : &lt;span style="color:#990000;"&gt;Djambatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:85%;"&gt;Pages : &lt;span style="color:#990000;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-4430108246321193351?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/4430108246321193351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=4430108246321193351' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4430108246321193351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4430108246321193351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/08/i-see-complexity-inside-burung-burung.html' title='I See Complexity Inside Burung-burung Manyar'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uQvgOC7YXgA/RssvM8B_OSI/AAAAAAAAAFM/7KhJURjJhkY/s72-c/Burung+Manyar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7759038500759455793</id><published>2007-08-22T01:15:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Friday's Lesson</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Last Friday I did shalat Jumát at Wyata Guna (a base for blind). There was something interesting on sermon (khutbah) that was given there. Generally, khatib meant that everything happen in the world always have points, no matter how terrible they are in human paradigm. Blindness is not deformity. If you said it is, so you judge God’s careless. Then for normal people, there’s nothing to be conceited, since everything can be yang out immediately by His sanction. All you have to do is have some faith to find every hikmah of everything and be grateful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Took a pray with the blinds was a great experience. I saw how they were so engrossed in pray. Within darkness covers their world I could see how sincere they are with their condition, and even they looked happy. I acknowledged them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Show us the straight way,&lt;br /&gt;The way of those on whom Thou hast bestowed Thy Grace, those whose (portion) is not wrath, and who go not astray. [Al-Fathiha: 6-7]&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7759038500759455793?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7759038500759455793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7759038500759455793' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7759038500759455793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7759038500759455793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/08/fridays-lesson.html' title='Friday&apos;s Lesson'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-6748099369943454339</id><published>2007-08-15T23:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Thank You ...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Four days rushing (9-12 August 2007), I spent those to learn a lot about dream, courageous, enthusiasm. And I learnt from youngster, younger than me. SERASI SBM 2007 gave me an extraordinary experience about life. Really, I found that teaching does not relate about age. You who are around 18 at age just have become my master of life. You’re dreamer and so vigorous to reach your dreams. I envied you all. Then I promised to my heart that I would fly high to hug my dream. Thank to you all my new best friends.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I keep touch remember you. And I pray for you to be whatever you want to be: Courageous, Honest, Free, …. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-6748099369943454339?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/6748099369943454339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=6748099369943454339' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6748099369943454339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6748099369943454339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/08/thank-you.html' title='Thank You ...'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-2791820987683873985</id><published>2007-08-14T21:11:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Today&apos;s Inspiration'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><title type='text'>Today's Inspiration (0708)</title><content type='html'>&lt;table cellspacing="0" cellpadding="5" width="420" align="center" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="middle"  style="color:#87cefa;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia, Times New Roman, Times, serif;font-size:14;color:blue;"&gt;&lt;b&gt;COME AND GO from Sara Teasdale&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#b5e1fc"&gt;&lt;center&gt;&lt;img height="86" src="http://students.itb.ac.id/~monsur136/Life.jpg" width="137" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I make the most of all that comes and the least of all that goes.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;b&gt;About Sara Teasdale&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sara Teasdale was an American poet in the lyrical tradition, publishing several books of poetry including the award-winning Love Song. Her book of collected poems was first published in 1937 and remains in print. She was born in 1884 in St. Louis and moved to New York in 1915 with her new husband, Ernst Filsinger, whom she later divorced. The poet Vachel Lindsay courted her with passionate letters; they later settled into a close lifelong friendship. She died in 1933.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-2791820987683873985?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/2791820987683873985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=2791820987683873985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2791820987683873985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/2791820987683873985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/08/todays-inspiration-0708.html' title='Today&apos;s Inspiration (0708)'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-638634924358122759</id><published>2007-08-09T08:16:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Earthquake</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Cloudy night. I’ve never realized that I would get that kind of experience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was around 1.30 am, this day; I replied an email from friend at fourth floor of my Department building. Suddenly, keyboard I used shook. I surprised because all things around me trembled, even my body did. It was an earthquake. Windows echoed intimidating sound. My body shook to right and left.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My friends (there were four people, including me, at that place) kept silent by frightened. I yelled, “Don’t move! Don’t move.” I did not know that was good or not. I wondered which one better: staying at the highest floor of that building or just running ahead to the ground immediately. I just thought that bending moment by this earthquake influenced near ground structure than higher floor structure even though vibration would be felt scarier at higher place. However, that would be inapplicable for very high building case. That was my analysis when that happened.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honestly, I was afraid. I suddenly remembered the earthquake in Yogyakarta a while ago. Six minute, land vibrated and it caused hundreds of human being died. Remembering that, I just said istighfar. Terrifying. My heart just kept whispering, “How if I die here?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I guessed it took three minutes. When it stopped, I asked my friend to get out the building immediately. I was afraid if following earthquake would draw closer. Better avoid the risk, I thought. At the outside, my friends were informed by phone call that the earthquake was felt in Jakarta as well. We thought it was severer in Jakarta because people even woke up of their sleep because the vibration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm…, I wonder what kind of earthquake was that. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-638634924358122759?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/638634924358122759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=638634924358122759' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/638634924358122759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/638634924358122759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/08/earthquake.html' title='Earthquake'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-1688966023460699030</id><published>2007-08-02T00:54:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Finally...</title><content type='html'>Finally, the darkest age named internet disconnection's over today. Thanks God….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-1688966023460699030?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/1688966023460699030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=1688966023460699030' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1688966023460699030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/1688966023460699030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/08/finally.html' title='Finally...'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-7869236187520494564</id><published>2007-07-26T02:10:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>New Habit = Old Habit</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;I do my old habit, again! It deserves for miserable consequences. My skin gets darker and on several parts of my body get blemish that cannot disappear for years (as the relic on my body still exist though the last time I did it was a year ago). My reddish Indian skin - I know nobody believe this statement, hahahaha…. - disappears, turn into scaly dark skin. Moreover, my friends have called me Sudanese (you must know Sudan!) and what happens on my skin affirms what they’ve said. It means I must prepare myself because they will say it more freely and unhesitant *sigh*&lt;br /&gt;Guess, what my habit is?&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Yup, I swim. I do it every week on Tuesday or Wednesday after lunchtime. Weird, huh? Yeah, I know it. But, it is the time I like most because not so crowded.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-7869236187520494564?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/7869236187520494564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=7869236187520494564' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7869236187520494564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/7869236187520494564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/07/new-habit-old-habit.html' title='New Habit = Old Habit'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-8803794621035817363</id><published>2007-07-26T00:31:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemplation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Curiosity'/><title type='text'>Ghibah...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;I ask to those who love gossiping (ghibah) other. Why?&lt;br /&gt;Mostly, I don’t see points on talk someone’s quality. People do that just for fulfilling self satisfaction even worse: laugh at someone who becomes object of gossiping.&lt;br /&gt;For me, talk about some can be accepted for reflection or learn about life or protection. Moreover, we must choose person whom we ask to talk as the purpose of talking is for goodness. He or she must be fair and wise on his or her opinion. Still, it is difficult to stand on that condition. More often than not, people are slipped on rough way. So, better avoid it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[I am still sad for my friends who mocked on their friends and lecturers (why?). I don’t know them who were talked about as I from different major. Miserable….]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-8803794621035817363?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/8803794621035817363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=8803794621035817363' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8803794621035817363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/8803794621035817363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/07/ghibah.html' title='Ghibah...'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-4876137042760159873</id><published>2007-07-23T09:30:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Get into the room means risk??</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Yesterday was irritating because I had to climb my neighbor’s roof for getting in my room. Let me tell the story.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After I had dinner, I went to campus for updating my blog. Unfortunately the internet connection was being unconnected. Then I looked up to code on panel method analysis but I felt bored immediately. Before going back to my board, I watched a documentary movie titled ‘The Blue Planet.’ It’s such an interesting movie. I walked slowly to hear the whisper of dark night. It was beautiful though the sky was so pale without stars. Sound of leaves fell down and insects with their song completed the exquisiteness of that night.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My feeling changed severely as I’d just arrived at front of my board. I found the gate was locked. It was unusual. I tried to open it, but it didn’t work at all. So, I thought several possibilities to save my night of waiting dawn arise perplexedly front the gate. &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Doing a phone call to my board. I didn’t think it was a good idea as it was almost 1.30 am. Moreover my mates are usually too lazy to pick up the phone. Phone at our board usually ring for kiosk need that owned by the owner of our board. So, I decided not to do it.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Going back to campus. It was neither good choice as the first idea. It was ridiculous went back to campus just for doing some sleep. So, naturally I avoided doing it. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Doing phone call to a friend and spend the night at his place. Ah, I did not want to disturb someone else’s rest. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Going to the mosque and sleeping there. No, no, no. Mosque for me just for doing prayer. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Climbing the gate. Still it was not good choice. The top side of gate set in by spike wire. “Don’t do something clumsy,” my heart whispered.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;I became furious because there’s nothing that I could do. I spoke to myself, “who on earth locked the gate?” Suddenly I saw the wall next to kiosk. I thought I can climb it to get the roof and leap to the 2nd floor corridor of my board but I found that it to high. I almost gave up as I saw the wall gate of my board neighbor’s short enough to be climbed. The problem was: I had to cross over my neighbor’s roof. Man, it was so risky. How if someone saw me? I thought and thought, then decided not to do it. That’s enough. I walked away to internet kiosk. I thought to spend the rest of night at there, back to my first aim to update blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actually, I just could stay there less than one hour and half. “Furious, everything gets expensive,” I spoke within my heart. I spent five thousand rupiah for such a little time. Almost 4 am., I wondered what should I do. Then, I thought to take all the risk of doing my ridiculous idea: climbing the wall and the roof of my neighbor to get in my room. I desperately needed to read. Reading until dawn is my routine (it is just interrupted by the time of sholat subuh). So, I went back to my board.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hope nobody saw me, I climbed the wall carefully. Honestly, I afraid if there someone saw me and screamed that there was a thief on the roof. I climbed the higher wall before getting to the roof. Unfortunately, there were spike wire and branches of bougainvillea. Though, I kept moving carefully until I could reach the top. Walking on the roof was not easy because it had sharp gradient. My body was compelled to crawl so I could balance my body along my journey (Journey? Ridiculous, isn’t it? But I like to use it). Then I got the end of my neighbor’s roof. I had to walk through kiosk roof before getting the corridor. It was easier because the gradient’s not too significant. Finally, I could get the corridor barrier. A simple leap brought me to the 2nd floor of my board. Thank God, I could enter my room and read as usual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hope I’ve never found similar situation.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-4876137042760159873?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/4876137042760159873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=4876137042760159873' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4876137042760159873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/4876137042760159873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/07/get-in-to-room-means-risk.html' title='Get into the room means risk??'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3487223590550656103</id><published>2007-07-19T23:47:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.443+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Noiseless Time</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;One upon time, my friend surprised me. She said, “Bro, I have a tendency for being an atheist. I don’t know how to describe it. I just feel empty. How do you think?”&lt;br /&gt;And I just gave a noiseless face. Speechless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another time. A man said something even more surprising.&lt;br /&gt;“Ham, tell me about great sin!”&lt;br /&gt;“Hmm, there are several things that categorized as great sins. Syirik is the greatest one.” I wondered why he asked me talking about this topic. It was unusual.&lt;br /&gt;“How about suicide? I think I am doing it right now. It’s hopeless.”&lt;br /&gt;And I just gave a noiseless face. Just quite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Both of those were my experience. I don’t know why I got speechless of that kind of situation. Not just once or twice, but more. Different problem. Different person. I’ve hardly been able to talk about philosophy of life nor religion view nor norms. I’ve hardly thought to give solution because I’d have never prepared to face that kind of situation. I just cannot. And almost of time, I just quite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why? I don’t know. I just believe that they would find the answer of their question. It is not me to find someone else’s solution.&lt;br /&gt;After all, maybe I just can give one sentence to all who come and share their problem: just follow your heart.&lt;br /&gt;And deep in my heart, I pray for us to find the right path.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3487223590550656103?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3487223590550656103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3487223590550656103' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3487223590550656103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3487223590550656103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/07/noiseless-time.html' title='Noiseless Time'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3073278117354001985</id><published>2007-07-19T04:18:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chronicle'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><title type='text'>Not a fairy tale: My friend's story</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;This is my conversation with my friend, Edi Johan, last year when I went home to Lombok on Idul Fitri holiday. He was my mate at elementary school.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Edi Johan (EJ)&lt;/strong&gt;: “I have never sat and talk comfort, just like we’re doing now.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muhammad Ilham (MI)&lt;/strong&gt;: “Do you mean?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “Yup, people talk to me unwillingly. They think I am….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “What are they thinking about you?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “I have experienced things that barely happen to other.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “I don’t understand.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “I’ve been a prisoner.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Really?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “Yes.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “For what reason?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “Drugs. I am disregarded by my environment for what I did in the past. I am disregarded even by my relatives.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Let me hear your story!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “Graduated from senior high school, I was confused of my future. What should I do? I did not continue my study to university. Ii was as if my brain within burnt. However, I had dignity for not to ask money anymore to my parents. I wanted to get job. With my conditions at that time, I thought what I could do. I took the shortcut. I started to be acquainted with drugs.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Did you a user?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “Yes. Neither had I wanted but my evil-stuff. I’d barely eaten. You know, every time adzan echoed, I pretended to take blushing water and just went to my chamber but I did nothing. I did not do sholat, just laid down on mattress. I deceived my family.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;MI&lt;/strong&gt;: “The last time we met you frequently went to the mosque, didn’t you? I hardly understand.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “Yes I did, before I knew that kind of stuff.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI:&lt;/strong&gt; “Okay. Please continue your story!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ:&lt;/strong&gt; “January, 2005 I was arrested at home. Imagine how this village stirred by that case. They all came to my house just for looking me brought along by the officer. I spent most of year 2005 in jail. I was disappointed because my friend in this village had never visited me, even for once. They, our friends here, I hoped they would visit me badly. I just wanted to know that they still supported me as well.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI:&lt;/strong&gt; “Insya Allah, there would be hikmah (philosophies) on this experience.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ:&lt;/strong&gt; “Yup, you are so right. I met someone who really loved me. She has never looked to my past. She is my wife.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI:&lt;/strong&gt; “Ho, how come?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ:&lt;/strong&gt; “First time I met her, she came by to visit her best male friend at LP. Her friend was sentenced for different case: car-hit. She often came. On fasting month, she even visited everyday bringing meal for our break.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI:&lt;/strong&gt; “Was she a college student?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ:&lt;/strong&gt; “Yes, nursery. Ridiculous, isn’t it? A man marry woman with higher education.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI:&lt;/strong&gt; “Not really.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “I freed on December 2005. Actually, I was sentenced for one and a half years. I got a month remission on Independence Day that year and 15 days when Idul Fitri celebration. Moreover good attitude helped me to free faster. I also took CBS program. Three months off the jail, I married that girl. She is pregnant right now, our first child. However she lives with her parents right now.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Why?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “I feel ashamed. I don’t have a job while she has. She is working as a nurse in her birthplace, in Lombok Timur. Yesterday, I went her and found she has television and VCD player in her room. She gets those from her hard work. She said, ‘I bought these to remind you for finding job.’ I just smiled in bitterness. I knew she said it not to underestimate me. She spoke like that precisely showed her love.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “She is really great. You should be grateful to God.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “Yes, certainly. I dream of opening my own business and caring my family. However, my movement barred by the way others see me. No one believes me, even my relatives. I broke in every time I tried.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Then?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “I don’t know. The past still haunt and trapped me.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Hey, you should be thankful of what you experience you had. As you said, you’ve got amazing woman as your wife. You also said to me that no one experienced as you had. Look how Allah gives His wide attention so you were given bitterness like that. He knows that you would pass it. Look, you are now sitting and talking with me here. You still live until now, just a brief proof that you were passed from His test. Should you be trapped by the past?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “Hmm..., you are right. I must be strong. I should not stand on someone else’s customary.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Then?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “I am thinking to open rice stall. But I have no money to invest at this. It makes me confused.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Hmm…, great idea. I think you can try asking your relatives to lend your some money. Or you can accompany Febri first to set travelling program at Gili’s. Or help Dodi at his computer course.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “I am not interested at that. Moreover I have little knowledge about things you said.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Don’t underestimate yourself. Just try, no pain no gain. You work to collect your capital.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “Actually, there’s someone offers me job to help him on flower business. He is from Jakarta. We met before Romadhon. But I am afraid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Why?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “I don’t know. But I am interested, for sure. I love flowers. In jail I helped to look after the garden there. I liked it.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “So, there’s no excuse to leave this opportunity. Contact him, as soon as possible!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “He is going home to Jakarta. He is going back here on next Monday, insyaAllah. But, I have planned to climb Rinjani this Sunday. It will take a week, at least.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “Cancel it! Better you don’t go for meeting him on Monday. I ask it as your friend.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;EJ&lt;/strong&gt;: “Okay, I will do what you ask. Thank you.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MI&lt;/strong&gt;: “You’re welcome. Since I am your friend, I’ll keep support you. I trust you.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;[And we smiled]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3073278117354001985?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3073278117354001985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3073278117354001985' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3073278117354001985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3073278117354001985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/07/not-fairy-tale-my-friends-story.html' title='Not a fairy tale: My friend&apos;s story'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-3668178043883213221</id><published>2007-07-17T01:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Curiosity'/><title type='text'>Would it be the same?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sometimes I think to borrow someone’s brain and insert it into my head. What for? I just want to compare things that I see, hold, taste, etc. Would those be the same? It is said that the brain receive signals through nerves arriving from the sensors. These signals are then processed throughout the central nervous system; reactions are formulated based upon reflex and learned experiences. I am curious, is it the signals I have receive would be same with other people have?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When we see blood, we've just already known it is red. However, have you thought that we say the blood is red because the others say the same? Might human brains have received different information, but because all give the same definition so just it become. I wonder what is going on if I use someone else’s brain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I use another brain within my head, would I taste sweet of sugar as I taste right now using my own? Would I feel another sensation when I touch something smooth or rough? Might it be I see the sky is yellow, since someone just identifies yellow is blue or on the other way I have been wrong (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;I don’t think that the word “wrong” is proper to describe my point but I didn’t find better word to explain it&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;img src="http://students.itb.ac.id/~edwards103/icon/rolleyes.gif" /&gt;) for the whole time unconsciously? Would be each people see, taste and feel different for something but it is defined as the same thing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally, it is just curious…. &lt;img src="http://students.itb.ac.id/~edwards103/icon/cool.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Thanks to &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.edskywalker.net/"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Edwards&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; for the smileys (sorry, I didn't say before...&lt;img src="http://students.itb.ac.id/~edwards103/icon/closedeyes.gif" /&gt;)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-3668178043883213221?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/3668178043883213221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=3668178043883213221' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3668178043883213221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/3668178043883213221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/07/would-it-be-same.html' title='Would it be the same?'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34751637.post-6674578781989814529</id><published>2007-07-14T01:52:00.000+07:00</published><updated>2008-12-17T00:38:32.444+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[Sunflower]Arsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='No Label'/><title type='text'>My Personality??</title><content type='html'>&lt;table width=350 align=center border=0 cellspacing=0 cellpadding=2&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#DDDDDD" align=center&gt;&lt;font face="Georgia, Times New Roman, Times, serif" style='color:black; font-size: 14pt;'&gt;&lt;b&gt;Your Personality is the Rarest (INFJ)&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#EEEEEE"&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://images.blogthings.com/howrareisyourpersonalityquiz/personality.jpg" height="100" width="100"&gt;&lt;/center&gt;&lt;font color="#000000"&gt;&lt;br /&gt;Your personality type is introspective, principled, self critical, and sensitive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only about 2% of all people have your personality - including 3% of all women and around 1% of all men.&lt;br /&gt;You are Introverted, Intuitive, Feeling, and Judging.&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://blogthings.com/howrareisyourpersonalityquiz/"&gt;How Rare Is Your Personality?&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, the rarest one... I've expected it *sigh*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34751637-6674578781989814529?l=adhynugraha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adhynugraha.blogspot.com/feeds/6674578781989814529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34751637&amp;postID=6674578781989814529' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6674578781989814529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34751637/posts/default/6674578781989814529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adhynugraha.blogspot.com/2007/07/my-personality.html' title='My Personality??'/><author><name>Muhammad Ilham Adhynugraha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12102760698162476205</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
